Kadar Lemak Dalam Darah Ternyata Memengaruhi Kualitas Sperma Pria

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Lemak merupakan salah satu unsur penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Lemak memiliki peran penting dalam proses metabolisme di dalam tubuh, antara lain sebagai penyusun beberapa struktur sel serta sebagai salah satu sumber energi tubuh.

Asupan lemak dibutuhkan dalam jumlah yang seimbang agar dapat berperan dengan optimal. Kelebihan lemak dalam darah memiliki banyak efek samping, misalnya memicu penyakit jantung serta pembuluh darah. Namun, tahukah Anda bahwa tingginya kadar lemak darah dapat menurunkan kesuburan pria?

Apa hubungan antara lemak dengan sperma?

Dalam saluran cerna, lemak atau lipid akan dipecah menjadi beberapa unsur seperti kolesterol, trigliserida, HDL (lemak baik), LDL (lemak jahat), dan lain-lain. Beberapa bagian lemak ini memiliki efek yang menurunkan aktivitas produksi sperma dan hormon seks.

Hiperkolesterolemia (kelebihan kadar kolesterol dalam darah) misalnya, mengganggu aktivitas sel yang bertanggung jawab untuk menyediakan nutrisi pada sperma. Selain itu, kelebihan kolesterol juga dapat mengurangi aktivitas testosteron, hormon seks utama pada pria.

Kolesterol yang tinggi dalam darah memiliki kecenderungan untuk membentuk radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas merupakan unsur berbahaya yang bersifat merusak sperma dan bisa mengganggu proses pematangan sperma dalam testis.

Sebuah penelitian juga menyimpulkan bahwa hipertrigliseridemia (kelebihan kadar trigliserida dalam darah) dapat menimbulkan efek negatif terhadap jumlah dan motilitas sel sperma. Selain itu, tingginya kadar lemak dalam darah bisa menyebabkan obesitas atau berat badan berlebih. Kondisi obesitas juga memiliki andil terhadap turunnya kualitas sperma.

Bagaimana kelebihan lemak mengganggu kualitas sperma?

Volume air mani

Sebuah penelitian dari Tiongkok mengungkapkan bahwa meningkatnya kadar kolesterol, trigliserida, dan LDL dalam darah dapat menurunkan volume cairan mani. Idealnya, dalam sekali ejakulasi pria akan menghasilkan sekitar 1,5 mililiter air mani yang mengandung sel sperma.

Jumlah sperma

Dalam air mani pria, terkandung sel sperma yang bertugas untuk melakukan pembuahan. Jumlah sperma yang normal dalam satu milliliter air mani adalah 15 juta sel. Jumlah tersebut dibutuhkan supaya kemungkinan terjadinya pembuahan dengan sel telur wanita lebih besar.

Kelebihan lemak dalam darah, terutama kolesterol, bisa menjadi penyebab berkurangnya jumlah sel sperma sehingga terjadi keadaan oligozoospermia, yaitu jumlah sperma yang terlalu sedikit.

Morfologi atau bentuk kepala sperma

Bagian kepala merupakan struktur penting dari sebuah sel sperma. Pasalnya, bagian kepala sperma mengandung enzim-enzim untuk membuahi sel telur wanita serta ada informasi genetik dari pria yang nantinya akan diwariskan pada jabang bayi. Maka, gangguan morfologi atau bentuk kepala dapat menurunkan kesuburan pria.

Sampai saat ini memang belum ada acuan baku mengenai batas aman berbagai jenis lemak tersebut sehingga aman bagi sistem reproduksi laki-laki. Namun, alangkah lebih baik apabila Anda selalu mengonsumsi berbagai bahan makanan secara seimbang disertai aktivitas fisik yang cukup. Jangan ragu juga untuk selalu rutin memeriksakan kadar lemak darah Anda sehingga dapat direncanakan upaya pencegahan penyakit lebih lanjut.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 2, 2017 | Terakhir Diedit: November 30, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca