Daftar Vaksinasi yang Diperlukan Sebelum Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Salah satu persiapan yang harus Anda lakukan sebelum hamil adalah vaksinasi. Vaksinasi penting dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyakit infeksi yang bisa terjadi selama kehamilan. Vaksin yang Anda dapatkan sebelum kehamilan tidak hanya penting untuk melindungi kesehatan Anda, tetapi juga untuk kesehatan bayi Anda. Sistem kekebalan tubuh ibu merupakan pertahanan awal bayi untuk mencegahnya dari berbagai penyakit.

Jadi, sebelum Anda berencana untuk hamil, sebaiknya ingat-ingat apakah vaksinasi yang Anda dapatkan sudah lengkap atau belum. Kunjungi dokter Anda untuk mendapatkan vaksinasi yang Anda butuhkan.

Vaksinasi yang diperlukan sebelum hamil

Vaksinasi sebelum kehamilan dianjurkan bagi Anda yang baru saja menikah guna melindungi Anda dan calon bayi Anda kelak dari berbagai penyakit. Berbagai penyakit menular bisa saja mengenai Anda selama kehamilan, sehingga Anda perlu meningkatkan kekebalan tubuh Anda melalui vaksinasi.

Vaksinasi dilakukan dengan cara memasukkan virus hidup atau virus mati yang sudah dijinakkan. Sehingga, vaksinasi tidak bisa sembarangan dilakukan. Terdapat beberapa vaksinasi yang bisa dilakukan sebelum maupun selama kehamilan, tetapi ada beberapa vaksinasi yang tidak dapat dilakukan selama kehamilan. Vaksin yang mengandung virus hidup tidak dapat diberikan saat kehamilan karena dapat membahayakan bayi dalam kandungan. Juga, sebaiknya lakukan vaksinasi beberapa bulan sebelum kehamilan agar tidak membahayakan kehamilan Anda.

Beberapa vaksinasi yang dapat diberikan sebelum kehamilan adalah:

1. Vaksinasi MMR

Jika Anda sudah pernah menerima vaksinasi ini pada masa anak-anak, maka Anda sudah tidak perlu lagi menerimanya ketika sudah dewasa.  Vaksin MMR diberikan untuk melindungi Anda dari penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan campak jerman (rubella) selama kehamilan. Terkena salah satu penyakit ini selama kehamilan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami keguguran. Campak juga dapat meningkatkan risiko Anda untuk melahirkan prematur. Sedangkan, penyakit rubella bisa sangat membahayakan kehamilan Anda. Lebih dari 85% ibu hamil yang terkena rubella selama trimester pertama kehamilan dapat mengakibatkan bayi cacat lahir, bayi bisa mengalami gangguan pendengaran atau gangguan mental.

2. Vaksin cacar air/varisela

Sebelum Anda hamil, Anda akan diperiksa oleh dokter apakah Anda perlu diberikan vaksin varisela atau tidak. Jika Anda sudah hamil, maka vaksin ini sudah tidak boleh diberikan. Ibu hamil yang menderita cacar air selama kehamilan dapat membahayakan kesehatan bayi. Sekitar 2% bayi yang dilahirkan dari ibu yang terkena cacar air saat usia kandungan 5 bulan, lahir dengan keadaan cacat dan lumpuh. Ibu hamil yang terkena cacar air mendekati waktu kelahiran juga dapat mengakibatkan infeksi pada bayinya.

3. Vaksin hepatitis A dan B

Kedua vaksin ini bisa diberikan sebelum maupun selama kehamilan. Vaksin hepatitis A diberikan untuk mencegah penyakit hepatitis A pada ibu selama kehamilan. Walaupun hepatitis A memiliki kemungkinan yang kecil untuk mempengaruhi bayi selama kehamilan, tetapi ibu yang menderita hepatitis A selama kehamilan dapat mengakibatkan bayi lahir prematur dan infeksi pada bayi baru lahir.

Lebih berbahaya dari hepatitis A, hepatitis B selama kehamilan dapat menyebabkan bayi tertular selama proses kelahiran. Tanpa penanganan yang tepat, bayi dapat berisiko mengembangkan penyakit hati yang lebih serius pada saat dewasa. Sebaiknya Anda periksakan apakah Anda menderita hepatitis B sebelum kehamilan.

4. Vaksin pneumokokus

Vaksin pneumokokus akan melindungi Anda dari berbagai bentuk penyakit pneumonia. Jika Anda mempunyai penyakit diabetes atau penyakit ginjal sebelum hamil, mungkin dokter akan memberikan Anda vaksin ini. Konsultasikanlah terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum Anda melakukan vaksinasi ini.

5. Vaksin tetanus toksoid (TT)

Vaksin TT ini diberikan pada ibu sebelum dan selama kehamilan untuk mencegah penularan penyakit tetanus pada bayi. Tetanus adalah penyakit pada sistem syaraf pusat yang dapat menyebabkan kejang otot. Bakteri yang menyebabkan tetanus dapat ditemukan di tanah atau kotoran hewan.

Dulu vaksin TT diberikan pada ibu yang melakukan persalinan dengan dukun beranak karena dukun beranak melakukan pemotongan tali pusar dengan alat yang tidak steril. Namun, tampaknya sekarang kondisi ini sudah jauh berkurang.  Sebagian besar ibu hamil di Indonesia sudah melakukan persalinan di bidan maupun dokter dengan kondisi peralatan yang sudah steril, sehingga risiko bayinya terkena tetanus pun makin berkurang.

Vaksin ini terbuat dari toksoid, sehingga aman diberikan saat kehamilan. Vaksin TT sebenarnya merupakan lanjutan dari vaksinasi DPT yang diberikan pada masa anak-anak. Wanita yang sudah menerima vaksin TT lengkap (5 kali pemberian) selama masa bayi dan kanak-kanaknya sudah tidak perlu lagi menerima vaksin TT sebelum kehamilannya.  

 

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Hal yang Harus Dilakukan Orangtua saat Lupa Jadwal Imunisasi Anak

    Terkadang orangtua lupa dengan jadwal imunisasi sehingga terlambat imunisasi. Apa yang harus dilakukan bila anak telat imunisasi?

    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

    Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

    Stres saat hamil memang normal. Tetapi jika ibu hamil mengalami stres hingga mengganggu aktivitasnya, dampak stres tersebut bisa memengaruhi janin.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Perkembangan Janin, Kehamilan 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

    Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
    Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    covid-19 vaksin yang terburu-buru

    Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    ibu hamil makan daging kambing

    Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    pekerjaan rumah tangga saat hamil

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    vaksin MMR

    Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit