Rekomendasi Obat Batuk Medis, Alami, dan Perawatan Rumahan untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Desember 2020 . Waktu baca 14 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda bingung mengenai keamanan minum obat untuk meredakan gejala batuk saat hamil? Jika ternyata aman, apa saja pilihan obat batuk untuk ibu hamil yang boleh diminum? Memang, Anda bisa melakukan berbagai cara untuk membantu mengatasi batuk saat hamil, termasuk minum obat resep, obat yang dijual bebas, hingga obat alami.

Nah, agar lebih jelas dan yakin, mari simak pilihan cara berikut untuk mengobati batuk saat hamil agar ibu cepat sembuh.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Bolehkah minum obat batuk saat hamil?

Ibu hamil perlu sangat memilah-milah mengenai apa pun yang masuk ke dalam tubuh seperti minuman dan makanan untuk ibu hamil, tak terkecuali obat-obatan.

Meski begitu, ibu hamil boleh minum obat untuk meredakan gejala batuk. Hanya saja, Anda tetap perlu memerhatikan jenis obat dan aturan minumnya.

Ini karena sembarangan minum obat saat hamil berisiko meningkatkan kemungkinan bayi mengalami cacat lahir.

Penting juga untuk minum obat batuk bagi ibu hamil sesuai dosis yang dianjurkan. Bicarakan dengan dokter atau apoteker tentang obat yang sedang Anda minum sebelum kehamilan.

Dokter akan memberi tahu apakah Anda masih tetap aman untuk mengonsumsi obat batuk yang sebelumnya pernah Anda minum.

Jika obat tersebut dirasa tidak aman diminum saat hamil, dokter akan menganjurkan pilihan obat lain yang lebih aman.

Hindari minum obat untuk meredakan batuk saat hamil dengan kandungan berbagai bahan guna mengobati banyak gejala sekaligus. 

Sebaiknya, minum obat batuk yang berfokus mengobati gejala yang memang sedang Anda rasakan, entah hanya mengalami batuk atau kombinasi dari batuk dan flu.

Apa saja obat batuk yang aman untuk ibu hamil?

vitamin prenatal untuk ibu hamil

Ada dua pilihan kelompok obat sebagai cara mengatasi batuk saat ibu sedang hamil. Pertama, yakni obat OTC atau over the counter yang bisa dibeli bebas di apotek.

Kedua, yakni obat yang diresepkan oleh dokter sehingga tidak diperjualbelikan secara bebas.

Berikut rekomendasi obat batuk yang aman untuk ibu hamil agar cepat sembuh:

1. Ekspektoran

Obat batuk golongan ekspektoran bekerja dengan cara mengencerkan dahak atau lendir yang menggumpal di dada dan tenggorokan.

Jadi, obat yang satu ini biasanya memang ditujukan untuk gejala batuk berdahak selama kehamilan.

Obat batuk untuk ibu hamil yang termasuk ke dalam golongan ekspektoran yakni guaifenesin dan bromhexine

Guaifenesin termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA) atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Ini artinya, obat batuk dengan kandungan guaifenesin mungkin berisiko untuk ibu hamil.

Sementara bromhexine termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori A yang berarti tidak berisiko bagi ibu hamil menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Akan tetapi, menurut UT Southwestern, guaifenesin bisa diminum ibu hamil guna meredakan gejala asalkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. 

Jangan lupa, Anda juga harus mematuhi aturan konsumsi obat. Dosis minum obat batuk guaifenesin saat hamil adalah 200-400 miligram (mg) per 4 jam.

Jadi, total konsumsi obat tersebut dalam sehari atau 24 jam sebaiknya tidak melebihi 2,4 gram. Efek samping guaifenesin biasanya menyerupai reaksi alergi, tetapi hal ini jarang terjadi.

2. Antitusif

Antitusif adalah golongan obat supresan yang bermanfaat untuk meredakan batuk.

Mekanisme fungsinya belum diketahui secara pasti, tetapi obat ini digunakan untuk mengatasi batuk kering dengan bekerja langsung pada otak.

Antitusif akan menghambat fungsi batang otak yang mengatur respons dan refleks sehingga frekuensi batuk dapat berkurang.

Salah satu golongan obat batuk antitusif yang aman bagi ibu hamil adalah dextromethorphan.

Dextromethorphan termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C alias mungkin berisiko, menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Obat batuk saat hamil yang termasuk ke dalam golongan antitusif ini diharapkan dapat meredakan gejala batuk kering dengan cepat. 

Dosis aman obat batuk ini yakni sebanyak 10-20 miligram (mg) yang bisa diminum per 4 jam dan 30 mg yang bisa diminum 6-8 jam.

Dosis maksimal obat batuk dextromethorphan dalam sehari atau 24 jam adalah sebanyak 120 mg. 

Obat batuk golongan antitusif termasuk obat over the counter (OTC) atau bisa diperoleh secara bebas tanpa harus melalui resep dokter.

Supaya tahu apakah obat batuk bebas yang dijual di apotek mengandung dextromerthorphan atau tidak, Anda bisa lihat di bagian kemasan obat.

Umumnya, kandungan dextromethorphan dalam obat batuk, termasuk untuk ibu hamil, ditandai dengan label “DM” pada kemasan obat.

Agar lebih aman, pastikan ibu hamil telah mendapat lampu hijau dari dokter maupun apoteker untuk minum obat batuk antitusif.

3. Dekongestan

Dekongestan merupakan obat yang umum digunakan untuk mengatasi penyakit batuk dan flu. 

Dekongestan yang berbentuk obat hirup seperti oxymetazoline dikenal aman digunakan sebagai obat batuk untuk ibu hamil.

Selain mengobati batuk, obat tersebut juga mampu mengobati hidung tersumbat saat flu.

Ini karena oxymetazoline merupakan salah satu pilihan dekongestan hidung yang juga aman digunakan selama kehamilan.

Dengan catatan, Anda tidak memiliki kontraindikasi atau larangan penggunaan obat-obatan tertentu.

Buka itu saja, ada juga obat dekongestan oral (minum) seperti pseudoephedrine and phenylephrine.

Efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi obat batuk kering ini adalah mengantuk, pusing, pandangan kabur, sakit perut atau mual, dan tenggorokan kering.

Obat batuk oxymetazoline, pseudoephedrine, dan phenylephrine termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C alias mungkin berisiko, menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Ibu hamil yang punya penyakit penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan tiroid, dan gangguan prostat juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum minum obat ini.

Dalam kondisi apa pun Anda selama kehamilan sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter maupun apoteker sebelum minum obat batuk golongan dekongestan.

Adakah obat batuk yang tidak diperbolehkan untuk ibu hamil?

Obat batuk yang tidak boleh dikonsumsi untuk ibu hami

Lagi-lagi, tidak semua obat batuk yang biasa Anda temukan terbilang aman untuk diminum oleh ibu hamil.

Ada beberapa obat batuk yang tidak direkomendasikan selama masa kehamilan, baik dari trimester satu, trimester dua, hingga trimester tiga.

Maka itu, Anda harus mewaspadai beberapa kandungan dari obat yang harus dihindari saat hamil karena cukup berisiko.

Kandungan obat batuk yang mesti dihindari oleh ibu hamil untuk mencegah risiko bagi diri dan janin yakni:

1. Kodein

Kodein merupakan obat yang biasanya diresepkan dokter untuk meredakan nyeri ringan atau sedang. 

Selain itu, kodein juga bisa membantu mengobati gejala batuk. 

Kodein termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C alias mungkin berisiko, menurut US Food and Drugs Administration (FDA). 

Meski begitu, obat batuk dengan kandungan kodein tidak direkomendasikan untuk ibu hamil

Ini karena kodein berisiko membuat bayi mengalami masalah pernapasan saat lahir.

Ditambah lagi, menurut Best Use of Medicines in Pregnancy, kodein yang diminum selama kehamilan berisiko membuat bayi mengalami gejala putus zat setelah lahir.

Kondisi ini dikenal dengan nama neonatal abstinence syndrome (NAS).

NAS bisa terjadi pada bayi baru lahir jika selama masa kehamilan sang ibu mengonsumsi zat pemicu ketergantungan, seperti opioid.

Kodein sendiri merupakan obat golongan opioid yang dapat menimbulkan ketergantungan layaknya penggunaan narkotika.

2. Iodine

Iodine atau yodium merupakan kandungan yang biasanya ada di dalam obat sakit tenggorokan.

Sayangnya, jika ibu hamil mengalami batuk yang disertai dengan sakit tenggorokan, kandungan obat batuk yang satu ini tidak diperbolehkan untuk diminum.

Ini karena iodine atau yodium dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar tiroid pada janin dan kerusakan pada saluran pernapasan bayi apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Semua penggunaan obat untuk ibu hamil, termasuk saat batuk, sebaiknya selalu dikonsultasikan dulu dengan dokter maupun apoteker.

Konsumsi obat secara sembarangan ditakutkan dapat menimbulkan efek samping yang kurang baik bagi ibu maupun janin di dalam kandungan. 

Bahkan, meskipun beberapa obat batuk dinyatakan aman bagi ibu hamil, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi melebihi dosis yang dianjurkan.

Alangkah lebih baiknya lagi bila konsumsi obat-obatan, tak terkecuali obat batuk, tidak dilakukan ibu hamil untuk jangka waktu yang lama.

Ini karena konsumsi obat-obatan untuk waktu yang lama berisiko meningkatkan efek samping tertentu, terlebih lagi bila saat ini Anda sedang hamil.

Selain itu, penting juga bagi Anda untuk minum obat yang sesuai dengan jenis batuk selama kehamilan.

Pilihan obat batuk alami untuk ibu hamil

Segala sesuatu yang dikonsumsi oleh ibu hamil dapat berefek secara langsung terhadap kandungan.

Itulah mengapa ibu hamil perlu sangat berhati-hati. Memang, terdapat beberapa jenis obat batuk yang dinyatakan aman penggunaannya.

Akan tetapi, beberapa jenis obat mungkin tidak dianjurkan berkaitan dengan usia kandungan ibu hamil.

Hal ini disebabkan pada periode tersebut tengah berlangsung proses pembentukan organ-organ vital pada bayi.

Efek samping dari obat batuk OTC dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan janin.

Kabar baiknya, masih terdapat pengobatan alternatif yaitu dengan mengonsumsi obat batuk alami selama masa kehamilan.

Selain aman karena terbuat dari bahan alami, bahan-bahan tersebut juga mudah diperoleh dan diolah.

Berikut pilihan obat alami yang sebagai cara mengatasi batuk pada ibu saat sedang hamil:

1. Madu

madu penyubur kandungan

Madu efektif digunakan sebagai obat batuk alami untuk ibu hamil.

Khasiat madu sebagai obat batuk alami untuk ibu hamil dinilai memiliki efek serupa dengan obat batuk yang mengandung dextromethorphan.

Madu sebagai cara mengatasi batuk saat hamil bisa diminum secara langsung dengan takaran 2 sendok teh selama gejala batuk muncul.

Selain itu, Anda juga bisa mencampurkan madu ke dalam teh herbal yang dicampur dengan perasan lemon.

2. Air garam

bahan untuk obat batuk alami ibu hamil dari air garam

Anda dapat memanfaatkan bahan dapur seperti garam sebagai obat batuk alami. Caranya dengan melarutkan setengah sendok teh garam ke dalam secangkir air hangat.

Selanjutnya, berkumurlah menggunakan larutan obat batuk alami ini sebanyak 3-4 kali atau sampai kondisi Anda mulai membaik. Usahakan agar garam jangan sampai tertelan.

Sebagai obat batuk alami untuk ibu hamil, larutan garam akan bekerja dengan cara menarik air sehingga dahak menjadi lebih encer.

Dengan begitu, garam diharapkan dapat membawa bakteri atau kuman penyebab batuk.

Rutin berkurum air garam untuk meredakan batuk juga dapat membantu menjaga kesehatan tenggorokan, pembengkakan di area mulut, dan menjaga napas tetap segar.

3. Jahe

obat asam lambung alami

Jenis rempah yang satu ini dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, salah satunya sebagai obat batuk untuk ibu hamil.

Kandungan bahan alami pada jahe memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang kuat.

Itu sebabnya, jahe dinilai mampu melawan infeksi yang berlangsung di dalam saluran pernapasan sekaligus mencegah perkembangan virus dan bakteri baru.

Manfaat dari obat batuk alami ini dapat diperoleh secara maksimal dengan mengonsumsinya langsung.

Jika tak suka dengan rasa jahe yang pahit, Anda dapat mencoba mencampurnya dengan air perasan lemon, teh, madu, ataupun susu.

Anda juga bisa membuat air jahe atau minuman wedang jahe. Minum obat batuk alami untuk ibu hamil ini sebanyak 2 kali sehari selama mengalami gejala batuk.

4. Kunyit

jamu kunyit asam yang dilarang untuk ibu hamil

Kunyit dinilai dapat mengurangi gejala yang disebabkan oleh penyakit batuk, terutama batuk kering.

Kunyit sebagai obat batuk alami memiliki kandungan kurkumin.

Kurkumin merupakan senyawa anti-inflamasi (antiradang) yang mampu melawan partikel asing penyebab infeksi pada saluran pernapasan.

Cara memanfaatkan kunyit sebagai obat batuk alami untuk ibu hamil adalah dengan menghancurkannya menjadi bubuk halus, lalu mencampurkannya ke dalam satu gelas susu panas.

Selain itu, Anda bisa mencampur kunyit dengan garam dalam teh yang dilarutkan dalam 4 gelas air untuk meredakan rasa gatal pada tenggorokkan.

5. Nanas

jus nanas bermanfaat sebagai obat batuk alami ibu hamil

Nanas bisa digunakan sebagai obat batuk alami karena mengandung bromelain.

Bromelain adalah zat yang memiliki sifat anti-inflamasi sehingga efektif untuk meredakan peradangan di saluran napas yang memicu terjadinya batuk.

Kandungan bromelain yang tersusun dari enzim proteolytic dan protease ini dapat membantu memecah dahak yang menggumpal di bagian tenggorokan dan paru-paru.

Anda bisa mengonsumsi buah nanas segar atau mengolahnya menjadi jus nanas.

Jika dijadikan obat batuk alami saat hamil, coba konsumsi nanas setidaknya 2-3 kali sehari guna meredakan gejala batuk kering.

Namun, sebelum mencoba menggunakan nanas sebagai obat batuk alami, pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap buah ini, ya.

6. Thyme

thyme obat sakit gigi herbal

Thyme adalah tanaman herbal asal Mesir yang juga bisa digunakan sebagai obat batuk alami untuk ibu hamil.

Daun ini mengandung senyawa antioksidan flavonoid yang bisa membantu meredakan peradangan di tenggorokan.

Untuk memanfaatkan thyme sebagai obat batuk alami, Anda bisa menyeduh 2 sendok teh daun thyme kering dalam 1 cangkir air panas.

Kemudian, aduk rata ramuan obat batuk alami ini dan tunggu selama beberapa menit hingga daun meresap dan minumlah selagi hangat.

8. Sup kaldu hangat

Sup yang dibuat dari campuran kaldu tulang, bawang putih, dan sedikit kunyit dapat menjadi obat batuk alami untuk ibu hamil.

Ketika Anda mengalami batuk berkepanjangan, kadar cairan tubuh cenderung menurun sehingga Anda pun rentan mengalami dehidrasi.

Sebagai obat batuk alami, kaldu tulang memiliki kandungan elektrolit (natrium) sehingga tubuh dapat lebih mudah menyerap cairan yang masuk.

Selain itu, obat batuk alami ini juga mengandung senyawa aktif allicin dalam bawang putih yang memiliki fungsi antivirus, antimikroba, dan antijamur.

Ketiga zat tersebut dinilai baik untuk membunuh berbagai organisme penyebab batuk.

Sementara itu, kunyit bertugas untuk melawan peradangan yang membuat batuk tak tuntas dan tenggorokan gatal.

9. Daun mint

Daun mint atau pepermint mengandung menthol yang mampu memberikan efek hangat dan lega pada tenggorokan, sekaligus mengencerkan lendir di saluran pernapasan.

Karena fungsinya ini, daun mint bisa dimanfaatkan sebagai salah satu obat batuk alami selama kehamilan.

Akan tetapi, sebaiknya pilih jenis daun yang berkualitas agar manfaat daun mint lebih optimal. Daun mint yang masih segar memiliki warna hijau cerah dan tidak bernoda.

Perawatan rumahan untuk mengobati batuk pada ibu hamil

posisi tidur ibu hamil

Di samping minum obat batuk medis dan alami untuk ibu hamil, Anda juga bisa melakukan sejumlah langkah sederhana sebagai pengobatan tambahan.

Kombinasi konsumsi obat batuk medis, alami, dan perawatan rumahan dapat menjadi cara menyembuhkan batuk agar lebih cepat.

Berikut penanganan di rumah bila ibu hamil mengalami batuk:

Usahakan untuk kebutuhan nutrisi ibu hamil tetap terpenuhi dengan baik meski sedang mengalami batuk. Perhatikan juga beragam makanan yang dilarang untuk ibu hamil.

Tak kalah penting, pastikan kualitas udara di dalam ruangan tetap dalam tingkat kelembapan ideal. Udara yang kering dapat memperburuk kondisi batuk yang dialami ibu hamil.

Sebaliknya, menghirup udara lembab dapat membantu melarutkan dahak yang menggumpal di sepanjang saluran pernapasan. 

Jika gejala batuk pada ibu hamil tidak kunjung sembuh dengan obat medis, alami, maupun perawatan rumahan, sebaiknya periksakan lebih lanjut ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Bepergian untuk Penderita Alergi dan Asma di Masa PSBB Transisi

Harus pergi ke luar rumah? Ketahui tips aman bepergian untuk penderita asma dan alergi, terutama mencegah batuk yang membandel di musim pancaroba.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
bepergian aman untuk penderita alergi
Asma, Kesehatan Pernapasan 2 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Mengatasi Dahak yang Mengganggu dan Tak Kunjung Hilang

Dahak yang menumpuk di saluran napas sangat mengganggu. Tak harus obat apotek, cara mengeluarkan dahak scara alami berikut juga bisa Anda coba.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 27 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ketika sakit saat menyusui, obat tentu jadi solusi cepat. Namun ternyata, Ibu tidak boleh minum sembarang obat. Apa saja obat yang aman untuk ibu menyusui?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan yang dilarang dan dihindari saat batuk

Batuk Makin Parah? Hindari Makanan yang Dilarang dan Pantangannya Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit difteri pada anak

Difteri

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
sinusitis adalah

Sinusitis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
gejala flu

7 Gejala Flu yang Tidak Boleh Disepelekan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 7 menit