Apa Benar Melahirkan Anak Kedua Lebih Mudah dari Anak Pertama?

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Banyak ibu yang berpendapat bahwa melahirkan anak kedua lebih mudah karena mereka sudah pernah menjalani hal yang sama sebelumnya. Tapi, apa benar seperti itu? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Apakah melahirkan anak kedua lebih mudah?

Bisa ya atau tidak. Susah gampangnya seorang ibu melahirkan anak kedua akan dipengaruhi oleh  beberapa alasan. Misalnya:

1. Sudah berpengalaman melahirkan

Seorang ibu yang sudah pernah melahirkan anak pertama sudah paham benar bagaimana proses melahirkan. Ini membuat mereka  lebih merasa percaya diri untuk menghadapi persalunan selanjutnya, karena juga sudah tahu apa-apa saja yang diharapkan dan harus dipersiapkan lebih matang.

Memiliki pengalaman melahirkan sebelumnya jugs menjadi kesempatan bagi ibu belajar dan memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan. Misalnya, sekarang anda jadi tahu bagaimana cara mengejan yang benar dan mana yang salah untuk melahirkan anak. Atau, makanan apa yang boleh dan tidak boleh dimakan sebelum serta setelah persalinan.

Bukan hanya itu, rahim Anda juga telah menyesuaikan diri untuk menghadapi persalinan dengan lebih baik dari sebelumnya. Semua otot, jaringan, dan tulang yang sudah pernah meregang dapat kembali meregang dengan cepat dan mudah sehingga membuat bayi lebih mudah lahir.

2. Paham akan gejalanya

Ketika melahirkan untuk pertama kalinya, biasanya ibu akan dihadapkan oleh emosi yang campur aduk — waswas, takut, ragu, dan sebagainya. Ini lebih disebabkan oleh ketidaktahuan mereka tentang bedanya kontraksi palsu dan asli. Makanya, banyak yang langsung buru-buru datang ke rumah sakit begitu kontraksi perdana terjadi, meski belum tentu itu pertanda melahirkan yang benar. Hal ini biasanya menyebabkan proses persalinan memakan waktu lama.

Bagi ibu yang melahirkan untuk kedua kalinya, mereka lebih tahu seperti apa gejala kontraksi asli dan dapat memprediksi kapan akan terjadi sehingga proses melahirkan bisa lebih cepat.

Namun pengalaman melahirkan, baik yang pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya bisa berbeda-beda bagi setiap ibu. Ada yang memang dapat melahirkan dengan mudah, ada juga yang tidak. Ini pun tergantung dari kondisi masing-masing ibu.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan melahirkan anak kedua lebih sulit

Beberapa faktor di bawah ini dapat membuat pengalaman melahirkan anak kedua bisa lebih sulit dari anak pertama:

1. Jarak usia anak

Bila jarak waktu melahirkan anak pertama dengan anak kedua terpaut jauh, kemungkinan proses persalinan akan dijalankan dengan cara yang berbeda, entah dulu normal dan sekarang caesar atau kebalikannya. Jika Anda masih bisa melakukan proses persalinan secara normal, biasanya proses melahirkan yang kedua kalinya ini lebih melelahkan.

2. Sedang mengasuh anak pertama

Bila anak pertama Anda masih kecil, Anda biasanya akan tetap disibukkan untuk mengurus; mengendong, memangku, memberi makan, atau bahkan menyusui si kecil dan lain sebagainya. Mengasuh anak sambil mempersiapkan kelahiran kedua dapat menyebabkan Anda merasa lebih cepat dan gampang lelah dari biasanya.

Hal ini juga bisa menyebabkan posisi rahim Anda turun lebih rendah di perut sehingga dapat memicu terjadinya kontraksi palsu. Walaupun proses melahirkan menjadi lebih cepat karena posisi baru ini, namun Anda rentan mengalami nyeri punggung dan akan sering buang air kecil daripada kehamilan pertama. Ini juga menambah rasa kelelahan yang Anda miliki.

3. Komplikasi kehamilan

Dilansir dari ACOG, kondisi ibu juga memengaruhi proses persalinan, Jika Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi (hipertensi) maka Anda lebih cenderung memiliki persalinan sesar daripada wanita dengan tekanan darah normal. Persalinan sesar membawa risiko infeksi, luka pada organ dalam, dan pendarahan.

Hipertensi juga bisa menyebabkan plasenta tidak menyediakan cukup nutrisi dan oksigen pada bayi Anda, mungkin Anda akan diputuskan untuk melakukan persalinan dini.

Ingat, sulit-gampangnya pengalaman melahirkan anak kedua bisa berbeda antar satu ibu dan yang lainnya, karena berbagai macam faktor. Jadi Anda harus tetap konsultasikan tentang kesehatan Anda dan bayi Anda, dan serta untuk membuat perencanaaan melahirkan sesuai saran dokter.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!