Kelainan genetik seperti sindrom Down bisa diketahui lewat sebelum bayi dilahirkan melalui NIPT. Seperti apa pemeriksaan kehamilan ini? Yuk, cari tahu lebih lanjut supaya Anda memahami manfaat dari pemeriksaan kehamilan ini!
Kelainan genetik seperti sindrom Down bisa diketahui lewat sebelum bayi dilahirkan melalui NIPT. Seperti apa pemeriksaan kehamilan ini? Yuk, cari tahu lebih lanjut supaya Anda memahami manfaat dari pemeriksaan kehamilan ini!

NIPT (non-invasive prenatal testing) adalah tes skrining selama kehamilan untuk melihat apakah janin berisiko mengalami kelainan kromosom.
Kelainan yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan ini antara lain sindrom Down (trisomi 21), trisomi 18 (sindrom Edwards), dan trisomi 13 (sindrom Patau).
NIPT disebut juga sebagai skrining DNA bebas sel (cfDNA) atau non-invasive prenatal screening (NIPS). Selain untuk mengetahui risiko kelainan genetik, tes ini juga dapat menunjukkan jenis kelamin janin.
Tes skrining ini memang dapat memperkirakan apakah janin mengalami suatu kelainan, tapi tidak untuk mendiagnosisnya.
Nantinya berdasarkan hasil NIPT test, dokter kandungan mungkin akan menyarankan tes diagnostik. Tes diagnostik inilah yang memberikan jawaban pasti apakah janin memiliki kondisi tertentu atau tidak.

Tes kehamilan ini digunakan untuk melihat risiko kelainan kromosom pada janin seperti berikut.
Tes prenatal non-invasif membantu menentukan kemungkinan janin dilahirkan dengan kelainan kromosom tertentu.
Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menjalankan tes skrining genetik ni bila Anda memiliki kondisi berikut.
Dulunya, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) hanya merekomendasikan NIPT bagi ibu hamil yang dianggap berisiko tinggi.
Namun, kini dokter dan tenaga medis disarankan untuk menawarkan ibu hamil untuk mengikuti tesnya, apa pun risikonya.
Selama tes ini, dokter akan mengambil sampel darah untuk mencari kelainan pada DNA janin. Perlu diketahui bahwa DNA Anda ada di dalam semua sel tubuh. Sel-sel tersebut terus membelah dan menciptakan sel-sel baru.
Ketika sel-sel rusak, fragmen DNA kecil dilepaskan ke aliran darah. Oleh sebab itu, tubuh Anda memiliki sejumlah kecil DNA janin yang beredar di dalam aliran darah selama kehamilan.
Biasanya, harus ada sekitar 4% fragmen DNA janin dalam darah ibunya agar hasilnya bisa terdeteksi.
Sampel darah diperoleh melalui pembuluh darah pada lengan Anda. Kemudian, dokter mengirim sampel ini ke laboratorium untuk dianalisis dan diketahui kemungkinan adanya kelainan.
Berikut adalah beberapa hasil pemeriksaan yang mungkin Anda dapatkan.
Ini adalah hasil NIPT test yang paling umum, tetapi bukan jaminan bahwa bayi tidak memiliki kelainan kromosom sama sekali. Risikonya tetap ada, tetapi rendah.
Hasil ini menunjukkan kemungkinan kelainan kromosom pada kehamilan. Tergantung pada kromosom yang terlibat, ada kemungkinan variabel positif palsu.
Hasil positif juga bisa menjadi indikasi kelainan kromosom yang diisolasi pada plasenta (bukan pada janin), atau pada beberapa kasus, kelainan kromosom ibu.
Saat Anda mendapatkan hasil positif atau berisiko tinggi, Anda juga akan mendapatkan nilai prediktif positif (PPV).
Hasil tes NIPT ini benar-benar positif. Banyak faktor yang mempengaruhi angka ini, termasuk sensitivitas tes tertentu, kejadian kondisi yang diketahui, dan usia ibu.
Misalnya, NIPT adalah yang paling akurat dalam skrining sindrom Down, sehingga PPV biasanya lebih tinggi untuk sindrom Down dibandingkan beberapa kondisi lainnya.
PPV dari hasil skrining sindrom Down yang positif mungkin lebih tinggi pada ibu berusia 40 tahun dibandingkan ibu berusia 30 tahun.
Hasil tes ini menandakan tidak cukupnya fragmen kromosom plasenta dalam sampel darah untuk menjalankan tes, sering kali karena masa kehamilan masih terlalu dini.
Hal ini dapat juga terjadi karena beberapa faktor, seperti:
Ini adalah hasil tes langka yang menunjukkan dugaan kelainan di luar kelainan umum yang diperiksa NIPT. Dokter dapat membantu memperjelas apa yang mungkin ditunjukkan oleh hasil pemeriksaan ini.

Hasil dari tes NIPT terkadang membutuhkan waktu hingga dua minggu meskipun hasilnya sering kali diketahui lebih cepat.
Dokter akan menerima hasil tes terlebih dahulu, kemudian membagikan hasilnya kepada Anda.
NIPT merupakan tes skrining, yang artinya tidak memberikan jawaban ya atau tidak untuk pertanyaan apakah suatu janin memiliki suatu kelainan.
Hasilnya hanya akan menunjukkan apakah ada peningkatan atau penurunan risiko janin terhadap kondisi kelainan tersebut.
Kebanyakan laboratorium memberikan hasil terpisah untuk setiap kondisi yang diperiksa. Misalnya, Anda mungkin mendapatkan hasil positif atau berisiko tinggi untuk trisomi 13, tetapi hasil negatif atau berisiko rendah untuk sindrom Down.
Ada juga kemungkinan bahwa tidak ada hasil tes yang diberikan oleh dokter. Pada kasus ini, Anda dapat mengulangi tes NIPT untuk mendapatkan hasil kedua kalinya.
Jika tes prenatal non-invasif menunjukkan bahwa janin berisiko mengalami kelainan kromosom, dokter akan merekomendasikan tes diagnostik seperti berikut.
Penting untuk mendiskusikan hasil NIPT dengan dokter sehingga Anda memiliki semua informasi yang diperlukan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Non-invasive prenatal testing (NIPT). (n.d.). Pregnancy, Birth and Baby. Retrieved 25 June 2024, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/non-invasive-prenatal-testing-nipt
NIPT test (noninvasive prenatal testing). (n.d.). Cleveland Clinic. Retrieved 25 June 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/21050-nipt-test (Accessed: 25 June 2024).
What is noninvasive prenatal testing (NIPT) and what disorders can it screen for?. (n.d.). MedlinePlus. Retrieved 25 June 2024, from https://medlineplus.gov/genetics/understanding/testing/nipt/
Screening for Down’s syndrome, Edwards’ syndrome and Patau’s syndrome: NIPT. (n.d.) GOV UK. Retrieved 25 June 2024, from https://www.gov.uk/government/publications/screening-for-downs-syndrome-edwards-syndrome-and-pataus-syndrome-non-invasive-prenatal-testing-nipt/screening-for-downs-syndrome-edwards-syndrome-and-pataus-syndrome-nipt
What noninvasive prenatal testing can (and can’t) tell you about your baby. (n.d.) UT Southwestern Medical Center. Retrieved 25 June 2024, from https://utswmed.org/medblog/prenatal-genetic-testing-nipt/
Versi Terbaru
02/07/2024
Ditulis oleh Aprinda Puji
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro