4 Obat Cepat Hamil yang Paling Sering Digunakan, Plus Risiko Efek Sampingnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Bagi pasangan yang ingin punya momongan, kehamilan kadang bisa tidak terjadi begitu saja. Salah satu cara cepat hamil yang banyak dicoba orang-orang adalah dengan minum obat tertentu. Apa saja pilihan obat cepat hamil itu, dan apakah benar aman dikonsumsi?

Mengenal berbagai obat cepat hamil, dan risiko efek sampingnya

Obat cepat hamil atau obat kesuburan umumnya bekerja untuk membuat hormon dalam tubuh lepas dengan cepat sehingga nantinya bisa memicu ovulasi terjadi. Namun, beberapa obat cepat hamil memang ada yang mempunyai efek samping tertentu. Apa saja itu?

1. Clomiphene citrate

Clomiphene adalah obat yang bekerja merangsang kerja kelenjar pituitari untuk membuat FSH (follicle stimulating hormone). Hormon ini berperan untuk merangsang sel telur agar cepat matang. Obat ini juga akan membuat Anda lebih cepat berovulasi agar hamil.

Obat ini sering digunakan untuk wanita yang memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau masalah lain dengan ovulasi. Clomiphene tersedia dalam tablet generik.

2. Metformin hydrochloride

Metformin hydrochlorida umumnya digunakan sebagai obat diabetes, tapi juga biasa diresepkan untuk wanita yang mengalami sindrom ovarium polikistik atau PCOS. Obat cepat hamil ini biasanya dikonsumsi sendiri atau bisa digabung berbarengan dengan clomiphene.

Yang harus Anda waspadai adalah risiko efek sampingnya. Metformin dapat menurunkan kadar insulin dalam darah yang kemudian juga menurunkan kadar testosteron.

Bila Anda mengalami berat badan yang lebih dari batas normal, obat ini bisa berdampak mengganggu kestabilan kadar insulin dalam tubuh Anda. Konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan obat ini lebih lanjut.

3. Bromocriptine

Bromocriptine adalah obat untuk penyakit Parkinson yang juga dapat meredakan gemetar (tremor). Beberapa wanita diresepkan obat ini untuk mempercepat kehamilannya. Obat ini dapat digunakan dalam bentuk tablet ataupun kapsul yang dimasukkan ke vagina.

Bromokriptin bekerja merangsang otak untuk mengendalikan produksi hormon prolaktin dalam tubuh. Terlalu banyak prolaktin dapat mengurangi tingkat hormon estrogen, yang akan membuat Anda sulit hamil.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa saat menggunakan bromokriptin (Parlodel), banyak wanita langsung mengalami ovulasi tanpa menunggu waktu lama dan bisa hamil lebih cepat.

Namun, tidak semua wanita boleh menggunakan obat cepat hamil ini. Bromokriptin bisa membuat Anda jadi sulit hamil apabila digunakan sembarangan. Pasalnya, obat ini akan menyeimbangkan beberapa hormon untuk mencegah pelepasan sel telur terjadi.

Maka, penggunaan obat ini sengaja diperuntukkan bagi wanita yang mengalami hiperprolaktinemia (kelebihan produksi hormon prolaktin)

4. Gonadotrophins

Gonadotrophins adalah obat yang terbuat dari luteinising hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH. Kombinasi kedua zat ini bekerja mempercepat kematangan sel telur. Biasanya obat cepat hamil ini diberikan dengan cara disuntikkan.

Gonadotropin merupakan salah satu obat yang bisa membuat sel telur dapat membesar dan menyebabkan rasa nyeri di perut. Parahnya, obat ini akan menyebabkan wanita mual dan muntah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca