Jenis Kelamin Bayi Sudah Bisa Diketahui di Awal Kehamilan, Dengan Tes Darah

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat hamil, banyak pasangan yang penasaran akan jenis kelamin bayinya, laki-laki atau perempuan. Bahkan, banyak orang di sekitar ibu hamil mungkin menebak-nebak jenis kelamin bayi yang masih ada dalam kandungan. Menebak melalui bentuk perut ibu hamil, perubahan kulit ibu hamil, sampai pada perubahan perilaku ibu hamil. Nah, salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi adalah dengan melakukan tes darah.

Tes darah untuk mengetahui jenis kelamin bayi Anda

Tes darah dapat Anda lakukan untuk mengetahui jenis kelamin bayi Anda, bahkan sejak usia kehamilan Anda baru menginjak beberapa minggu. Tes darah bisa dilakukan lebih awal dibandingkan dengan USG yang baru akurat dilakukan pada usia kehamilan 18-22 minggu untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Jadi, bagi Anda yang tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin calon bayi Anda sejak awal kehamilan, mungkin Anda dapat melakukan tes darah.

Tes darah sebenarnya ditujukan untuk mengetahui kelainan kromosom (seperti Down syndrome) pada janin. Tapi, tes ini juga bisa digunakan untuk menentukan jenis kelamin bayi. Tes darah ini biasa disebut dengan tes DNA sel bebas atau tes prenatal noninvasif. Mengapa dikatakan noninvasif? Karena tes ini tidak dilakukan dengan cara pembedahan atau pengambilan jaringan.

Tes darah dilakukan dengan menggunakan sampel DNA janin yang ada dalam darah ibu. Karena dilakukan dengan mengambil sampel darah ibu, maka tes DNA ini lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan urin ibu. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Journal of American Medical Association, akurasi tes DNA ini adalah sebesar 95,4% untuk bayi laki-laki dan 98,6% untuk bayi perempuan.

Kelebihannya lagi, tes DNA sudah dapat dilakukan sejak usia kandungan 7 minggu untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Dilakukannya tes ini juga tidak akan menimbulkan risiko apapun saat kehamilan. Selain untuk mengetahui jenis kelamin, tes darah juga dapat digunakan untuk mengetahui hubungan orangtua atau ayah dari janin, jenis rhesus golongan darah janin, distrofi otot duchenne, hemofilia, hiperplasia adrenal kongenital, cystic fibrosis, Down syndrome, dan beta-thalassemia. Tes darah sangat disarankan untuk dilakukan oleh ibu hamil yang mempunyai risiko tinggi melahirkan bayi dengan kelainan genetik.

Tidak hanya jenis kelamin yang Anda dapatkan dari tes darah

Ya, tes darah dilakukan bukan hanya untuk tujuan mengetahui jenis kelamin bayi, tapi sebenarnya lebih dari itu dan ini lebih penting. Tes darah juga dilakukan untuk mengetahui kelainan kromosom yang bisa terjadi pada bayi laki-laki atau perempuan. Gangguan seperti hiperplasia adrenal kongenital juga dapat diketahui dari tes ini.

Hiperplasia adrenal kongenital adalah gangguan keseimbangan hormon yang dapat menyebabkan janin perempuan memiliki sifat-sifat maskulin. Bayi perempuan yang lahir dengan gangguan ini dapat mengalami pembengkakan klitoris atau alat kelamin ambigu. Jika gangguan ini sudah diketahui sejak dini melalui tes darah, mungkin gangguan ini bisa ditangani lebih dini.

Mengetahui jenis kelamin berdasarkan kromosom (terutama) penting dilakukan bagi orangtua yang mempunyai bayi dengan alat kelamin ambigu. Dengan mengetahui kromosom bayinya (XX untuk bayi perempuan atau XY untuk bayi laki-laki), maka orangtua juga dapat lebih mempersiapkan dirinya tentang bagaimana cara ia membesarkan anaknya sesuai jenis kelamin.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Telat haid dan mual-mual adalah tanda-tanda hamil yang paling umum. Namun, tahukah Anda, mimisan dan sakit kepala juga termasuk ciri-ciri hamil muda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Anti HBs, Opsi Pemeriksaan Lain untuk Diagnosis Hepatitis B

Tes anti HBs adalah bagian dari rangkaian tes darah untuk mendiagnosis hepatitis B. Lantas, apa artinya jika hasil tes negatif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
cat kuku kutek

Informasi Seputar Cat Kuku dan Dampaknya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit