backup og meta
Kategori

2

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Sedang Hamil, Mendadak Hamil Lagi. Kenali Superfetasi, Fenomena Kehamilan Langka

Ditinjau secara medis oleh dr. Yusra Firdaus


Ditulis oleh Irene Anindyaputri · Tanggal diperbarui 08/06/2021

Sedang Hamil, Mendadak Hamil Lagi. Kenali Superfetasi, Fenomena Kehamilan Langka

Sepasang suami istri dari Arkansas, Amerika Serikat, mengalami hal yang awalnya dianggap mustahil namun ternyata bisa juga terjadi. Sang istri tengah mengandung janin berusia dua setengah minggu ketika dokter menyadari bahwa di rahimnya ada satu janin lagi yang baru saja terbentuk. Ya, wanita ini ternyata mengandung dua janin yang beda usia!

Fenomena yang sangat langka ini rupanya pernah tercatat sejarah juga pada tahun 2015. Pasangan dari Australia tengah mengandung janin berusia sepuluh hari ketika dokter menemukan janin baru lainnya. Hamil dua janin yang beda usia ini dikenal dengan istilah superfetasi.

Apa itu superfetasi?

Superfetasi adalah kejadian langka di mana sebuah janin terbentuk dalam rahim wanita yang tengah mengandung janin lain dari pembuahan yang lebih dulu. Maka, ia akan mengandung dua janin yang beda usia.

Akan tetapi, kedua janin yang dikandung bukan bayi kembar. Pada kasus kehamilan kembar, sel telur yang sudah dibuahi oleh sel sperma akan membelah dan menjadi dua janin terpisah. Atau dua sel telur yang berbeda akan dibuahi oleh dua sel sperma di saat yang bersamaan. Umur kedua bayi kembar sudah pasti sama karena berasal dari siklus menstruasi yang sama.

Sedangkan pada kasus superfetasi, kedua janin berasal dari sel telur dan pembuahan yang berbeda. Umur kedua janin tersebut pun tentu berbeda. Biasanya usia janin terpaut beberapa hari atau beberapa minggu.

Kasus superfetasi cukup sering terjadi pada spesies lain seperti tikus, kelinci, kuda, dan domba. Namun, pada manusia kasus superfetasi yang pernah tercatat dan terbukti secara medis berjumlah kurang dari sepuluh. Superfetasi pertama kali diketahui pada tahun 1960.

Bagaimana superfetasi bisa terjadi?

Kehamilan janin yang beda usia tadinya dianggap sebagai hal yang mustahil. Setelah pembuahan terjadi, hormon dalam tubuh seharusnya menghentikan proses ovulasi. Akibatnya, sel telur pun tidak akan dihasilkan sampai sembilan bulan ke depan.

Sementara itu, superfetasi terjadi ketika wanita yang tengah mengandung mengalami ovulasi. Ketika berovulasi, sel telur akan dilepaskan oleh indung telur. Jika pada masa pelepasan ini sel telur bertemu dengan sel sperma, akan terjadi pembuahan berikutnya.

Hingga saat ini, belum ada penelitian atau teori yang berhasil menjawab bagaimana seorang wanita bisa berovulasi ketika dirinya sedang hamil. Menurut dokter kandungan yang diwawancarai oleh situs kesehatan WebMD, dr. Jeffrey Kuller, fenomena superfetasi ini akan sangat jarang terjadi pada manusia. Belum tentu kejadian ini bisa terulang lagi. Para ilmuwan pun masih akan terus berusaha memecahkan misteri di balik fenomena langka ini.

Apa yang akan terjadi pada kedua janin yang beda usia tersebut?

Kedua janin akan tumbuh dalam rahim ibu layaknya bayi kembar. Namun, karena usianya berbeda maka perkembangannya tentu tidak sama persis. Tanggal kelahirannya juga berbeda, tergantung pada usia masing-masing janin.

Akan tetapi, dari seluruh kasus yang pernah tercatat, janin yang beda usia akhirnya akan dilahirkan pada saat yang bersamaan. Hal ini tidak jadi masalah karena biasanya beda usia bayi hanya terpaut beberapa minggu saja. Maka, bayi kedua bisa lahir dengan selamat dan sehat.  

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Yusra Firdaus


Ditulis oleh Irene Anindyaputri · Tanggal diperbarui 08/06/2021

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan