10 Hal yang Harus Dihindari Jika Ingin Cepat Hamil

Oleh

Lirik kanan-kiri, beberapa pasangan sepertinya bisa cepat hamil tanpa banyak ba-bi-bu dan, simsalabim! Kehamilan pun terjadi. Lain lagi ceritanya bagi sejumlah pasangan yang merasa bahwa perjuangan agar cepat hamil seperti perjuangan berat layaknya mendaki gunung Everest.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan peluang Anda agar cepat hamil (contek di sini, ya!). Tapi usut punya usut, ada juga hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan yang ternyata sama pentingnya untuk kehamilan sukses.

Apa saja yang tidak boleh dilakukan agar cepat hamil?

Berikut adalah 10 hal yang pantang dilakukan ketika Anda sedang mengusahakan kehamilan.

1. Membatasi sesi bercinta hanya di masa subur

Mengetahui kapan tepatnya waktu paling subur Anda penting agar cepat hamil (dua hari sebelum dan sesudah ovulasi), tapi tidak berarti Anda harus membatasi seks hanya di waktu-waktu ini. Sejumlah penelitian menemukan bahwa frekuensi hubungan seks yang lebih sering membantu pria memproduksi sperma yang lebih sehat dan aktif. Cobalah untuk melakukan hubungan seks sekitar tiga kali seminggu di sepanjang bulan, misalnya.

BACA JUGA: 3 Posisi Seks Terbaik yang Meningkatkan Peluang Anda untuk Hamil

Selain itu, terlalu mematuhi jadwal sesi bercinta di sekitar waktu ovulasi saja ternyata dapat memberikan stres pada pasangan Anda untuk selalu memberikan performa terbaiknya. Satu studi menemukan tingkat disfungsi ereksi justru meningkat  pada pasangan yang hanya berhubungan seks terjadwal daripada mereka yang berhubungan seks dengan bebas namun teratur. Ingatlah bahwa seks seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan.

2. Sembarangan menggunakan lubrikan seks

Walau tubuh mampu memberikan cukup pelumasan alami (terutama di sekitar waktu ovulasi), tapi seks bisa jadi lebih nyaman dan menyenangkan lagi ketika Anda terlumasi dengan baik. Namun, kadar pH kebanyakan pelumas seks di pasaran tidak ramah sperma. Bahkan bisa cukup asam untuk membunuh sperma.

Peluang terbaik Anda sebenarnya adalah dengan memperpanjang durasi foreplay sebelum menuju penetrasi. Foreplay berarti lebih banyak rangsangan dan gairah seksual untuk wanita sehingga tubuh akan lebih banyak memproduksi cairan serviks. Cairan serviks sangat penting dalam membantu sperma berenang dan bertahan hidup di dalam vagina.

BACA JUGA: 5 Bahan Produk Pelumas Seks yang Bahayakan Vagina

Jika foreplay masih dirasa tak cukup membuat Anda terlumasi, Anda bisa menggunakan produk lubrikan seks komersil yang telah terbukti aman dan efektif untuk pembuahan. Atau, cobalah menggunakan air hangat sebagai gantinya. Air tidak membahayakan kemampuan sperma unuk mencapai leher rahim. Jika Anda masih tetap merasa kering, jajal pilihan pelumas seks alami.

3. Merokok

Merokok selama kehamilan adalah pantangan terbesar, sehingga Anda mungkin berencana mulai berhenti merokok begitu Anda hamil. Menghentikan konsumsi rokok sebenarnya lebih baik dimulai secepatnya ketika Anda masih mencoba untuk hamil. Wanita yang merokok terbukti lebih sulit hamil, dan merokok membuat telur wanita lebih rentan terhadap kelainan genetik. Merokok juga dapat menyebabkan Anda memiliki kehamilan ektopik, kelahiran prematur, dan bahkan keguguran.

Pada pria, merokok juga menyebabkan jumlah sperma minim dan motilitas (kecepatan berenang) loyo — keduanya menurunkan peluang Anda agar cepat hamil.

4. Minum minuman keras

Mumpung belum benar-benar hamil, tak apa kan untuk sesekali masih menenggak minuman beralkohol favorit? Eits… tunggu dulu. Terlalu banyak minum minuman keras (lebih dari dua gelas sehari atau dua kali seminggu) sudah terbukti terkait dengan masalah kesuburan dan keguguran. Pria yang hobi minum minuman keras juga dapat membahayakan kesuburannya.

5. Ngopi terlalu banyak

Konsumsi kopi yang masih dalam tahap wajar tidak akan membawa masalah berarti pada perencanaan kehamilan Anda. Tapi, jika Anda atau pasangan termasuk tukang ngopi berat, lebih dari dua cangkir (250 ml) kopi per hari, sebaiknya mulai kendalikan kebiasaan ini. Konsumsi kafein berlebihan (lebih dari 200 mg) telah dikaitkan dengan masalah kesuburan. Ini juga termasuk kafein dari semua sumber pangan termasuk teh, cokelat, minuman bersoda, dan hampir semua minuman energi.

BACA JUGA: 7 Cara Mengatasi Kantuk Tanpa Kopi

6. Sembarangan bersih-bersih rumah

Bahan kimia dalam banyak pembersih rumah tangga umum mungkin memiliki efek merugikan pada kesuburan. Paparan tinggi dari BPA (bisphenol A), bahan kimia yang ditemukan di barang-barang plastik, seperti botol minum, wadah makanan, dan bahkan di lapisan kaleng aluminium terbukti mengganggu kesuburan dengan menurunkan jumlah sperma atau mengurangi jumlah telur layak.

BACA JUGA: Perawatan Kecantikan Saat Hamil yang Boleh dan Dilarang

Baca label dan pilih produk yang tidak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Hindari makanan kalengan dan hindari mengonsumsi apapun dari wadah plastik yang melampirkan angka daur ulang 3 atau 7 di kemasannya (biasanya terdapat di bagian bawah wadah).

7. Makan ikan dengan kandungan merkuri tinggi

Anda dan bayi Anda membutuhkan asam lemak Omega-3 yang ditemukan dalam ikan, tapi di saat yang sama Anda juga perlu menghindari kandungan merkuri dalam beberapa ikan yang Anda makan. Caranya adalah dengan menghindari ikan yang diketahui bermerkuri tinggi (tuna halibut, ikan todak, tilefish, tenggiri, ikan bass, marlin, bluefish dan striped bass) tiga bulan sebelum mulai hamil, dan menggantinya dengan ikan yang bermerkuri rendah.

Ikan yang mengandung merkuri rendah tapi asam lemak Omega-3nya tinggi termasuk ikan asin, rainbow trout, salmon, ikan daging putih, sarden, hingga kepiting, udang, dan cumi. Pedoman FDA menyatakan bahwa makanan laut bermerkuri rendah harus dikonsumsi tidak lebih dari 12 ons per minggu.

8. Tidak menjaga berat badan sehat

Wanita yang memiliki BMI rendah (18,5 atau kurang) atau BMInya justru sangat tinggi (lebih adri 30) lebih cenderung untuk memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau justru terlewati. Tubuh yang sangat kurus bisa membuat wanita berhenti berovulasi sama sekali. Di sisi lain, obesitas dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional, preeklampsia, cacat lahir, dan kecenderungan menjalani operasi caesar.

Penting untuk memiliki berat badan yang sehat ketika Anda mencoba untuk hamil (dan selama kehamilan). Jadi, tukar fastfood tercinta Anda dengan lebih banyak sayur dan kacang serta biji-bijian. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi suplemen prenatal serta tetap aktif bergerak dan berolahraga. Olahraga teratur dapat menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, meningkatkan tingkat energi, dan membangun stamina yang Anda butuhkan untuk kehamilan.

9. Stres

Stres adalah salah satu faktor terbesar yang perlu dipertimbangkan agar cepat hamil. Tampaknya semakin keras Anda mencoba untuk hamil, semakin tipis peluang keberhasilannya — dan ini bisa memicu lebih banyak stres. Ada bukti bahwa stres kronis atau intens dapat mengganggu kinerja sistem reproduksi Anda.

Beberapa studi menemukan bahwa terapi alternatif, seperti yoga dan akupunktur, dapat benar-benar memangkas stres sehingga mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk cepat hamil.

10. Obat-obatan tertentu

Jika Anda sedang menggunakan obat-obatan apapun selama mencoba hamil, bicarakan dengan dokter tentang mana yang boleh Anda teruskan dan mana yang harus dihentikan. Anda tidak boleh menghentikan salah satu obat ini sendiri, tapi penyedia layanan kesehatan Anda mungkin dapat meresepkan alternatif yang lebih aman.

Beberapa obat dapat menghambat pembuahan sementara yang lain bisa membahayakan janin yang sedang berkembang. Banyak pereda rasa sakit nonsteroid nonresep dapat membuat lapisan rahim Anda jadi kurang mantap untuk implantasi embrio. Bahkan jika pembuahan berhasil, obat yang mengandung ibuprofen dapat mencegah terjadinya kehamilan. Obat lain seperti antibiotik, antihipertensi, dan antikoagulan harus dievaluasi oleh dokter.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca