Kenapa Ibu Hamil Tidak Boleh Tidur Telentang?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda yang sedang hamil, apalagi setelah memasuki trimester kedua, mungkin merasa kurang nyaman saat tidur. Namun, hati-hati ketika Anda mencoba berbagai posisi tidur. Pasalnya, tidur telentang saat hamil ternyata bahaya bagi janin dan kesehatan Anda sendiri. Bagaimana bisa, ya? Simak terus artikel ini untuk mencari tahu jawabannya.

Bahaya bagi janin jika ibu tidur telentang saat hamil

Menurut seorang pakar kehamilan dan kandungan dari Amerika Serikat, dr. Richard Henderson, tidur telentang saat hamil bisa membahayakan janin. Alasannya, ketika Anda berbaring telentang, beban dari rahim Anda akan memperlambat sirkulasi darah ke area jantung. Akibatnya, jantung jadi kesulitan memompa dan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh, termasuk janin.

Padahal, darah dibutuhkan oleh janin sebagai sumber oksigen serta zat gizi. Menurut sebuah penelitian di New Zealand, gangguan sirkulasi darah ini bisa menyebabkan detak jantung bayi tidak stabil. Akan tetapi, dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan, bahaya-bahaya tersebut umumnya baru akan muncul setelah trimester kedua.

Risiko bagi ibu jika tidur telentang saat hamil

Selain membahayakan bayi, tidur telentang saat hamil juga bisa menimbulkan berbagai risiko bagi Anda. Beberapa di antaranya adalah nyeri punggung, pusing, wasir (hemorrhoid), sulit bernapas, tekanan darah rendah (hipotensi), dan gangguan pencernaan.

Menurut dr. Richard Henderson, sebenarnya sesekali tidur telentang saat hamil tidak menimbulkan risiko yang cukup serius, apalagi kalau hanya beberapa menit saja. Pasalnya, saat tidur Anda mungkin secara tak sadar berubah posisi. Tidur telentang saat hamil baru akan berisiko tinggi jika dilakukan setiap malam.

Posisi tidur ideal bagi ibu hamil

Namun, untuk menghindari risiko apa pun, cobalah untuk tidur dengan posisi yang ideal saat hamil. Tidur dengan posisi menyamping ke kiri adalah cara yang paling aman. Dengan posisi ini, tubuh Anda serta janin akan menerima tekanan yang sangat minim dibandingkan posisi-posisi lain seperti telentang, tengkurap, atau miring ke kanan. Pasalnya, beban dari rahim akan dipindahkan ke sisi Anda, bukan menekan perut, hati, atau organ tubuh lainnya. Sirkulasi darah pun jadi lebih lancar jika Anda tidur dengan posisi miring ke kiri.

Biasakanlah untuk tidur dengan posisi menyamping. Dengan membiasakan posisi ini, kemungkinan Anda berubah posisi waktu tidur akan jadi semakin kecil. Supaya lebih nyaman, Anda juga bisa mengganjal perut dengan bantal.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Telat haid dan mual-mual adalah tanda-tanda hamil yang paling umum. Namun, tahukah Anda, mimisan dan sakit kepala juga termasuk ciri-ciri hamil muda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-11 Bulan

Standar tumbuh kembang bayi sesuai usia penting untuk mengukur pertumbuhan si kecil. Lantas, bagaimana pertumbuhan bayi yang seharusnya di tahun pertama?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 15 Januari 2021 . Waktu baca 15 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cat kuku kutek

Informasi Seputar Cat Kuku dan Dampaknya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
hipospadia

Hipospadia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit