Ini Risiko Kalau Ibu Mengangkat Barang Berat Saat Hamil

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seiring bertambahnya besarnya kandungan, lama-kelamaan Anda mungkin tidak lagi bisa melakukan kegiatan yang dulu biasa Anda lakukan sendirian. Perubahan tubuh ini wajar terjadi, tapi juga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan mengangkat benda berat saat hamil.

Apakah aman mengangkat barang berat saat hamil?

Salah satu perubahan yang terjadi pada ibu hamil adalah bergesernya pusat gravitasi tubuh yang cenderung ke depan. Tak hanya itu. Peningkatan hormon progesteron saat hamil mengakibatkan otot dan persendian pinggul jadi kendur dan melemas. Mengangkat barang berat saat akan menekan dasar panggul, dan karena rahim dan janin yang di dalam dasar panggul sudah dalam posisi menekan, maka ini jadi menempatkan lebih banyak tekanan pada punggung bawah sehingga membuat otot dan persendian tubuh bawah lebih rentan mengalami kram dan terkilir.

Kombinasi dari bergesernya pusat gravitasi tubuh dan perubahan sistem pendukung tubuh membuat tubuh Anda jadi kurang stabil, sehingga Anda akan lebih mudah kehilangan keseimbangan. Keseimbangan tubuh yang tak mantap dapat menempatkan Anda pada risiko cedera dan jatuh yang lebih besar, apalagi ditambah dengan mengangkat barang berat saat hamil. Kecelakaan jatuh yang serius tidak hanya berbahaya bagi keselamatan Anda, tapi mungkin juga berisiko bagi bayi.

Beberapa studi menunjukkan bahwa sering mengangkat barang berat saat hamil dapat sedikit meningkatkan risiko Anda mengalami keguguran atau bayi lahir dengan berat rendah. Studi lain menemukan bahwa mengangkat beban lebih dari 10 kilogram selama awal kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko preeklampsia. Namun banyak juga studi lain yang menunjukkan hasil bertentangan. Wanita yang berisiko untuk persalinan prematur terutama mungkin perlu untuk menghentikan mengangkat benda berat setelah trimester pertama.

Boleh atau tidaknya ibu mengangkat barang berat saat hamil adalah pertanyaan yang harus Anda ajukan pribadi pada dokter kandungan Anda. Aturan umumnya, akan lebih baik untuk meminta bantuan orang lain untuk mengangkatnya untuk Anda. Jika memang situasi dan kondisi mengharuskan Anda untuk mengangkat barang berat saat hamil, usahakan jangan mengangkat barang yang lebih berat dari 9 kilogram meski hanya sebentar. Jangan pula membawa beban seberat 5 kg secara terus-menerus.

Tips mengangkat barang berat saat hamil

Meski demikian, dokter dapat melonggarkan batas aturan ini apalagi jika Anda sudah terbiasa mengangkat barang berat sebelum hamil. Tapi, usahakan selalu hati-hati setiap kali Anda mengangkat barang berat saat hamil, terutama seiring usia kehamilan berlanjut.

Begini cara amannya kalau Anda harus menggendong anak atau mengangkat barang berat saat hamil:

  • Raih barang dengan berjongkok menekuk lutut Anda, jangan membungkuk di pinggang. Penting untuk menjaga posisi kaki selebar bahu dan punggung tetap selurus mungkin saat Anda berjongkok (bokong dan tulang punggung paralel dengan lantai).
  • Perlahan-lahan, angkat benda dengan kekuatan bertumpu pada lutut. Kemudian, dorong tubuh ke atas perlahan dengan kedua kaki Anda.
  • Jangan membuat gerakan menyentak tiba-tiba sambil mengangkat barang.  Pada saat mengangkat, bernapaslah lewat mulut sehingga perut rata dan dasar panggul berkontraksi.
  • Dekap beban sedekat mungkin pada tubuh.

Perhatikan pula jarak tempuh Anda saat mengangkat barang berat saat hamil. Jarak dekat tidak begitu masalah, namun jarak jauh atau jika harus menaiki tangga sambil membawa berat sebaiknya minta orang lain untuk membantu Anda. Beban pada dasar panggul tidak boleh ditambah lagi. Satu kemungkinan komplikasi parah akibat teledor mengangkat barang berat saat hamil adalah hernia, alias turun bero dalam bahasa awam.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini Hal yang Harus Diketahui!

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 7 menit

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Bagi beberapa pria, air mani bisa bocor bahkan saat sedang tidak dirangsang. Ada beberapa cara mudah untuk mencegah air mani keluar saat puasa.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Aman Tetap Jogging Saat Puasa

Jika Anda berencana untuk tetap jogging saat puasa, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan guna menghindari risiko cedera. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 13/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat prostat

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit