home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sedang Hamil, Mendadak Hamil Lagi. Kenali Superfetasi, Fenomena Kehamilan Langka

Sedang Hamil, Mendadak Hamil Lagi. Kenali Superfetasi, Fenomena Kehamilan Langka

Sepasang suami istri dari Arkansas, Amerika Serikat, mengalami hal yang awalnya dianggap mustahil namun ternyata bisa juga terjadi. Sang istri tengah mengandung janin berusia dua setengah minggu ketika dokter menyadari bahwa di rahimnya ada satu janin lagi yang baru saja terbentuk. Ya, wanita ini ternyata mengandung dua janin yang beda usia!

Fenomena yang sangat langka ini rupanya pernah tercatat sejarah juga pada tahun 2015. Pasangan dari Australia tengah mengandung janin berusia sepuluh hari ketika dokter menemukan janin baru lainnya. Hamil dua janin yang beda usia ini dikenal dengan istilah superfetasi.

Apa itu superfetasi?

Superfetasi adalah kejadian langka di mana sebuah janin terbentuk dalam rahim wanita yang tengah mengandung janin lain dari pembuahan yang lebih dulu. Maka, ia akan mengandung dua janin yang beda usia.

Akan tetapi, kedua janin yang dikandung bukan bayi kembar. Pada kasus kehamilan kembar, sel telur yang sudah dibuahi oleh sel sperma akan membelah dan menjadi dua janin terpisah. Atau dua sel telur yang berbeda akan dibuahi oleh dua sel sperma di saat yang bersamaan. Umur kedua bayi kembar sudah pasti sama karena berasal dari siklus menstruasi yang sama.

Sedangkan pada kasus superfetasi, kedua janin berasal dari sel telur dan pembuahan yang berbeda. Umur kedua janin tersebut pun tentu berbeda. Biasanya usia janin terpaut beberapa hari atau beberapa minggu.

Kasus superfetasi cukup sering terjadi pada spesies lain seperti tikus, kelinci, kuda, dan domba. Namun, pada manusia kasus superfetasi yang pernah tercatat dan terbukti secara medis berjumlah kurang dari sepuluh. Superfetasi pertama kali diketahui pada tahun 1960.

Bagaimana superfetasi bisa terjadi?

Kehamilan janin yang beda usia tadinya dianggap sebagai hal yang mustahil. Setelah pembuahan terjadi, hormon dalam tubuh seharusnya menghentikan proses ovulasi. Akibatnya, sel telur pun tidak akan dihasilkan sampai sembilan bulan ke depan.

Sementara itu, superfetasi terjadi ketika wanita yang tengah mengandung mengalami ovulasi. Ketika berovulasi, sel telur akan dilepaskan oleh indung telur. Jika pada masa pelepasan ini sel telur bertemu dengan sel sperma, akan terjadi pembuahan berikutnya.

Hingga saat ini, belum ada penelitian atau teori yang berhasil menjawab bagaimana seorang wanita bisa berovulasi ketika dirinya sedang hamil. Menurut dokter kandungan yang diwawancarai oleh situs kesehatan WebMD, dr. Jeffrey Kuller, fenomena superfetasi ini akan sangat jarang terjadi pada manusia. Belum tentu kejadian ini bisa terulang lagi. Para ilmuwan pun masih akan terus berusaha memecahkan misteri di balik fenomena langka ini.

Apa yang akan terjadi pada kedua janin yang beda usia tersebut?

Kedua janin akan tumbuh dalam rahim ibu layaknya bayi kembar. Namun, karena usianya berbeda maka perkembangannya tentu tidak sama persis. Tanggal kelahirannya juga berbeda, tergantung pada usia masing-masing janin.

Akan tetapi, dari seluruh kasus yang pernah tercatat, janin yang beda usia akhirnya akan dilahirkan pada saat yang bersamaan. Hal ini tidak jadi masalah karena biasanya beda usia bayi hanya terpaut beberapa minggu saja. Maka, bayi kedua bisa lahir dengan selamat dan sehat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Superfetation: Twins Conceived at Different Times. https://www.verywell.com/superfetation-2447183 Diakses pada 4 April 2017.

How Can A Pregnant Woman Get Pregnant Again? http://content.time.com/time/health/article/0,8599,1926414,00.html Diakses pada 4 April 2017.

Superfetation: Pregnant While Already Pregnant. https://blogs.scientificamerican.com/guest-blog/superfetation-pregnant-while-already-pregnant/ Diakses pada 4 April 2017.

Unpredicted Ovulations and Conceptions during Early Pregnancy: An Explanatory Mechanism of Human  Superfetation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23043772 Diakses pada 5 April 2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 11/04/2017
x