backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Masuk Angin Saat Hamil? Atasi dengan Cara Ini!

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Klinik Chika Medika


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 02/02/2023

    Masuk Angin Saat Hamil? Atasi dengan Cara Ini!

    Tidak dapat dipungkiri bahwa ibu hamil kerap merasa tidak nyaman karena berbagai masalah kesehatan, salah satunya masuk angin. Pasalnya, kondisi ini bisa mendatangkan berbagai gejala sekaligus.

    Lantas, adakah cara yang tepat untuk mengatasi masuk hamil selama kehamilan?

    Penyebab dan gejala masuk angin saat hamil

    Salah satu alasan mengapa ibu hamil lebih mudah masuk angin yakni perubahan hormon.

    Sebagai contoh, peningkatan hormon progesteron pada awal kehamilan membuat usus menjadi lebih rileks sehingga mengganggu sistem pencernaan.

    Selain itu, tubuh janin yang semakin membesar akan terus menekan rongga perut. Alhasil, gas dalam perut akan sulit dikeluarkan.

    Penurunan sistem imun yang bertujuan agar tubuh ibu tidak menganggap janin sebagai benda asing juga menimbulkan dampak tersendiri, yaitu membuat ibu lebih mudah merasa tidak enak badan.

    Masuk angin sendiri bisa menimbulkan berbagai gejala yang membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Beberapa gejala masuk angin saat hamil yang paling umum yaitu:

    • sakit tenggorokan,
    • bersin-bersin,
    • hidung tersumbat atau berair,
    • perut kembung selama hamil,
    • mual,
    • demam ringan,
    • batuk, dan
    • sakit kepala.

    Cara mengatasi masuk angin saat hamil

    cara mengatasi masuk angin saat hamil

    Pada dasarnya, masuk angin tidak memerlukan pengobatan khusus karena kondisi ini biasanya akan membaik dengan sendirinya.

    Akan tetapi, gejala masuk angin mungkin membuat ibu hamil merasa tidak nyaman.

    Nah, berikut merupakan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masuk angin pada ibu hamil.

    1. Minum air putih

    Jika ibu hamil minum air putih yang cukup, sistem pencernaannya akan menjadi lebih lancar sehingga gejala masuk angin berupa sembelit pun dapat berkurang.

    Ibu hamil setidaknya harus minum 8–12 gelas air putih setiap harinya untuk mencegah dehidrasi.

    Mengacu laman Pregnancy, Birth and Baby, ibu hamil juga bisa memenuhi kebutuhan cairan tersebut dengan minum air hangat yang dicampur perasan lemon dan madu.

    2. Gunakan humidifier

    Kelembapan ruangan yang pas dapat meredakan gejala masuk angin berupa hidung tersumbat.

    Alih-alih menggunakan diffuser, ibu hamil sebaiknya memilih humidifier. Selain itu, ibu hamil juga bisa meredakan flu dengan nasal strips atau uap air hangat.

    Jika ibu hamil memilih cara kedua, cukup tempatkan kepala di atas air hangat yang masih mengeluarkan uap dan tahan untuk beberapa saat.

    Pastikan jarak wajah dan air tidak terlalu dekat supaya kulit ibu tidak terluka.

    Apa ibu hamil boleh kerokan?

    Ibu hamil sebaiknya menghindari kerokan saat masuk angin. Meski belum ada penelitian yang menunjukkan bahaya pada kerokan, manfaat kerokan untuk ibu hamil pun belum terbukti secara medis.
    Selain itu, kerokan juga meningkatkan risiko peradangan pada kulit yang tentunya bisa mengganggu kenyamanan ibu hamil.

    3. Pilih makanan berserat

    Sayur dan buah-buahan seperti mangga, wortel, dan alpukat merupakan jenis makanan yang bagus untuk ibu hamil. Pasalnya, keduanya tinggi akan kandungan serat.

    Dengan serat yang cukup, ibu hamil akan lebih mudah buang air besar. Ini sangat penting, sebab sembelit bisa menahan gas yang seharusnya keluar bersama feses tetap berada di dalam perut.

    Namun, ada juga makanan tinggi serat yang tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak, contohnya kacang-kacangan, bawang, dan pisang.

    Pasalnya meski kaya akan serat, makanan yang mengandung gas tersebut bisa memperburuk sembelit pada ibu hamil.

    4. Makan porsi kecil tapi sering

    nutrisi ibu hamil trimester 3

    Ibu hamil sering kali mual saat harus makan dalam jumlah yang banyak. Kondisi ini tentu akan semakin memburuk jika Anda sedang masuk angin.

    Untuk mengatasinya, ibu hamil bisa makan dengan porsi yang lebih kecil tetapi sering. Selain itu, pilihlah camilan sehat untuk ibu hamil, seperti buah-buahan.

    Ibu hamil sebaiknya juga tidak makan dengan terburu-buru. Makan terlalu cepat membuat Anda menelan lebih banyak udara. Kondisi ini tentu meningkatkan risiko kembung karena masuk angin.

    5. Perbanyak konsumsi probiotik

    Satu lagi cara mengatasi masuk angin alami ibu hamil yakni dengan lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi probiotik.

    Dengan mengonsumsi makanan tinggi probiotik saat hamil, kinerja sistem kekebalan tubuh juga akan meningkat.

    Ibu hamil bisa mendapatkan probiotik dari makanan hasil fermentasi, seperti yoghurt, kimchi, dan cokelat hitam.

    Bakteri baik yang terkandung dalam makanan probiotik juga dapat memperlancar pencernaan. Dengan begitu, ibu hamil tidak akan lagi mengalami sembelit.

    6. Menjalani gaya hidup sehat

    olahraga berat badan hamil

    Salah satu cara paling mudah untuk mengatasi masuk angin ialah dengan menjaga kesehatan ibu hamil lewat gaya hidup sehat.

    Berikut merupakan beberapa kebiasaan yang dapat mengurangi risiko masuk angin selama kehamilan.

    • Berolahraga yang cukup sesuai kondisi kandungan Anda.
    • Hindari menyentuh hidung dan mata terlalu sering karena dari sanalah virus banyak masuk ke dalam tubuh.
    • Jangan berbagi alat makan atau alat mandi dengan seseorang yang sedang flu.
    • Sering-seringlah mencuci tangan dengan air sabun, terutama setelah pergi ke luar.

    7. Mengonsumsi obat bila perlu

    Parasetamol dan dextromethorphan merupakan dua contoh obat untuk mengatasi masuk angin yang paling aman untuk ibu hamil. Meski begitu, Anda sebaiknya tetap memberitahu dokter saat akan meminumnya.

    Sementara itu, obat-obatan seperti ibuprofen dan dekongestan sebaiknya tidak dikonsumsi tanpa anjuran dokter. Maka dari itu, jangan sembarangan membeli obat tanpa resep dokter.

    Dokter biasanya akan meresepkan obat untuk mengatasi masuk angin sesuai dengan gejala yang ditimbulkan. Penggunaan obat-obatan biasanya tidak dianjurkan untuk jangka panjang.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Klinik Chika Medika


    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 02/02/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan