Ini Risiko Kalau Ibu Mengangkat Barang Berat Saat Hamil

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seiring bertambahnya besarnya kandungan, lama-kelamaan Anda mungkin tidak lagi bisa melakukan kegiatan yang dulu biasa Anda lakukan sendirian. Perubahan tubuh ini wajar terjadi, tapi juga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan mengangkat benda berat saat hamil.

Apakah aman mengangkat barang berat saat hamil?

Salah satu perubahan yang terjadi pada ibu hamil adalah bergesernya pusat gravitasi tubuh yang cenderung ke depan. Tak hanya itu. Peningkatan hormon progesteron saat hamil mengakibatkan otot dan persendian pinggul jadi kendur dan melemas. Mengangkat barang berat saat akan menekan dasar panggul, dan karena rahim dan janin yang di dalam dasar panggul sudah dalam posisi menekan, maka ini jadi menempatkan lebih banyak tekanan pada punggung bawah sehingga membuat otot dan persendian tubuh bawah lebih rentan mengalami kram dan terkilir.

Kombinasi dari bergesernya pusat gravitasi tubuh dan perubahan sistem pendukung tubuh membuat tubuh Anda jadi kurang stabil, sehingga Anda akan lebih mudah kehilangan keseimbangan. Keseimbangan tubuh yang tak mantap dapat menempatkan Anda pada risiko cedera dan jatuh yang lebih besar, apalagi ditambah dengan mengangkat barang berat saat hamil. Kecelakaan jatuh yang serius tidak hanya berbahaya bagi keselamatan Anda, tapi mungkin juga berisiko bagi bayi.

Beberapa studi menunjukkan bahwa sering mengangkat barang berat saat hamil dapat sedikit meningkatkan risiko Anda mengalami keguguran atau bayi lahir dengan berat rendah. Studi lain menemukan bahwa mengangkat beban lebih dari 10 kilogram selama awal kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko preeklampsia. Namun banyak juga studi lain yang menunjukkan hasil bertentangan. Wanita yang berisiko untuk persalinan prematur terutama mungkin perlu untuk menghentikan mengangkat benda berat setelah trimester pertama.

Boleh atau tidaknya ibu mengangkat barang berat saat hamil adalah pertanyaan yang harus Anda ajukan pribadi pada dokter kandungan Anda. Aturan umumnya, akan lebih baik untuk meminta bantuan orang lain untuk mengangkatnya untuk Anda. Jika memang situasi dan kondisi mengharuskan Anda untuk mengangkat barang berat saat hamil, usahakan jangan mengangkat barang yang lebih berat dari 9 kilogram meski hanya sebentar. Jangan pula membawa beban seberat 5 kg secara terus-menerus.

Tips mengangkat barang berat saat hamil

Meski demikian, dokter dapat melonggarkan batas aturan ini apalagi jika Anda sudah terbiasa mengangkat barang berat sebelum hamil. Tapi, usahakan selalu hati-hati setiap kali Anda mengangkat barang berat saat hamil, terutama seiring usia kehamilan berlanjut.

Begini cara amannya kalau Anda harus menggendong anak atau mengangkat barang berat saat hamil:

  • Raih barang dengan berjongkok menekuk lutut Anda, jangan membungkuk di pinggang. Penting untuk menjaga posisi kaki selebar bahu dan punggung tetap selurus mungkin saat Anda berjongkok (bokong dan tulang punggung paralel dengan lantai).
  • Perlahan-lahan, angkat benda dengan kekuatan bertumpu pada lutut. Kemudian, dorong tubuh ke atas perlahan dengan kedua kaki Anda.
  • Jangan membuat gerakan menyentak tiba-tiba sambil mengangkat barang.  Pada saat mengangkat, bernapaslah lewat mulut sehingga perut rata dan dasar panggul berkontraksi.
  • Dekap beban sedekat mungkin pada tubuh.

Perhatikan pula jarak tempuh Anda saat mengangkat barang berat saat hamil. Jarak dekat tidak begitu masalah, namun jarak jauh atau jika harus menaiki tangga sambil membawa berat sebaiknya minta orang lain untuk membantu Anda. Beban pada dasar panggul tidak boleh ditambah lagi. Satu kemungkinan komplikasi parah akibat teledor mengangkat barang berat saat hamil adalah hernia, alias turun bero dalam bahasa awam.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Kandungan xylitol dalam permen karet bebas gula diklaim dapat membantu mencegah gigi berlubang. Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Keguguran rentan menyerang kehamilan di usia muda atau trimester pertama. Berikut tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Cara yang Bisa Dicoba Agar Hamil Anak Laki-laki

Katanya, berhubungan intim di hari ovulasi dan dibarengi dengan posisi seks tertentu jadi salah satu cara agar bisa hamil anak laki-laki. Benarkah begitu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sembelit yang Aman Diminum Ibu Hamil

Obat sembelit cukup ampuh mengatasi susah BAB. Apa saja obat pencahar yang aman diminum ibu hamil untuk mengatasi sembelit?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
pengalaman keguguran

Pengalaman Keguguran Berulang Membuat Saya Hampir Putus Asa

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
sarkopenia lansia

3 Kebiasaan Buruk di Masa Muda yang Bisa Picu Sarkopenia Saat Tua Nanti

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit