4 Gangguan Perut yang Sering Terjadi Saat Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Keluhan selama kehamilan biasanya akan semakin bertambah seiring dengan membesarnya perut Anda. Setiap bagian pada tubuh ibu hamil, pasti akan mengalami perubahan dan biasanya akan memunculkan keluhan. Bagian perut mungkin akan menjadi bagian yang paling ‘rewel’ saat Anda hamil. Apa saja gangguan perut saat hamil yang mengganggu kenyamanan Anda?

Gangguan perut saat hamil yang mungin akan terjadi pada Anda

1. Akibat dari membesarnya rahim

Jangan dikira dengan membesarnya rahim tidak akan ada gangguan perut saat hamil yang terjadi. Seiring dengan membesarnya kehamilan, maka rahim pun akan semakin besar. Hal ini membuat ibu merasa lebih mudah begah, perut lebih cepat penuh dan semakin sulit menarik napas. Semua hal ini terjadi akibat rahim yang membesar mendorong organ-organ di dalam perut maupun di sekitar perut.

Gejalanya, ibu hamil yang mengalami masalah-masalah akibat membesarnya rahim akan merasakan gejala berupa ketidaknyamanan. Bila mengalami perut begah atau perut terasa penuh biasanya ditandai dengan malas makan. Sementara, sulit napas bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama saat kehamilan sudah cukup besar dan ibu merasa kelelahan.

Atasi dengan banyak istirahat dan siasati makan dengan cara makan sedikit tapi sering. Hindari makan sekaligus dalam jumlah besar karena bisa menambah rasa begah dan penuh.

2. Nyeri ligamen

Nyeri ligamen biasanya dirasakan pada daerah perut kanan atau kiri bawah dan bisa saja menjalar hingga ke daerah sekitar paha. Ligamen yang dimaksud di sini adalah ligamentum rotundum yang merupakan salah satu jaringan penyangga rahim. Saat kehamilan sudah mulai membesar, ligamen ini akan meregang. Saat inilah ibu hamil akan merasakan rasa tidak nyaman hingga nyeri.

Gejalanya, rasa nyeri pada area perut kanan atau kiri bawah hingga menjalar ke sekitar paha. Meskipun hal ini merupakan masalah yang normal terjadi pada ibu hamil, terutama pada kehamilan usia 6 bulan ke atas, namun rasa nyeri kadang-kadang membuat ibu hamil tidak nyaman saat beraktivitas.

Untuk mengatasi rasa nyeri yang sangat mengganggu bisa dengan cara bersujud. Lakukan selama kurang lebih 30 detik hingga 1-2 menit, biasanya nyeri akan hilang dengan sendirinya. Cara lain adalah dengan berbaring ke sisi kiri dengan posisi meringkuk seperti bayi. Pertahankan posisi ini selama 30 detik hingga 1-2 menit.

3. Sembelit

Sembelit sepertinya menjadi masalah sejuta ibu hamil, dan hal ini juga normal terjadi selama hamil. Sembelit terjadi sebagai bentuk dari cara tubuh untuk dapat meningkatkan jumlah makanan yang diserap tubuh. Selama hamil juga, pergerakan usus lebih lambat dibandingkan saat tidak hamil, jadinya sembelit pun kerap datang. Susah BAB pada ibu hamil juga disebabkan oleh pengaruh hormon, seperti hormon progesteron.

Gejalanya, sama seperti gejala sembelit pada orang yang tidak hamil, yaitu BAB keras dan perasaan seperti tidak tuntas. Gangguan perut saat hamil ini terkadang membuat ibu hamil jadi tidak nyaman. Untuk itu, atasilah dengan cara yang tepat, yaitu membiasakan konsumsi makanan sumber serat seperti buah dan sayur.

Selain itu, penuhi juga kebutuhan cairan (minimal 2,5 hingga 3 liter air putih setiap hari) untuk membantu pencernaan. Ini wajib untuk membantu kerja pencernaan menjadi lebih mudah.

4. Kontraksi palsu

Salah satu bentuk gangguan perut saat hamil yang selalu membuat ibu hamil deg-degan adalah kontraksi palsu. Sebab, siapa tahu, ternyata Anda salah menganggap kontraksi yang sebenarnya sebagai kontraksi palsu. Kontraksi palsu atau braxton hicks merupakan kontraksi rahim yang terjadi pada ibu hamil yang masuk pada akhir kehamilan. Kontraksi palsu terjadi akibat adanya pelebaran rahim.

Kabar baiknya, kontraksi ‘KW’ ini ternyata tidak berbahaya. Justru baik sebagai latihan bagi ibu dan juga janin sebelum menghadapi proses persalinan sebenarnya. Agar tidak terkecoh dan kemudian yang terjadi justru bolak balik rumah sakit, ada gejala kontraksi palsu yang harus diketahui, yaitu dengan membedakan intensitas nyeri yang dialami.

Jika rahim hanya kencang saja, tapi aktivitas fisik tidak terganggu sama sekali dengan kencangnya rahim tersebut maka bisa dibilang inilah kontraksi palsu. Sebaliknya, bila rahim terasa kencang atau kaku diikuti rasa mulas dan nyeri yang hebat hingga membuat ibu hamil tidak bisa berbuat apapun dan hanya bisa menahan mulas tersebut, artinya Anda sedang mengalami kontraksi sebenarnya.

Segera pergi ke rumah sakit untuk menilai kontraksi tersebut. Tapi bila memang Anda hanya mengalami kontraksi palsu, maka cara mengatasinya adalah dengan menarik napas panjang, relaks sebentar, tenangkan diri dan tak perlu menguatirkan apapun.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca