Obat Penyubur Kandungan, Apa Fungsinya?

Oleh

Apakah Anda sudah berhasil hamil? Pernah mengalami keguguran? Banyak faktor yang menyebabkan Anda belum berhasil hamil sampai sekarang atau mengalami keguguran. Salah satu faktornya adalah kondisi rahim atau kandungan Anda. Apakah indung telur dalam rahim Anda sudah teratur melepaskan telur? Apakah dinding rahim Anda sudah kuat sebagai tempat menempelnya telur? Dan masih banyak lagi faktor lainnya. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Anda mungkin bisa menggunakan obat penyubur kandungan.

Apa saja jenis obat penyubur kandungan beserta fungsinya?

Anda perlu memiliki rahim yang sehat agar Anda bisa berhasil hamil dan melahirkan anak. Rahim Anda harus dalam kondisi sehat untuk bisa melepaskan telur secara teratur. Selain itu, juga harus kuat sehingga telur bisa menempel. Walaupun telur Anda sudah bisa dibuahi oleh sperma, tapi jika tidak bisa menempel dalam rahim Anda, Anda akan mengalami keguguran.

Pada saat ini, dokter mungkin akan mengatakan bahwa rahim Anda tidak sehat untuk implantasi (penempelan telur). Selanjutnya, dokter mungkin akan meresepkan obat penyubur kandungan untuk Anda.

BACA JUGA: Obat-obatan yang Bisa Mengurangi Kesuburan Wanita

Banyak obat penyubur kandungan dengan berbagai fungsi. Dokter akan memberikan obat ini kepada Anda sesuai dengan kondisi Anda agar Anda bisa cepat hamil. Beberapa obat penyubur kandungan dan fungsinya, yaitu:

Clomiphene (clomid, serophene)

Dokter akan meresepkan obat penyubur kandungan jenis ini jika Anda tidak melepaskan telur (ovulasi) secara normal atau teratur. Clomid dan serophene adalah obat yang menghambat estrogen. Serta, menyebabkan kelenjar hipotalamus dan hipofisis melepaskan hormon-hormon (seperti GnRH, FSH, dan LH) untuk memicu ovarium Anda melepaskan telur.

Obat ini berbentuk pil dan Anda harus meminum pil ini pada hari ketiga, keempat, atau kelima setelah Anda mulai mengalami menstruasi. Minumlah pil tersebut selama 5 hari. Kemudian, tubuh Anda mungkin akan mulai melepaskan sel telur sekitar 7 hari setelah Anda minum dosis terakhir dari obat ini.

Misalnya saja Anda minum pil pada hari ketiga menstruasi sampai hari ke tujuh menstruasi, diharapkan pada hari ke-14 periode menstruasi tubuh Anda sudah melepaskan telur (ovulasi). Paling banyak wanita bisa hamil setelah menjalani 3 kali siklus ini.

Setelah Anda ovulasi, umumnya dokter akan menyarankan Anda untuk berhenti mengonsumsi obat ini setelah 6 bulan. Jika Anda belum hamil juga setelah 6 bulan mengonsumsi obat ini, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk beralih ke obat penyubur kandungan lainnya.

Bagaimanapun ini adalah obat yang tentu memiliki efek samping. Efek samping yang dapat ditemukan saat pemakaian obat ini adalah penglihatan kabur, merasa kepanasan (hot flashes), mual, kembung, dan sakit kepala. Clomid juga dapat menyebabkan perubahan pada lendir di leher rahim Anda, sehingga mengakibatkan Anda kesulitan dalam menentukan masa subur atau juga dapat menghentikan perjalanan sperma ke leher rahim Anda untuk mencapai telur. Selain itu, clomid juga dapat meningkatkan kesempatan Anda untuk mempunyai anak kembar, sama seperti obat penyubur kandungan lainnya.

Gonadotropin

Gonadotropin digunakan untuk merangsang pematangan dan pelepasan telur oleh indung telur (ovulasi). Gonadotropin ini biasanya digunakan pada wanita yang mengalami masalah hormon (PCOS) yang tidak ampuh dengan pemakaian obat penyubur kandungan lain atau untuk wanita yang sedang menjalani proses bayi tabung (IVF).

Gonadotropin yang terdiri dari hormon LH dan FSH akan disuntikkan kepada Anda selama 12 hari. Suntikan ini akan membuat indung telur Anda mengembang dan mematangkan folikel telur. Sehingga, kemudian dapat melepaskan telur sebagai salah satu syarat untuk mencapai kehamilan. Selain suntikan gonadotropin, Anda juga akan disuntik dengan hormon hCG.

Gonadotropin dan hCG akan merangsang indung telur untuk melepaskan telur. LH merangsang folikel untuk melepaskan sel telur. Sedangkan hCG bertugas untuk memastikan folikel dalam kondisi yang tepat untuk melepaskan progesteron, ini dapat membantu Anda untuk mempertahankan kehamilan.

BACA JUGA: 10 Mitos dan Fakta Tentang Kesuburan

Metformin

Metformin biasa digunakan untuk mengobati diabetes atau pada wanita yang memiliki masalah hormon atau PCOS. Tapi, obat ini juga dapat merangsang tubuh Anda untuk melepaskan telur (ovulasi) atau juga dapat digunakan sebagai tambahan obat bagi obat kesuburan lainnya, seperti dikombinasikan dengan clomiphene (clomid).

Metformin sangat berguna untuk wanita yang mengalami obesitas karena mereka biasanya memiliki masalah dengan kadar insulin dalam tubuh. Mengapa? Metformin dapat membuat tubuh lebih sensitif terhadap insulin dengan cara menurunkan tingkat insulin dalam darah. Hal ini kemudian dapat menurunkan kadar testosteron, sehingga membantu tubuh dalam melakukan ovulasi. Anda bisa mengambil metformin dalam bentuk tablet 2-3 kali per hari.

Bromocriptine

Obat penyubur kandungan ini digunakan untuk memperbaiki keseimbangan hormon, sehingga menstruasi Anda teratur. Menstruasi Anda mungkin tidak berjalan teratur setiap bulan atau indung telur Anda tidak melepaskan telur setiap bulan. Hal ini bisa diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon dalam tubuh Anda. Nah, masalah ini dapat diperbaiki dengan menggunakan bromocriptine.

Bromocriptine dapat menurunkan kadar hormon prolaktin yang tinggi, yang menyebabkan berkurangnya hormon estrogen. Kadar hormon prolaktin yang tinggi dapat menyebabkan masalah ovulasi (pelepasan telur), sehingga Anda sulit hamil. Anda bisa menggunakan bromocriptine dengan cara menelannya dalam bentuk tablet atau memasukkan bromocriptine dalam bentuk kapsul ke dalam vagina Anda.

Obat lain

Obat penyubur kandungan lain juga biasanya diberikan saat Anda sedang dalam proses bayi tabung (IVF). Beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengontrol siklus menstruasi Anda selama proses bayi tabung adalah:

Gonadotropin releasing hormone (GnRH) agonist dan antagonist

GnRH agonist digunakan dengan cara disemprotkan ke hidung beberapa kali dalam sehari, atau disuntikkan per hari atau per bulan. Sedangkan, GnRH antagonist digunakan dengan cara disuntikkan ke tubuh Anda setiap hari. Kedua obat ini digunakan untuk mengontrol siklus menstruasi atau pelepasan telur Anda. Hal ini bertujuan agar ovulasi Anda bisa dikontrol saat Anda melakukan bayi tabung.

BACA JUGA: Langkah-langkah Dilakukannya Proses Bayi Tabung (IVF)

Progesteron dan estrogen

Kedua hormon ini berfungsi untuk mempersiapkan rahim selama kehamilan, membantu mempertahankan dinding rahim untuk implantasi (penempelan telur). Progesteron dan estrogen bekerja dengan cara menebalkan dinding rahim. Progesteron digunakan dengan cara ditelan dalam bentuk pil, disuntikkan ke pantat, atau dimasukkan ke dalam vagina. Sedangkan, estrogen diberikan dalam bentuk pil, koyo, atau suntikan. Pemberian kedua hormon ini adalah bagian dari proses bayi tabung.

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca