Bolehkah Ibu Hamil Makan Makanan Berlemak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Wanita hamil harus menjaga pola makannya sebaik mungkin supaya kesehatannya dan juga kesehatan janin tetap optimal. Namun, fase ngidam saat hamil mungkin membuat Anda jadi ingin menyantap banyak makanan, salah satunya makanan berlemak seperti daging kambing, ikan, pizza, dan sebagainya. Lantas, bolehkah ibu makan makanan berlemak saat hamil? Berikut penjelasannya.

Apa akibatnya kalau makan makanan berlemak saat hamil?

pola makan saat hamil

Ibu hamil wajib mengonsumsi berbagai makanan yang sehat seperti sayuran, buah-buahan, gandum utuh, protein, dan makanan yang mengandung asam lemak untuk mendukung perkembangan janinnya. Bagaimana dengan makanan berlemak, apakah artinya ini tidak baik untuk dikonsumsi saat hamil?

Pada dasarnya, makan makanan berlemak saat hamil boleh saja. Pasalnya, manfaat lemak untuk kesehatan itu sangat banyak, salah satunya untuk persiapan melahirkan dan menyusui.

Akan tetapi, ini bukan berarti Anda bisa bebas makan makanan berlemak saat hamil, ya. Dilansir dari The Bump, sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal Frontiers in Endocrinology mengungkapkan bahwa kebanyakan mengonsumsi makanan berlemak saat hamil dapat menghambat perkembangan otak bayi.

Asupan lemak yang terlalu tinggi dari makanan dapat menurunkan kadar serotonin pada bayi. Serotonin adalah zat kimia alami dalam otak yang mengatur suasana hati. Jika kadar serotoninnya rendah, maka bayi akan rentan mengalami kecemasan dan depresi saat dewasa nanti.

Terlebih, semakin banyak porsi makanan berlemak saat hamil, maka semakin tinggi pula kalorinya. Hal ini dapat menyebabkan proses metabolisme janin jadi terganggu. Pada akhirnya, berat badan bayi saat lahir berisiko lebih rendah dari berat normal.

Daftar makanan berlemak yang baik dikonsumsi saat hamil

menghindari makanan berlemak

Meskipun ibu hamil tetap dianjurkan untuk mengonsumsi makanan berlemak, Anda tetap harus pilih-pilih jenis lemak yang baik untuk kesehatan. Sebaiknya, pilihlah makanan yang mengandung lemak tak jenuh yang kaya EPA dan DHA, dua jenis omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan kecerdasan bayi.

Contoh makanan sumber lemak tak jenuh di antaranya alpukat, ikan salmon, kacang almond, dan minyak jagung. Perlu dicatat bahwa segala yang berlebihan itu tidak baik, jadi tetap batasi jumlah asupan lemak tak jenuh tersebut supaya tetap aman untuk kesehatan Anda.

Mengonsumsi seperempat sampai setengah buah alpukat dalam sehari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan lemak saat hamil. Dengan memilih jenis lemak sehat yang tepat, perkembangan otak janin akan lebih optimal. Hal ini juga bermanfaat untuk mencegah mood swing saat hamil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Manfaat Kismis Bagi Ibu Hamil

Di antara banyaknya camilan untuk ibu hamil, kismis dapat menjadi pilihan yang tepat karena buah kering ini memiliki berbagai macam manfaat bagi ibu hamil.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 27 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Makan Makanan Berlemak Ternyata Ada Pengaruhnya Bagi Kesuburan

Lemak tubuh yang rendah bisa mengganggu kesuburan. Jika demikian, apakah wanita harus banyak makan makanan berlemak untuk meningkatkan kesuburan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesuburan, Kehamilan 19 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Mencegah Perut Kembung Saat Hamil

Perut kembung umumnya sering terjadi saat hamil. Lalu apa yang menyebabkan perut kembung di masa kehamilan? Adakah cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 27 Oktober 2019 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Bisa Ada Wanita yang Tidak Sadar Kalau Sedang Hamil?

Tidak semua kehamilan dapat terdeteksi langsung dengan jelas. Apa bahayanya apabila wanita tidak tahu kalau dirinya hamil? Adakah dampaknya untuk janin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
kekebalan tubuh saat hamil

Kekebalan Tubuh Berubah saat Hamil? Ini Penanganannya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
susu, buah-buahan, dan sayuran sebagai pilihan makanan sehat untuk ibu hamil

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 26 April 2020 . Waktu baca 4 menit
memenuhi kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil agar tidak mudah sakit dan mendukung perkembangan janin

Tips Menyiasati Rasa Lapar agar Tidak Asal Makan Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22 April 2020 . Waktu baca 5 menit