Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Amankah Cuka Apel untuk Ibu Hamil?

Amankah Cuka Apel untuk Ibu Hamil?

Cuka apel terkenal memiliki manfaat untuk tubuh. Namun, apakah manfaat cuka apel juga berlaku untuk ibu hamil? Memang, jenis cuka ini terbuat dari buah apel yang sudah melalui proses fermentasi. Hanya saja, ibu hamil perlu hati-hati dalam mengonsumsi cuka apel.

Agar tidak salah, sebaiknya perhatikan penjelasan seputar manfaat dan aturan minum cuka apel bagi ibu yang sedang mengandung dalam ulasan ini.

Bolehkah ibu hamil minum cuka apel?

tanda bahaya kehamilan

Sesuai dengan namanya, cuka apel terbuat dari buah apel tetapi sudah melalui proses fermentasi panjang.

Proses fermentasi tersebut menyisakan komponen seperti asam asetat, asam gallic, katekin.

Komponen-komponen itulah yang membuat cuka memiliki manfaat sebagai antioksidan dan antibakteri.

Namun, penting untuk diingat bahwa konsumsi cuka apel untuk ibu yang sedang mengandung perlu perhatian lebih.

Berbeda dengan saat tidak sedang hamil, ibu hamil boleh mengonsumsi cuka apel yang sudah melalui proses pasteurisasi.

Pasteurisasi adalah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme seperti bakteri, jamur, atau protozoa.

Selain itu, pasteurisasi adalah proses untuk memperlambat pertumbuhan mikroba pada makanan.

Cuka apel yang tidak melalui proses pasteurisasi masih mengandung bakteri atau mikroba lain yang berbahaya untuk kesehatan janin.

Hal ini berisiko menyebabkan masalah pada perkembangan janin di dalam kandungan.

Beberapa masalah kesehatan pada janin karena bakteri pada cuka apel yang tidak melalui proses pasteurisasi yaitu:

Sebenarnya, proses pasteurisasi tidak hanya berlaku untuk cuka apel sebelum dikonsumsi oleh ibu hamil.

Ibu hamil juga perlu mengonsumsi susu yang sudah melalui proses pasteurisasi agar perkembangan janin tidak terganggu oleh bakteri.

Manfaat cuka apel untuk ibu hamil

tips minum cuka apel untuk batu ginjal

Cuka apel dikenal berguna untuk perawatan dan pengobatan alami terhadap sebagian masalah kesehatan.

Nah, berikut manfaat cuka apel untuk kesehatan ibu dan janin.

1. Mengandung antibiotik alami

Berdasarkan penelitian dari Food Research International, semua jenis cuka, termasuk yang sudah melalui proses pasteurisasi, mengandung asam asetat.

Asam asetat terkenal sebagai antimikroba yang bisa membunuh bakteri Salmonella, Listeria, dan E. coli.

Ketiga bakteri tersebut adalah penyebab utama diare dan keracunan makanan.

Cuka apel berperan sebagai antibiotik alami yang efektif untuk mengatasi diare saat hamil akibat infeksi bakteri.

2. Mengurangi masalah pencernaan

Penelitian dari International Journal of Pharmacology menyebutkan bahwa sari cuka apel bisa mengubah enzim pencernaan.

Perubahan enzim dalam pencernaan ini bertujuan untuk mencerna lemak dan gula yang ibu konsumsi.

Hal ini sangat baik untuk ibu hamil yang memiliki diabetes tipe 2. Namun, peneliti melakukan penelitian ini pada tikus, bukan manusia.

Maka dari itu, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia. Terlebih, masih belum jelas jenis cuka apel yang digunakan sudah melalui pasteurisasi atau belum.

Mengingat ibu hamil perlu hati-hati dalam memilih cuka apel, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsinya.

Hal ini untuk memastikan memang kondisi ibu dan janin bisa aman untuk minum cuka apel.

Aturan minum cuka apel untuk ibu hamil

manfaat cuka apel untuk batu ginjal

Ibu yang sedang mengandung memang bisa mengonsumsi cuka apel, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Berikut aturan konsumsi cuka apel untuk ibu yang sedang mengandung.

1. Harus sudah melalui proses pasteurisasi

Berdasarkan penelitian terbitan The Journal of Perinatal & Neonatal Nursing, ibu hamil harus berhati-hati dalam mengonsumsi produk yang belum melalui proses pasteurisasi.

Pasalnya, selama masa kehamilan, sistem kekebalan ibu tidak sepenuhnya berjalan dengan baik karena harus berbagi dengan janin.

Cuka apel yang tidak melalui proses pasteurisasi berisiko memicu ibu dan janin mengalami keracunan makanan.

Pada kasus yang parah, janin bisa mengalami keguguran, lahir dalam keadaan meninggal (stillbirth), sampai komplikasi.

Ibu hamil hanya boleh mengonsumsi cuka apel tanpa proses pasteurisasi bila sudah mendapat persetujuan dokter.

2. Perhatikan porsi cuka apel

Cuka apel memang memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh ibu yang sedang mengandung.

Namun, porsi yang terlalu banyak justru bisa memicu rasa mual dan perut mulas.

Sebaiknya, ibu mencampurkan 1-2 sendok makan cuka apel dengan air mineral sekitar 300 mililiter (ml), kemudian minum tiap dua kali sehari.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days
Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Yagnik, D., Serafin, V., & J. Shah, A. (2018). Antimicrobial activity of apple cider vinegar against Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans; downregulating cytokine and microbial protein expression. Scientific Reports, 8(1). doi: 10.1038/s41598-017-18618-x

Mani-López, E., García, H., & López-Malo, A. (2012). Organic acids as antimicrobials to control Salmonella in meat and poultry products. Food Research International, 45(2), 713-721. doi: 10.1016/j.foodres.2011.04.043

Listeriosis and Toxoplasmosis in Pregnancy: Ingenta Connect. (2021). Retrieved 9 August 2021, from https://www.ingentaconnect.com/content/wk/jpn/2016/00000030/00000002/art00011

Antihyperglycemic, Antihyperlipidemic and Modulatory Effects of Apple Cider Vinegar on Digestive Enzymes in Experimental Diabetic Rats. (2021). Retrieved 9 August 2021, from https://scialert.net/fulltext/?doi=ijp.2016.505.513

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 14/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita