Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Langkah Pengobatan Tipes Saat Hamil yang Disarankan Dokter

4 Langkah Pengobatan Tipes Saat Hamil yang Disarankan Dokter

Tipes bisa dialami oleh siapa pun, termasuk ibu hamil. Sayangnya pada ibu hamil penyakit yang satu ini bisa memberikan efek buruk untuk janin. Dikutip dari Baby Center, infeksi ini bisa meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga bayi yang juga tertular penyakit tipes. Oleh karena itu, ibu yang memiliki penyakit tipes saat hamil wajib mendapatkan penanganan yang tepat.

Berbagai pengobatan tipes saat hamil

Untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi pada ibu hamil, ada beberapa pilihan pengobatan yang biasanya dilakukan. Di antaranya adalah:

1. Pemberian antibiotik

Antibiotik menjadi salah satu obat tipes yang pasti diresepkan. Biasanya antibiotik utama yang diberikan untuk tipes atau demam tifoid adalah kloramfenikol, ampisilin atau amoxicillin, dan trimetroprim-sulfametoxazole (kotrimoksazol).

Bila pemberian salah satu antibiotik ini dinilai tidak efektif maka dapat diganti dengan antibiotik lain seperti ceftriaxone, cefotaxime, dan kuinolon.

Namun, tidak semua antibiotik aman untuk ibu hamil. Ampisilin, amoxicillin, dan ceftriaxone adalah jenis antibiotik yang biasanya aman dikonsumsi untuk ibu hamil.

Sementara kloramfenikol termasuk antibiotik yang masih menimbulkan pro dan kontra untuk ibu hamil di trimester ketiga yang sedang sakit tipes. Pasalnya, obat ini bisa menyebabkan kelahiran prematur, sindrom bayi abu-abu, dan kematian janin di dalam kandungan.

Sementara tiamfenikol tidak dianjurkan untuk dikonsumsi di trimester pertama karena bisa menyebabkan kerusakan pada embrio sehingga membuat janin mengalami kecacatan selama kehamilan. Tak perlu khawatir, dokter akan membantu memilihkan antibiotik mana yang sesuai dan aman untuk Anda.

2. Bed rest

bed rest saat hamil

Selain memberikan antibiotik, dokter biasanya akan meminta Anda untuk bed rest. Hal ini dilakukan agar Anda bisa beristirahat dengan cukup hingga kondisi badan benar-benar pulih. Selain itu, bed rest juga membantu mencegah perdarahan pada usus yang umumnya terjadi ketika tipes.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Anda biasanya diminta untuk bed rest selama kurang lebih 7 hingga 14 hari, tergantung seberapa parah kondisi masing-masing. Mobilisasi hanya boleh dilakukan secara bertahap sesuai dengan pulihnya kekuatan Anda.

3. Banyak minum air putih

banyak minum air putih

Minum air putih sangat baik untuk kesehatan, terlebih saat sedang sakit. Namun, usahakan untuk minum air yang direbus dengan matang sehingga sudah tidak terdapat bakteri berbahaya di dalamnya. Selain itu, sebaiknya Anda tidak minum susu yang belum dipasteurisasi karena dikhawatirkan bakteri yang hidup di dalamnya justru bisa memperparah kondisi Anda.

4. Mengonsumsi makan makanan sehat

makanan rendah kalori

Agar tubuh pulih dengan sempurna, usahakan untuk makan makanan sehat dengan gizi seimbang. Makanan dengan tekstur lunak memudahkan saluran pencernaan untuk menyerapnya dan menghindari terjadinya perdarahan di saluran cerna.

Hindari makanan dengan tekstur keras seperti daging berserat kasar, gorengan, makanan asam, dan makanan berlemak. Selain itu, makanlah dalam porsi sedikit tetapi sering. Hal ini dilakukan untuk meringankan kerja saluran cerna agar tidak terlalu keras.

Jika pengobatan tipes saat hamil sudah dimulai pada tahap awal kemunculan penyakit, maka gejalanya cenderung ringan dan akan mereda setelah dua hari pengobatan. Setelahnya, Anda akan mulai merasa jauh lebih baik setelah empat hingga lima hari pascaperawatan. Dengan perawatan yang cepat dan juga tepat, maka komplikasi serius akan sangat jarang terjadi.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Typhoid in Pregnancy

https://www.babycenter.in/a25016267/typhoid-in-pregnancy accessed on November 15th 2018

Tata Laksana Demam Tifoid Tanpa Komplikasi pada Wanita Hamil Trimester Pertama: Peran Intervensi Dokter Keluarga

http://repository.lppm.unila.ac.id/2385/1/Sakinah-dan-Dwi-_-Tata-Laksana-Demam-Tifoid-Tanpa-Komplikasi-pada-Wanita-Hamil-Trimester-Pertama-Peran-Intervensi-Dokter-Keluarga.pdf accessed on November 15th 2018

Chloramphenicol Pregnancy and Breastfeeding Warnings

https://www.drugs.com/pregnancy/chloramphenicol.html accessed on November 15th 2018

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 28/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x