Apa Saja Obat Batuk untuk Ibu Hamil yang Aman Sekaligus Manjur?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Ibu yang sedang mengandung harus berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan. Pasalnya, segala sesuatu yang dikonsumsi oleh sang ibu juga akan berefek terhadap janin yang berada dalam kandungannya. Nah, lalu bagaimana jika Anda mengalami batuk saat hamil? Saat terserang batuk, Anda harus lebih bijak memilih obat batuk untuk ibu hamil mana yang aman dan tak memiliki risiko memunculkan efek samping.

Tidak hanya perlu mengetahui obat batuk apa saja yang boleh dikonsumsi, Anda juga perlu mewaspadai obat batuk yang tidak dianjurkan ketika hamil. Untuk lebih lengkapnya, simak ulasan mengenai obat batuk untuk ibu hamil berikut ini.

Bolehkan meminum obat-obatan saat hamil?

Saat hamil, tubuh ibu banyak mengalami perubahan, termasuk cara kerja sistem imun. Hal ini membuat Anda yang sedang hamil lebih rentan terkena penyakit seperti batuk.

Supaya tetap kondisi ibu dan janin tetap sehat, Anda harus segera mengatasi batuk. Sayangnya, ketika hamil Anda tidak boleh sembarangan minum obat karena beberapa obat bisa meningkatkan risiko cacat pada janin.

Menurut University of Michigan Health System, sebaiknya Anda menghindari konsumsi obat apapun dalam 12 minggu pertama kehamilan atau trimester pertama. Sebab, saat itu merupakan saat yang penting untuk perkembangan organ bayi Anda hingga jadi masa paling rentan bayi terhadap efek samping obat.

Penting juga mengonsumsi obat batuk bagi ibu hamil sesuai dosis yang dianjurkan. Bicarakan dengan dokter atau apoteker tentang obat yang sedang Anda minum sebelum kehamilan. Dokter akan memberi tahu apakah Anda masih tetap aman untuk mengonsumsi obat batuk saat hamil dan jika tidak, dokter akan menganjurkan alternatif lain.

Hindari mengonsumsi obat batuk untuk ibu hamil yang mengandung beberapa bahan untuk mengobati banyak gejala sekaligus. Lebih baik minum obat batuk yang bisa mengobati gejala yang memang sedang Anda rasakan.

Obat batuk untuk ibu hamil yang aman

Inilah beberapa rekomendasi obat batuk untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi setelah masa usia kehamilan mencapai 12 minggu.

Meski begitu, obat batuk  ini tetap memiliki risiko ringan terhadap kehamilan. Maka itu, ibu tetap harus konsultasi dan diskusikan dulu dengan dokter sebelum minum obat batuk  ini. 

1. Ekspektoran

Obat batuk golongan ekspektoran umumnya memang digunakan sebagai pengobatan penyakit batuk. 

Obat batuk untuk ibu hamil ini mengandung guaifenesin yang berfungsi melarutkan dahak atau lendir yang menggumpal. Jadi obat batuk ini baik untuk meringankan batuk berdahak. Efek samping guaifenesin biasanya menyerupai reaksi alergi, tapi hal ini jarang terjadi

Dosis yang tepat untuk mengonsumsi obat batuk ini saat hamil adalah 200-400 miligram per 4 jam tidak melebihi 2,4 gram dalam 24 jam.

2. Antitusif

Antitusif adalah golongan obat supresan yang bermanfaat untuk meredakan batuk. Mekanisme fungsinya belum diketahui secara pasti, tetapi obat yang sering digunakan untuk mengatasi batuk kering ini bekerja langsung pada otak.

Antitusif akan menghambat fungsi batang otak yang mengatur respons dan refleks batuk sehingga frekuensi batuk dapat berkurang.

Ada bermacam-macam obat antitusif, dan kebanyakan di antaranya termasuk dalam golongan opioid yang memiliki efek samping berupa rasa kantuk dan ketergantungan.

Salah satu obat antitusif yang aman bagi ibu hamil adalah dextromethorphan Obat batuk untuk ibu hamil yang termasuk ke dalam golongan supresan ini dapat meredakan gejala batuk kering dengan cepat. 

Dosis aman dalam menggunakan obat batuk ini saat hamil adalah sebesar 10-30 miligram yang bisa diminum per 4-8 jam. Dosis maksimal obat batuk  dalam sehari atau 12 jam dari obat ini adalah sebanyak 120 miligram. 

Untuk tahu apakah obat batuk  ini bebas yang dijual di apotek mengandung dextromerthorphan atau tidak, Anda bisa lihat di bagian kemasan obat. Umumnya, kandungan dextromethorphan dalam obat batuk ditandai dengan label “DM” pada kemasan obat.

3. Dekongestan

Pseudoephedrine and phenylephrine termasuk ke dalam golongan dekongestan merupakan obat yang umum digunakan untuk mengatasi penyakit batuk dan flu. Tapi apakah bisa digunakan sebagai obat batuk untuk hamil?

Dalam penelitian yang dilakukan pada ibu hamil di Swedia, diketahui bahwa tidak ada risiko kehamilan yang terjadi setelah minum obat yang mengandung dekongestan. 

Dekongestan yang berbentuk obat hirup seperti xylometazoline dan oxymetazoline juga dikenal aman digunakan sebagai obat batuk untuk ibu hamil, meski tetap harus mewaspadai efek samping yang ditimbulkannya.

Efek samping yang timbul dari konsumsi obat batuk kering ini adalah mengantuk, pusing, pandangan kabur, sakit perut atau mual, dan tenggorokan kering.

Penderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan tiroid, dan gangguan prostat juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum mengonsumsinya.

4. Nonsteroidal Anti-inflammatory Drug (NSAID)

Penelitian yang dilakukan oleh Canadian Medical Association Journal menyatakan tidak adanya peningkatan risiko keguguran yang diakibatkan oleh obat analgesik, seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, dan diclofenac.

NSAID yang digunakan sebagai obat untuk ibu hamil dapat menghilangkan rasa nyeri dari gejala-gejala batuk yang berlangsung. Meski begitu, jumlah salisilat yang terkadung dalam aspirin  dapat mengakibatkan permasalahan saluran darah pada bayi apabila dikonsumsi di masa akhir usia kehamilan

Obat batuk yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil

Obat batuk yang tidak boleh dikonsumsi untuk ibu hami

Penggunaan obat batuk kombinasi memang tak langsung memberikan dampak negatif bagi janin. Namun saat dikonsumsi sebagai obat batuk saat hamil dalam jangka waktu yang lama dengan dosis yang tinggi, risikonya akan semakin tinggi. 

Maka itu, Anda harus mewaspadai beberapa kandungan dari obat yang memiliki risiko tinggi pada kehamilan. Menurut Mayo Clinic, berikut adalah kandungan obat batuk yang mesti dihindari oleh ibu hamil:

1. Kodein

Obat yang termasuk ke dalam golongan opioid ini dapat mengakibatkan ketergantungan pada bayi ketika lahir jika diberikan di dalam kandungan. Jika kodein digunakan sebagai obat batuk untuk ibu hamil bisa mengakibatkan bayi yang baru lahir mengalami masalah pernapasan.

2. Alkohol 

Apabila ibu hamil mengonsumsi obat yang mengandung kadar alkohol tinggi, maka obat tersebut dapat menyebabkan kecacatan pada bayi. 

3. Iodide

Calcium iodide daniodinated glycerol sebaiknya tidak dikonsumsi sebagai obat batuk saat hamil. Iodide dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar tiroid pada janin dan kerusakan pada saluran pernapasan bayi apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama

Masih kurangnya penelitian terkait pemberian obat OTC sebagai obat batuk untuk ibu hamil menyebabkan masih kurangnya efek samping yang diketahui dari penggunaan obat tersebut.

Sebaiknya selalu baca aturan pakai sebelum minum obat batuk ini. Walaupun beberapa obat dinyatakan aman bagi ibu hamil, tapi sebaiknya konsumsi obat batuk ini tidak melebihi dosis yang sudah diatur.

Kapan harus pergi ke dokter?

Ibu hamil memeriksakan diri ke dokter

Jika kondisi Anda tidak membaik setelah minum obat batuk  sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Hindari minum obat batuk  hamil dalam jangka waktu lama tanpa resep dokter. Dilansir dari American Pregnancy Association, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter jika:

  • Batuk tidak membaik dalam beberapa hari.
  • Kondisi ini sampai menyebabkan Anda tidak nafsu makan atau sulit tidur selama beberapa hari.
  • Anda mengalami demam 38,8 derajat Celcius atau lebih tinggi.
  • Anda mulai mengalami batuk berdahak dengan warna lendir yang tidak biasa.
  • Batuk yang Anda alami disertai dengan nyeri dada dan rasa menggigil. Hal ini mungkin disebabkan oleh infeksi, sehingga Anda perlu ke dokter untuk mendapatkan obat batuk untuk ibu hamil seperti antibiotik.

Pengobatan batuk saat hamil ala rumahan

Ibu hamil beristirahat

Namun sebelum mengonsumsi obat batuk untuk ibu hamil, dokter biasanya menyarankan untuk melakukan penanganan sederhana terlebih dahulu di rumah. Anda biasanya dianjurkan untuk memperbanyak istirahat, minum air putih, dan ditambah dengan konsumsi vitamin yang memperkuat daya tahan tubuh.

Jika anda tidak merasa nafsu makan, cobalah untuk tetap memberi asupan nutrisi ke dalam tubuh dengan makan enam kali sehari dalam porsi yang lebih sedikit.

Selain dengan obat batuk, beberapa cara pengobatan rumahan yang bisa dilakukan oleh ibu hamil guna mengatasi batuknya apabila gejala tak kunjung membaik adalah:

  • Menyemprotkan spray air garam ke tenggorokan atau berkumur menggunakan air garam tersebut.
  • Menghirup uap panas yang berasal dari air hangat atau alat uap untuk melancarkan sirkulasi udara di saluran pernapasan.
  • Minum ramuan madu yang telah dicampur oleh lemon dan teh setiap malam untuk mempercepat penyembuhan infeksi di tenggorokan di saat tidur.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Mendengar detak jantung janin merupakan hal berkesan bagi calon orangtua. Tapi seperti apa perkembangan jantung janin dalam kandungan? Intip di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Cara Mengatasi Dahak yang Mengganggu dan Tak Kunjung Hilang

Dahak yang menumpuk di saluran napas sangat mengganggu. Tak harus obat apotek, cara mengeluarkan dahak scara alami berikut juga bisa Anda coba.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pilek 27 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum teh saat hamil

3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jika Suka Minum Teh Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit