home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Olahraga Berlebihan Justru Bikin Berat Badan Naik! Bagaimana Bisa?

Olahraga Berlebihan Justru Bikin Berat Badan Naik! Bagaimana Bisa?

Seperti kata pepatah, “Segala yang berlebihan itu tidak baik”. Hal ini pun berlaku juga pada olahraga dan aktivitas fisik. Banyak orang mati-matian melakukan olahraga dengan meningkatkan porsi latihan demi mendapatkan berat badan yang ideal. Sayangnya, olahraga berlebihan justru membuat berat badan naik. Kenapa bisa begitu? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Mengapa olahraga berlebihan justru menaikkan berat badan?

Pada dasarnya, setiap aktivitas fisik akan mempengaruhi berbagai fungsi dan proses yang terjadi dalam tubuh. Namun, pengaruh yang terjadi pada setiap orang tidak sama. Hal ini bisa terjadi karena perbedaan kadar hormon yang dimiliki setiap orang akan memengaruhi bagaimana lemak akan dibakar oleh tubuh (metabolisme). Nah, proses tersebutlah yang membuat hasil pembakaran lemak pada setiap orang berbeda-beda, meskipun melakukan jenis dan waktu olahraga yang sama.

Meski begitu, secara umum ada beberapa alasan mengapa olahraga berlebihan justru menaikkan berat badan Anda, yaitu:

1. Makan lebih banyak setelah olahraga

Disadari atau tidak, olahraga berlebihan membuat tubuh jadi sangat lelah. Akibatnya, Anda jadi lebih cepat lapar karena asupan energi sudah terkuras habis. Nah, kondisi yang demikian justru membuat Anda makan dengan porsi yang lebih banyak.

Belum lagi pemilihan makanan yang Anda konsumsi. Anda telah berolahraga keras untuk menghilangkan lemak-lemak di tubuh yang menumpuk. Sayangnya setelah itu, Anda justru makan makanan yang tinggi lemak, gula, dan karbohidrat. Bila Anda melakukan hal tersebut, jangan harap olahraga yang sudah Anda lakukan selama ini akan terlihat manfaatnya bagi tubuh Anda.

Itulah mengapa banyak ahli menyarankan agar porsi latihan dan jumlah asupan kalori diseimbangkan. Tujuannya supaya pembakaran lemak saat Anda olahraga bisa bekerja secara proposional, sesuai dengan kalori yang telah Anda konsumsi.

2. Stres

Olahraga adalah hal yang baik, tapi bisa juga membuat tubuh Anda stres. Jika Anda melakukan olahraga secara benar dengan dukungan nutrisi yang baik, istirahat yang cukup, serta pemulihan yang tepat, stres akibat efek samping dari olahraga bisa menguatkan Anda. Lebih tepatnya memperkuat tubuh Anda melawan stres lebih lanjut.

Namun, jika Anda melakukan olahraga secara berlebihan, keseimbangan tubuh Anda akan hilang. Hal ini membuat olahraga justru memberikan masalah bagi tubuh Anda, termasuk menyebabkan kenaikan berat badan. Pasalnya, pelepasan hormon kortisol yang tidak terkendali – hormon penyebab stres, dapat meningkatkan akumulasi lemak di sekitar perut sehingga memungkinkan berat badan Anda jadi naik.

3. Massa otot bertambah

Sebenarnya berat badan bisa naik meskipun Anda sudah melakukan latihan dengan serius dan rutin. Hal ini sangat mungkin terjadi. Namun, penambahan berat badan ini bukan semata-mata karena Anda semakin gemuk, melainkan karena massa otot Anda yang mengalami kenaikan. Ini terjadi karena massa otot lebih berat daripada lemak. Jadi, berat badan Anda akan naik meskipun lemak di dalam tubuh Anda sudah berkurang.

Oleh sebab itu, ada baiknya Anda menggunakan alat ukur khusus untuk menghitung kadar lemak serta massa otot di tubuh Anda. Biasanya, alat ukur khusus ini disediakan di pusat kebugaran atau gym.

4. Olahraganya tidak teratur

Anda mungkin melakukan olahraga intensitas tinggi dalam waktu yang lama. Sayangnya, Anda tidak melakukan kegiatan tersebut secara rutin teratur. Tidak berolahraga secara teratur dapat membuat usaha Anda jadi sia-sia karena tubuh Anda jadi tidak cukup tertantang untuk berusaha keras dalam membentuk otot dan membakar banyak kalori. Hal ini membuat lemak di dalam tubuh Anda semakin menumpuk, yang pada akhirnya berkontrisbusi terhadap kenaikan berat badan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Over Exercising and Weight Gain – https://www.livestrong.com/article/456348-over-exercising-weight-gain/ diakses pada 1 Februari 2018

I just Started Exerrcing – Why Am I Gaining Weight? – https://health.clevelandclinic.org/2015/12/just-started-exercising-gaining-weight/ diakses pada 1 Februari 2018

4 Reasons Working Out Could Cause You to Gain Weight – https://health.clevelandclinic.org/2015/12/just-started-exercising-gaining-weight/ diakses pada 1 Februari 2018

Exercising More But Still Gaining Weight? Take This Quiz – https://health.clevelandclinic.org/2015/12/just-started-exercising-gaining-weight/ diakses pada 1 Februari 2018

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 15/02/2018
x