Benarkah Otot Bisa Mengecil Jika Kita Berhenti Olahraga?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mendapatkan tubuh berotot bak binaragawan butuh kerja keras dan kegigihan tingkat tinggi. Namun setelah segala jerih payah dan derasnya tetesan keringat yang tertumpah selama ini, benarkah otot bisa mengecil apabila kita berhenti olahraga?

Otot bisa mengecil setelah Anda berhenti olahraga

Selama berolahraga, tubuh Anda sebenarnya tidak menciptakan otot baru melainkan menempa otot yang sudah ada agar jadi lebih besar dan kuat. Olahraga teratur juga dapat memperlebar pembuluh agar memperlancar aliran darah menuju sel-sel otot tersebut untuk merangsangnya lebih aktif bekerja. Sebagai hasilnya, massa otot Anda akan terlihat lebih besar dan jelas.

Nah ketika Anda berhenti olahraga, aliran darah tidak akan lagi terfokus menuju sel-sel otot. Tubuh juga mulai menyesuaikan diri dengan perubahan gaya hidup Anda yang baru dengan kembali mempersempit pembuluh kapiler tubuh. Aliran darah yang berkurang menuju otot membuat otot-otot yang tadinya sudah terbentuk kini jadi mengecil dan berkurang massanya, bukan hilang sepenuhnya.

Pete McCall, seorang ahli latihan fisiologis di American Council on Exercise menyatakan lama-lama otot menyadari bahwa ia tidak perlu lagi menyimpan energi terlalu banyak. Akibatnya, glikogen yang tersimpan pada otot menurun yang bisa mengakibatkan massa otot mengecil (atrofi otot) akibat sudah tidak lama dipakai karenna kurangnya aktivitas fisik. Maka dari itu otot akan terlihat mengecil, bukan lantas hilang total, setelah berhenti berolahraga.

Bayangkan saja sebuah balon yang diisi udara, kemudian dikempiskan lagi perlahan-lahan. Kira-kira begitulah efek yang terjadi pada otot setelah Anda berhenti olahraga. Ketika otot sudah menyusut, Anda perlu usaha ekstra untuk membuatnya kembali muncul ke permukaan.

Lantas, apakah otot yang hilang berubah menjadi lemak?

wanita lebih banyak lemak ketimbang pria

Perlu diingat bahwa lemak dan otot adalah dua hal yang berbeda. Sel otot dan sel lemak merupakan dua jenis sel yang berbeda sehingga keduanya tidak memiliki kemampuan untuk saling bertukar posisi. Saat Anda berhenti berolahraga, massa otot memang menurun dan menyusut. Namun, bukan berarti otot berubah menjadi lemak.

Jika Anda mengalami penumpukan lemak di bagian tubuh yang tadinya berotot, itu tandanya Anda mengonsumsi kalori lebih dari yang dibutuhkan tubuh. Asupan kalori berlebih diubah oleh tubuh menjadi simpanan lemak, yang juga disimpan di berbagai bagian tubuh yang tadinya berotot.

Harus rajin olahraga dan makan sehat jika ingin massa otot tetap awet

Untuk mempertahankan massa otot Anda, kuncinya adalah dengan terus rutin berolahraga dan mengedepankan pola makan yang sehat dan seimbang. Gaya hidup sehat ini juga dapat mencegah penumpukan lemak di tubuh.

Usahakan untuk tetap berolahraga 10 hingga 20 menit sehari untuk membuat otot tetap terjaga kekuatannya. Latihan sederhana seperti peregangan, push up dan sit up selain membentuk otot juga dapat membantu kelenturan tubuh Anda.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

13 Olahraga yang Baik untuk Penyandang Cacat atau Disabilitas

Keterbatasan fisik bukan berarti penghalang untuk tetap aktif berolahraga. Berikut olahraga untuk penyandang cacat atau disabilitas.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Olahraga Lainnya, Kebugaran 22 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

3 Kebiasaan Buruk di Masa Muda yang Bisa Picu Sarkopenia Saat Tua Nanti

Sarkopenia adalah hilangnya massa otot yang umum terjadi di usia senja. Usut punya usut, sarkopenia bisa disebabkan oleh gaya hidup tak sehat semasa muda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Leukosit yang rendah bisa membuat Anda rentan kena infeksi. Makanan penambah sel darah putih bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan leukosit Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Apakah Sehat Jika Wanita Berotot Kekar Bak Pria Binaragawan?

Otot kekar identik dengan pria yang sehat dan bugar. Bagaimana kalau wanita yang punya otot kekar? Apakah bisa? Apakah hal ini sehat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Latihan Kekuatan Otot, Kebugaran 15 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Olahraga di tempat tidur

8 Olahraga yang Bisa Dilakukan di Tempat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
tips pendinginan setelah lari

6 Jenis Pendinginan yang Wajib Dilakukan Setelah Lari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
manfaat yoga untuk kesehatan

Mengenal Jenis-Jenis Yoga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fitriana Deswika
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
kesalahan membakar lemak perut

7 Kesalahan Umum saat Berusaha Membakar Lemak Perut

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit