backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

6 Tips Mengatasi Jari Tangan yang Bengkak Saat Hamil

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 27/10/2022

6 Tips Mengatasi Jari Tangan yang Bengkak Saat Hamil

Kehamilan memberikan banyak perubahan pada tubuh. Salah satu perubahan mencolok yang mungkin ibu hamil alami yakni pembengkakan jari-jari akibat peningkatan produksi darah dan cairan tubuh. Meskipun wajar, jari tangan bengkak saat hamil dapat menimbulkan sensasi tidak nyaman. Lantas, apa penyebabnya dan bisakah diatasi?

Kenapa jari tangan bengkak saat hamil?

jari tangan bengkak saat hamil

Melansir American Pregnancy Association, selama kehamilan, tubuh memproduksi darah dan cairan sekitar 50% lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan janin yang sedang berkembang.

Cairan berlebih dapat menumpuk pada beberapa anggota tubuh sehingga menyebabkan bengkak yang disebut edema.

Bengkak biasanya sudah mulai terjadi sejak bulan kelima kehamilan dan akan semakin parah seiring bertambahnya usia kandungan, terutama pada trimester ketiga

Hal ini juga dipengaruhi oleh perkembangan janin yang membuat rahim bertambah besar.

Akibatnya, ukuran rahim yang kian membesar ini semakin menekan pembuluh darah dan menghambat aliran darah.

Selain itu, hormon pada tubuh Anda dapat membuat otot pembuluh darah menjadi lebih lunak.

Alhasil, darah tidak bisa mengalir kembali ke jantung secara optimal. Darah dan komponen cairannya pun menumpuk pada tangan, kaki, wajah, serta jari.

Cara mengatasi jari tangan bengkak saat hamil

trapeziectomy

Jari tangan yang bengkak dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan mungkin mengganggu aktivitas sehari-hari.

Agar tidak mengganggu kegiatan harian ibu hamil, berikut beberapa tips mudah untuk mengatasi jari tangan bengkak saat hamil.

1. Kurangi asupan garam

Garam dapat menghambat penyerapan air sehingga memperparah kondisi bengkak pada jari tangan ibu hamil.

Selain diperoleh dari makanan asin dan berbumbu MSG, asupan garam juga didapat dari roti, sereal, dan minuman instan.

Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan kandungan natrium yang tertera pada kemasan sebelum dikonsumsi. 

Menurut panduan Dietary Guideline for American 2020-2025, konsumsi garam yang dianjurkan maksimal 1 sendok teh perhari atau sekitar 2,300 milligram (mg). 

2. Hindari konsumsi kafein

Mengutip American Pregnancy Association, kafein dapat memicu dehidrasi sehingga dapat mengentalkan darah. Akibatnya, bengkak di jari pun akan bertambah parah.

Selain untuk mengurangi bengkak, ibu hamil perlu menghindari kafein untuk mencegah risiko komplikasi kehamilan seperti persalinan prematur, cacat lahir, dan keguguran.

Kafein banyak terdapat pada kopi, teh, dan minuman bersoda. Oleh karena itu sebaiknya Anda stop dulu menenggak minuman tersebut selama masa kehamilan.

3. Menambah asupan kalium

Pembengkakan pada jari bisa bertambah parah apabila Anda kekurangan asupan kalium.

Kalium dapat diperoleh dengan menyantap pisang, melon, jeruk, buah-buahan yang telah dikeringkan, jamur, kentang, ubi, dan kacang-kacangan.

Namun, hindari konsumsi makanan tersebut secara berlebihan agar terhindar dari risiko hiperkalemia.

Jika Anda diberikan suplemen kalium oleh dokter, sebaiknya tanyakan makanan yang tepat untuk Anda konsumsi.

4. Tidur menghadap kiri

Tidur menghadap kiri akan mengurangi tekanan pada pembuluh vena cava inferior.

Pembuluh ini berfungsi mengalirkan darah yang mengandung karbondioksida dari bagian bawah tubuh menuju jantung.

Berbaring menghadap kiri selama hamil juga bisa mengurangi beban dari perut.

Jika pembuluh vena cava inferior bebas dari tekanan, darah akan mengalir lebih lancar menuju jantung. Cairan yang menumpuk pun berkurang dan jari tak lagi membengkak.

5. Hindari berada di posisi yang sama terlalu lama

Terlalu lama duduk atau terlalu lama berdiri dapat menyebabkan tekanan berlebihan pada bagian tubuh yang berada di ujung seperti jari tangan dan kaki.

Terlebih saat Anda hamil tua, bobot tubuh semakin meningkat. Akibat tekanan tersebut, aliran darah menjadi kurang lancar.

Selain menyebabkan keram saat hamil, kondisi ini dapat menyebabkan jari tangan dan kaki bengkak saat hamil.

Oleh karena itu dianjurkan untuk tetap bergerak, berolahraga, dan senam ibu hamil.

6. Menggunakan kompres hangat

Kompres hangat amat bermanfaat untuk mengatasi jari tangan yang bengkak saat hamil. Panas dapat melancarkan peredaran darah di sekitar area yang dikompres.

Dengan begitu, aliran darah menuju jantung menjadi semakin lancar.

Anda bisa menggunakan heating pad atau handuk yang telah dibasahi air hangat. Tempelkan pada jari yang bengkak selama 20 menit.

Jangan melebihi durasi tersebut untuk menghindari risiko tubuh kepanasan.

Waspada risiko preeklampsia jika jari tangan bengkak saat hamil

Jari tangan yang bengkak saat hamil sangatlah wajar. Biasanya, kondisi ini mulai berkurang setelah melahirkan.

Namun, waspadalah jika Anda mengalami gejala-gejala jari bengkak saat hamil seperti berikut:

  • pembengkakan terjadi secara mendadak,
  • disertai sakit kepala, 
  • penglihatan terganggu, dan
  • muntah.

Pasalnya, ini merupakan gejala dari preeklampsia, yakni komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kerusakan organ. 

Jika mengalami gejala ini, segera periksakan diri ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 27/10/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan