Benarkah Pola Tidur Berpengaruh Pada Kesuburan Wanita?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Tidur adalah kebutuhan hidup yang bisa membantu menyegarkan dan memperbaiki sistem otak, mood, dan hormon penting dalam tubuh, termasuk hormon kesuburan wanita. Bila Anda memiliki siklus mestruasi yang tidak teratur, kemungkinan pola tidur Anda buruk. Mengapa demikian? Simak penjelasan di bawah ini.

Kenapa pola tidur berpengaruh terhadap kesuburan wanita?

Otak mengatur hormon melatonin dan kortisol dalam tubuh. Kedua hormon tersebut mengatur ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengendalikan segala fungsi organ manusia. Ritme sirkadian juga mengatur kapan Anda mengantuk di malam hari dan kapan harus bangun di pagi hari.

Hormon melatonin tersebut diproduksi oleh kelenjar pineal, yang terletak di otak dekat pusat penglihatan Anda. Bila mata Anda mendapat sedikit cahaya atau kegelapan, maka kelenjar pineal akan menangkap bahwa hari sudah malam dan meningkatkan produksi hormon melatonin.

Saat kadar hormon melatonin meningkat, akan muncul rasa kantuk dan memicu pelepasan hormon estrogen dan progesteron oleh hormon luteinizing (LH) dan leptin yang memengaruhi kesuburan. Dilansir dari Shape, sebuah penelitian menyatakan bahwa terlalu banyak cahaya di malam hari dari lampu atau televisi dapat memperlambat produksi melatonin sehingga menyebabkan insomnia dan mengacaukan hormon reproduksi wanita. Bisa jadi siklus menstruasi Anda terganggu atau bahkan menurunkan peluang Anda untuk hamil.

Walaupun penelitian yang dilakukan belum terbukti banyak, relasi antarhormon yang berperan dan diproduksi selama tidur menjadi penghubung antara pola tidur dengan kesuburan wanita.

Selain kesuburan, kurang tidur bisa memengaruhi beberapa hal pada tubuh Anda

Kurang tidur dalam jangka panjang bukan hanya mengganggu kesuburan wanita, tetapi juga membuat Anda mudah tersinggung dan murung. Seiring waktu, ini bisa mengurangi kualitas seksual dan menurunkan peluang Anda untuk cepat punya anak. Penyakit seperti diabetes, obesitas, serta penyakit jantung juga lebih rentan terjadi pada orang dengan pola tidur yang buruk.

Dilansir dari Attain Fertility, dr. Tracy Latz, seorang psikiater di North Carolina, Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa kekurangan tidur akibat insomnia berpotensi menyebabkan penuaan dini.

pola tidur sehat

Bagaimana cara mengatur pola tidur yang baik?

Normalnya, kebutuhan tidur untuk orang dewasa adalah sekitar delapan jam. Namun, terkadang Anda mengalami gangguan, speerti insomnia yang mengganggu pola tidur. Beberapa tips berikut dapat membantu Anda memperbaiki pola tidur sehingga Anda memperoleh kualitas tidur lebih baik.

1. Mengelola stres

Ketika Anda sedang merasakan stres, kadar kortisol dalam tubuh menjadi tinggi. Ini akan mencegah Anda untuk rileks dan mendapatkan kualitas tidur yang baik sehingga pola tidur menjadi semakin memburuk. Untuk mengatasinya, cobalah untuk melakukan yoga.

2. Jangan terlalu sering lembur

Menstruasi tidak teratur dan sulit hamil, menurut dr. Phyllis Zee, Ph.D., pimpinan Sleep Disorder Center dan profesor bagian neurologi di Northwestern University Medical School di AS, berkaitan dengan jadwal kerja (shift malam) atau kebiasaan lembur tiap malam.

3. Hindari kebiasaan yang mengganggu tidur

Ada banyak kebiasaan yang bisa mengacaukan pola tidur Anda. Misalnya menonton televisi, main HP, membaca buku, dan mengonsumsi kafein lima jam sebelum jam tidur. Semua kegiatan tersebut membuat Anda lebih susah tidur.

4. Berjemur di bawah sinar matahari

Setiap orang memerlukan paparan sinar matahari setidaknya satu jam setiap hari untuk mengembalikan ritme sirkadian. “Cahaya terang dapat menigkatkan ovulasi, meski penggunaan cahaya terang untuk mengembalikan kesuburan masih dalam penyelidikan”, kata dr. Daniel Kripke, seorang psikiater di University of California, AS.

Bila Anda mengalami gangguan tidur, seperti sleep apnea, insomnia, dan penyakit lainnya yang menyebabkan kualitas tidur Anda menurun. Sebaiknya, segera periksakan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tetap sehingga pola tidur Anda membaik dan normal kembali.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca