5 Jenis Olahraga yang Aman Bagi Pengidap Epilepsi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Katanya, para penderita tidak boleh berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat. Hal ini dipercaya bisa membuat kejang alias ayan penderitanya kambuh. Padahal, ada banyak manfaat olahraga untuk penderita epilepsi. Lalu, apa saja ya jenis olahraga yang tepat dan aman untuk pengidap epilepsi?

Jenis olahraga untuk penderita epilepsi

1. Berenang

peralatan berenang

Berenang sebenarnya dapat dilakukan oleh penderita epilepsi. Walaupun gejala kejang dapat dikontrol, Anda mungkin membutuhkan anjuran keamanan saat melakukan jenis olahraga di dalam air ini. Berikut adalah petunjuk keamanannya.

  • Jangan berenang sendirian
  • Pastikan orang yang bersama Anda mengetahui penyakit epilepsi yang diderita.
  • Jika masih muncul rasa khawatir, pakai pelampung untuk berjaga-jaga.
  • Hindari situasi kolam yang begitu ramai. Dikhawatirkan jika Anda mengalami kejang, tidak akan terlalu terlihat.

2. Yoga

pose yoga sambil duduk

Jenis olahraga ini sangat bermanfaat untuk para penderita epilepsi. Yoga dipercaya dapat membantu tubuh menyeimbangkan pikiran dan tubuh. Akan tetapi, yoga memiliki banyak jenis gerakan.

Nah, bagi para penderita epilepsi disarankan untuk tidak melakukan pranayama (mengatur napas) atau trataka (fokus pada objek meditasi). Gerakan tersebut dikhawatirkan bisa memicu kejang.

3. Sepak bola

periksa kesehatan sebelum main bola

Pada umumnya, olahraga sepak bola aman untuk penderita epilepsi. Walaupun peluang untuk cedera cukup besar, tubuh akan jadi bugar jika olahraga ini dilakukan dengan rutin. Alhasil, tubuh yang bugar justru dapat mencgah kambuhnya epilepsi. Akan tetapi, perlu diperhatikan beberapa anjuran berikut sebelum bermain sepak bola.

  • Berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter
  • Gunakan selalu pelindung yang direkomendasikan pada saat berolahraga
  • Pikirkan jika Anda tiba-tiba mengalami kejang pada saat bermain sepak bola, apa yang akan terjadi?

4. Lari dan jogging

olahraga jogging

Jika Anda senang berolahraga dengan lari dan jogging, prhatikan beberapa hal berikut supaya kejang tidak kambuh:

  • Hindari berlari di tepi sungai atau danau. Jika Anda mengalami kejang, dikhawatirkan dapat tercebur dan tenggelam.
  • Ambil jalan dengan penerangan yang cukup dan tentunya bebas dari kendaraan.
  • Dianjurkan untuk lari dan jogging didampingi dengan seseorang. Atau setidaknya membawa ponsel supaya dapat menghubungi seseorang jika mengalami kejang.

5. Bersepeda

manfaat bersepeda

Bagi para penderita epilepsi, olahraga dengan bersepeda dianjurkan untuk memakai pengaman yang lengkap. Jenis olahraga ini tentunya bisa membuat Anda terluka jika tidak memakai pengaman dan mengalami kejang di saat yang bersamaan.

Oleh karena itu, cobalah untuk menghindari jalanan yang ramai, tepi sungai, atau jalanan umum yang ramai. Selain itu, bersepeda di trotoar tidak dianjurkan bagi penderita epilepsi berumur di atas 10 tahun.

Olahraga yang harus dihindari penderita epilepsi

Para penderita epilepsi dengan gejala kejang yang tidak terkontrol mungkin harus menghindari beberapa olahraga yang ekstrim. Jenis olahraga yang membutuhkan konsentrasi tinggi selama kegiatan tersebut, mungkin bisa menyebabkan cedera yang berat saat kejang terjadi. Berikut jenis olahraga yang harus dihindari oleh penderita epilepsi.

  1. Scuba diving
  2. Panjat tebing
  3. Terjun payung
  4. Mendaki gunung.

Pada akhirnya, olahraga untuk penderita epilepsi bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Mulai dari kepercayaan diri, bersosialisasi, hingga meningkatkan kesehatan untuk jangka panjang.

Akan tetapi, sangat perlu diperhatikan beberapa cara pencegahan ketika kejang berlangsung selama olahraga. Oleh karena itu, berolahraga dengan teman adalah salah satu cara pencegahan yang paling baik bagi penderita epilepsi.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Jenis Olahraga yang Bantu Mengurangi Perasaan Cemas dan Depresi

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala depresi dan cemas yang dialami oleh seseorang, termasuk olahraga. Yuk, kenali apa saja jenisnya!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Cedera Olahraga, Kebugaran 11 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Bolehkah Ibu Hamil Berolahraga untuk Menurunkan Berat Badan?

Olahraga memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil. Lantas, bagaimana jika ibu hamil ingin melakukan olahraga yang cukup berat untuk menurunkan berat badan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 November 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga Terbaik untuk Orang yang Sedang Diet Keto

Meski diet keto, Anda tetap perlu olahraga agar hasilnya optimal. Jangan asal gerak. Intip jenis olahraga untuk diet keto yang direkomendasikan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Olahraga Lainnya, Kebugaran 28 April 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gerakan plank untuk perut rata

7 Gerakan Plank yang Bisa Dilakukan untuk Membentuk Perut Rata

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 5 menit
makanan untuk penderita epilepsi

Makanan untuk Epilepsi: Mana yang Baik, Mana yang Harus Dihindari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 6 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Mencegah Penyakit Prostat dengan Perubahan Gaya Hidup

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat surfing kesehatan mental

Berselancar di Laut Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Mental, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit