Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Macam-macam Obat Penambah Sperma untuk Mengatasi Masalah Kesuburan

Jenis-jenis obat penambah sperma|Kondisi yang membuat pria butuh obat penambah sperma|Apakah ada efek samping?|Cara alami meningkatkan kesuburan pria
Macam-macam Obat Penambah Sperma untuk Mengatasi Masalah Kesuburan

Jumlah sperma pada pria menjadi salah satu faktor penting terjadiya kehamilan. Maka dari itu, jika jumlahnya di bawah normal akan memengaruhi cara agar cepat hamil. Tidak jarang, banyak pria yang mencari informasi mengenai obat kesuburan pria sebagai penambah sperma. Simak penjelasan lengkap tentang obat atau suplemen penambah sperma yang perlu diketahui di bawah ini.

Jenis-jenis obat penambah sperma

obat penambah sperma

Cara untuk mengetahui seberapa banyak jumlah sperma yang Anda miliki adalah dengan melakukan tes kesuburan.

Hal ini juga diperlukan ketika pria akan melakukan persiapan kehamilan.

Apabila masalah yang telah dievaluasi dokter adalah jumlah sperma yang rendah, maka ia akan menentukan perawatan yang sesuai dan diperlukan.

Dikutip dari Mayo Clinic, ada kemungkinan Anda akan melakukan perawatan dengan obat tertentu.

Umumnya, obat yang paling sering digunakan adalah obat hormon. Walaupun, ada pula beberapa obat jenis lain yang dianggap efektif untuk kesuburan pria.

Berikut beberapa jenis obat yang dikategorikan sebagai obat penambah sperma, seperti:

1. D-Aspartic acid

Suplemen D-aspartic acid (D-AA) merupakan jenis asam amino yang disebut dapat meningkatkan kadar testosteron.

Yaitu, hormon pria yang memainkan peranan penting dalam kesuburan pria. Sebenarnya, obat ini awalnya digunakan sebagai suplemen makanan.

Akan tetapi, suplemen ini juga bisa digunakan sebagai obat untuk penambah jumlah sperma pada pria.

Pasalnya, D-AA ini secara alami sering muncul pada kelenjar testis, baik pada air mani maupun sperma.

Jumlahnya akan lebih sedikit pada pria yang mempunyai masalah kesuburan dibanding pria subur.

Oleh sebab itu, suplemen D-AA ini salah satu pilihan yang bisa dijadikan alternatif sebagai obat kesuburan pria.

Namun, tentunya konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum Anda langsung membelinya.

2. Tribulus terrestris

Tribulus terrestris atau dikenal sebagai puncturevine, adalah ramuan obat yang sering digunakan sebagai penambah sperma dan meningkatkan kesuburan pria.

Sebuah penelitian yang dimuat di dalam jurnal berjudul AYU, obat penambah sperma ini dapat meningkatkan libido dan fungsi ereksi.

Tribulus terrestris memang tidak secara spesifik dapat meningkatkan kadar testosteron.

Maka dari itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi kegunaan dari obat ini.

Salah satunya adalah mengetahui apakah ada efek dari afrodisiak, zat kimia yang digunakan untuk merangsang gairah seksual dari herbal ini.

Sekaligus mengamati risiko serta manfaat dalam jangka panjang dari penggunaannya.

3. Clomiphene

Obat ini sering digunakan untuk mengatasi penyebab wanita susah hamil. Yaitu, untuk meningkatkan ovulasi pada wanita yang tidak bisa menghasilkan sel telur.

Namun, obat ini juga bisa diberikan oleh dokter sebagai penambah sperma dan mengatasi masalah kesuburan pria.

Clomiphene tergolong obat-obatan non-steroid yang dapat meningkatkan produksi hormon reproduksi.

Hormon-hormon tersebut adalah hormon pituitari, hormon follicle-stimulating atau FSH, dan luteinizing hormone (LH).

Lalu, salah satu cara kerja obat ini pun adalah untuk memproduksi sperma yang sehat.

4. Gonadotropin

Satu lagi obat atau suplemen yang bisa Anda gunakan untuk penambah sperma, yaitu gonadotropin.

Obat ini adalah obat hormon yang disuntikkan dan memiliki dua bentuk utama, yaitu:

  • human chrionic gonadotrophin (hCG).
  • human menopausal gonadotrophin (hMG) yang mengandung FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (lutenizing hormone).

Di antara kedua jenis obat tersebut, hCG termasuk yang paling banyak digunakan.

Obat ini akan diresepkan oleh dokter untuk melindungi tubuh dari gejala hipogonadisme.

Ini terjadi saat testis tidak menerima sinyal dari otak untuk membuat sperma.

Obat ini akan menstimulasi testis secara langsung agar memproduksi hormon testosteron dan meningkatkan produksi sperma.

Hormon testosteron harus terus diproduksi karena dibutuhkan untuk menjaga produksi sperma dan ukuran testis agar tetap stabil.

Namun, jika setelah 6 bulan jumlah produksi sperma tidak mengalami peningkatan, sebaiknya melakukan suntik hormon hMG.

Hormon ini adalah campuran dari beberapa hormon yang diproduksi kelenjar pituitari untuk membantu sistem reproduksi.

5. Anastrozole

Anastrozole dapat digunakan untuk mengurangi gejala hypoandrogenism pada pria.

Seperti kekurangan energi, massa otot yang berkurang drastis, menurunkan libido, dan terjadinya disfungsi ereksi.

Pada pria, obat tersebut bekerja dengan cara menghalangi enzim aromatase untuk mencegah testosteron berubah menjadi estradiol.

Mekanisme ini akan membantu hormon testosteron meningkat, sementara hormon estrogen menurun.

Apabila hormon estrogen menurun, maka produksi sperma pun kemungkinan akan meningkat.

Selama menggunakan obat penambah sperma ini, dokter akan mengawasi kadar hormon testosteron yang berubah menjadi estradiol.

Ini dilakukan untuk mencari tahu apakah obat ini efektif mengatasi kondisi Anda.

6. Coenzym Q10

Berbeda dengan obat sebelumnya, coenzyme Q10 bisa didapatkan dari makanan atau suplemen untuk penambah sperma.

Conezym Q10 mengandung anti-oksidan yang bermanfaat untuk berbagai masalah kesehatan termasuk kesuburan pria.

Suplemen ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas serta motilitas sperma.

Tidak hanya itu saja, obat penambah sperma ini juga dapat meningkatkan jumlah sel darah putih pada air mani.

Kandungan conezym Q10 dalam air mani juga memengaruhi seberapa banyak jumlah sperma yang diproduksi.

Cara untuk mengetahui apakah suplemen ini memberikan manfaat atau tidak adalah dengan melakukan tes kesuburan.

Kondisi yang membuat pria butuh obat penambah sperma

Ada berbagai macam penyebab infertilitas atau masalah kesuburan pada pria.

Maka dari itu, tidak jarang ketika mengalami kondisi kesehatan tertentu Anda membutuhkan obat kesuburan untuk menambah sperma.

Berikut beberapa kondisi yang perlu diperhatikan:

1. Varikokel

Salah satu masalah kesuburan pria ini ditandai dengan pembengkakan di pembuluh darah atau varikokel, sehingga membuat testikel kekurangan darah.

Kemungkinan besarnya, kondisi ini menyebabkan regulasi temperatur pada testikel menjadi tidak normal.

Hal ini bisa menyebabkan berkurangnya kualitas sperma yang dihasilkan oleh pria yang mengalami kondisi ini.

2. Infeksi

Infeksi dapat menyebabkan masalah kesuburan pria, karena memengaruhi produksi atau kualitas dari sperma itu sendiri.

Di sisi lain, kondisi ini juga bisa menimbulkan luka yang menghalangi jalan keluar sperma.

Meskipun infeksi yang menyerang alat kelamin pria biasanya merusak testis secara permanen.

Biasanya kondisi ini masih bisa diatasi menggunakan obat penambah sperma agar tetap diproduksi.

3 Ketidakseimbangan hormon

Masalah kesuburan yang bisa ditangani dengan obat penambah sperma adalah ketidakseimbangan hormon.

Tidak suburnya seorang pria bisa disebabkan oleh penyakit yang menyerang testis.

Salah satu masalah kesuburan adalah rendahnya kadar hormon testosteron yang memengaruhi produksi sperma.

Selain itu, bisa saja kondisi ini terjadi karena ada masalah sistem hormon termasuk pada kelenjar hipotalamus, pituitari, tiroid, dan adrenal.

Apakah ada efek samping?

Efek samping menggunakan obat penambah sperma

Sama halnya dengan penggunaan obat secara umum, mengonsumsi obat atau supelemen penambah sperma juga terdapat efek samping.

Perlu pula diperhatikan apabila efek samping ini bisa terjadi apabila Anda mempunyai kondisi kesehatan tertentu.

Beberapa efek samping yang mungkin bisa terjadi setelah mengonsumsi obat penambah sperma, di antaranya:

  • Mual dan muntah.
  • Ruam kulit.
  • Pandangan mata buram.
  • Sakit kepala.
  • Insomnia.
  • Berat bada bertambah.
  • Penurunan napsu makan.

Oleh sebab itu, sebelum Anda mengonsumsi obat penambah sperma, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Sebaiknya, pastikan pengobatan apa yang cocok dengan kondisi kesehatan saat ini.

Akan lebih baik jika Anda memberi tahu segala jenis obat-obatan yang dikonsumsi untuk mengatasi kondisi kesehatan lain.

Maka, dokter bisa mengetahui apakah ada kemungkinan risiko atau efek samping antara suplemen penambah sperma dengan lainnya.

Perlu pula diperhatikan apabila pengobatan ini dilakukan ketika masalah kesuburan yang Anda alami adalah karena tingkat hormon yang terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Cara alami meningkatkan kesuburan pria

meningkatkan kualitas sperma, manfaat vitamin D

Sebenarnya, selain menggunakan obat kesuburan pria, ada cara alami yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan kesuburan.

Cara ini tentu saja tidak melibatkan penggunaan obat, melainkan berbagai pilihan gaya hidup yang lebih sehat.

Berikut adalah berbagai cara alami penambah sperma tanpa menggunakan obat, seperti:

1. Perbanyak berolahraga

Tidak hanya dengan mengonsumsi obat penambah sperma, pria bisa melakukan olahraga untuk meningkatkan kesuburan.

Rutin berolahraga juga dapat meningkatkan kadar hormon testosteron di dalam tubuh.

Sebuah penelitian dalam European Journal of Applied Physiology menjelaskan bahwa pria yang rutin berolahraga memiliki kadar testosteron serta kualitas sperma yang lebih baik.

Namun, jangan sampai Anda berolahraga secara berlebihan. Hal ini justru dapat menurunkan kadar testosteron di dalam tubuh.

2. Hindari stres

Sebenarnya, tanpa perlu menggunakan obat jenis apa pun, Anda bisa meningkatkan kesuburan secara alami.

Salah satunya dengan menghindari berbagai kondisi yang dapat menyebabkan perasaan stres. Ini dapat memengaruhi kesuburan serta kepuasan seksual.

Lalu, stres berkepanjangan dapat meningkatkan hormon kortisol yang memiliki efek negatif terhadap hormon testosteron.

3. Perbanyak istirahat

Jika Anda ingin meningkatkan kualitas sperma tanpa harus menggunakan obat, coba untuk beristirahat.

Khususnya jika Anda selama ini selalu kurang tidur dan tidak beristirahat dengan cukup.

4. Berhenti merokok

Alih-alih menggunakan obat penambah sperma, berhenti merokok bisa menjadi salah satu cara alami untuk meningkatkan kesuburan.

Pasalnya, pria yang merokok dapat mengalami penurunan kualitas sperma yang diproduksinya.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Male Fertility Drugs. (2020). Retrieved 15 October 2020, from https://healthcare.utah.edu/fertility/treatments/male-fertility-drugs.php

Drugs, H. (2020). Anastrozole: MedlinePlus Drug Information. Retrieved 15 October 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a696018.html

Low sperm count – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-sperm-count/diagnosis-treatment/drc-20374591

Alahmar, A. (2019). The impact of two doses of coenzyme Q10 on semen parameters and antioxidant status in men with idiopathic oligoasthenoteratozoospermia. Clinical And Experimental Reproductive Medicine, 46(3), 112-118. doi: 10.5653/cerm.2019.00136

System, L., Home, U., Services, T., Center, F., & Health, L. (2020). Low Sperm Count and Poor Sperm Health. Retrieved 15 October 2020, from https://umiamihealth.org/en/treatments-and-services/fertility-center/low-sperm-count-and-poor-sperm-health

Low sperm count Disease Reference Guide – Drugs.com. (2020). Retrieved 15 October 2020, from https://www.drugs.com/mcd/low-sperm-count

Medical Treatments for Male Infertility. (2020). Retrieved 15 October 2020, from https://nyulangone.org/conditions/male-infertility/treatments/medical-treatments-for-male-infertility

Sellandi, T., Thakar, A., & Baghel, M. (2012). Clinical study of Tribulus terrestris Linn. in Oligozoospermia: A double blind study. AYU (An International Quarterly Journal Of Research In Ayurveda), 33(3), 356. doi: 10.4103/0974-8520.108822

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 10/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x