Kenapa Ibu Hamil Susah Tidur? Ini 6 Kemungkinan Penyebabnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Selama kehamilan, tubuh mengalami berbagai perubahan, salah satunya ialah insomnia. Pada dasarnya kondisi ini tidak membahayakan bayi Anda, akan tetapi tetap saja ibu hamil membutuhkan istirahat yang cukup demi kesehatan ibu dan janin. Dikutip dari American Pregnancy, insomnia saat hamil merupakan kondisi yang normal dan memengaruhi  78 persen wanita hamil. Mengapa bisa begitu? Cari tahu penyebabnya di sini.

Penyebab susah tidur saat hamil

Insomnia merupakan kondisi ketika seseorang memiliki kualitas tidur yang buruk yang disebabkan oleh hal-hal seperti kesulitan untuk memulai tidur, terbangun lebih sering di malam hari, sulit untuk kembali tidur setelah terbangun, dan tidur tidak pulas.  Berikut beberapa penyebab mengapa insomnia saat hamil kerap terjadi.

1. Perut terasa mulas

Terkadang ibu hamil mengalami gangguan pencernaan akibat perubahan hormon selama kehamilan sehingga menimbulkan rasa mulas dan membuat Anda susah tidur.

Untuk menghindarinya, cobalah untuk tidak makan dalam waktu dua jam sebelum tidur dan terutama menghindari konsumsi makanan pedas.  Biasanya obat antasida seperti Tums, Rolaids, atau Zantac aman selama kehamilan, tetapi Anda harus tanya dulu pada dokter kandungan Anda.

Cara lainnya yaitu Anda bisa menggunakan bantal yang lebih tinggi dan tidur dengan posisi miring ke kiri untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan dan mencegah rasa perih di dada.

2. Gerakan bayi di dalam rahim

Gerakan bayi di dalam rahim bisa membuat Anda terbangun dari tidur. Pasalnya, bayi sering kali bergerak mulai dari menendang hingga memutar. Jika bayi menendang ke arah tulang rusuk, biasanya hal itu cukup membuat ibu terbangun dan merasakan ketidaknyamanan. Tidak ada hal yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan gerakan ini.

Satu-satunya cara yaitu menikmati setiap kontraksi yang terjadi dan mencoba untuk tetap bersantai. Anda bisa menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan agar tubuh lebih rileks.

3. Lebih sering buang air kecil

Sudah bukan hal yang aneh jika ibu hamil makin sering buang air kecil sepanjang hari, termasuk saat malam tiba. Kapasitas kandung kemih biasanya akan menyusut secara signifikan seiring dengan rahim yang terus membesar.

Salah satu cara mengatasi hal ini ialah dengan meminum air sesedikit mungkin dalam satu atau dua jam sebelum tidur untuk membatasi intensitas buang air kecil Anda di pertengahan tidur.

Selain itu, cobalah untuk menjaga lampu kamar dan kamar mandi tetap redup sehingga Anda bisa dengan mudah kembali tidur saat harus terbangun karena harus ke kamar kecil. Pasalnya, lampu yang terang bisa merangsang tubuh Anda untuk tetap terjaga sepanjang malam.

4 .Tidak nyaman karena perut yang terus membesar

Kondisi perut yang terus membesar bisa sangat membuat tidak nyaman. Anda bisa mencoba berbagai posisi tidur yang dirasa nyaman dan menggunakan bantuan bantal tidur khusus untuk ibu hamil untuk menambah kenyamanan tidur. Selain itu, menurut National Sleep Foundation, sekitar satu dari empat wanita hamil biasanya mengalami sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome). Kondisi ini merupakan gangguan sistem saraf yang menyebabkan dorongan besar dan tak tertahankan untuk menggerakkan kaki. Hal ini juga dapat menyebabkan adanya sensasi geli di kaki, betis, dan paha. Sensasi sering kali memburuk di sore dan malam hari.

Sensasi ini tidak hanya dapat dirasakan di kaki, tapi juga di lengan. Sindrom kaki gelisah juga terkait dengan hentakan paksa dari kaki dan lengan, yang dikenal sebagai gerakan tungkai periodik dalam tidur. Jika Anda mengalami hal ini, maka bisa jadi pertanda bahwa Anda kekurangan zat besi dan folat. Usahakan untuk menambah asupan kedua zat ini untuk menghilangkan sindrom kaki gelisah.

5. Kram kaki dan nyeri punggung

Kaki yang kram dan nyeri punggung menjadi hal yang sangat umum terjadi pada ibu hamil. Hal ini sering kali membuat Anda susah tidur atau terbangun saat sedang nyenyak-nyenyaknya. Untuk mengatasi nyeri punggung Anda bisa tidur dengan posisi menyamping dengan menempatkan bantal di antara kedua kaki untuk mengurangi tekanan.

Untuk menghindari kram kaki, Anda juga bisa melakukan peregangan dengan berjalan-jalan santai di sekitar kamar dan meminta pasangan untuk memberikan pijatan lembut sebelum tidur. Selain itu, Anda bisa mencoba untuk meninggikan kaki saat duduk di siang hari dan juga saat Anda tidur.

6. Kecemasan

Kemungkinan terakhir dari insomnia saat hamil yaitu faktor kecemasan. Saat hamil, wanita tak jarang mengalami kecemasan yang berlebihan.  Dari mulai memikirkan perubahan bentuk tubuh hingga membayangkan proses persalinan yang kerap menimbulkan ketakutan tersendiri.  Untuk itu, Anda perlu memanjakan dan menenangkan diri sebelum tidur, salah satunya dengan cara mandi air hangat sebelum tidur.

Cobalah untuk tetap aktif di siang hari, tetapi jangan sampai berlebihan. Melakukan olahraga berisiko rendah seperti berenang, berjalan kaki, dan yoga kehamilan dapat membantu memperbaiki pola tidur Anda di malam hari sehingga insomnia saat hamil dapat teratasi dengan baik.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!