Kaki Tak Bisa Diam Saat Duduk? Menggoyangkan Kaki Ternyata Banyak Manfaatnya, Lho

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kaki Anda tidak bisa diam saat duduk? Kebiasaan ini memang kadang bisa mengganggu orang-orang di sekitar Anda. Orangtua Anda pun mungkin sudah berkali-kali mengingatkan Anda supaya duduk dengan tenang. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa menggerakkan kaki saat duduk itu ternyata memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan? Apalagi kalau Anda adalah tipe orang yang sehari-hari kelamaan duduk. Langsung simak penjelasan lengkap di bawah ini kalau belum percaya!

Bahaya kelamaan duduk

Meskipun dampaknya tidak langsung terasa, kelamaan duduk berisiko tinggi bagi kesehatan Anda. Selain nyeri punggung karena postur tubuh jadi membungkuk, Anda juga jadi lebih berisiko terserang stroke, serangan jantung, atau diabetes.

Kelamaan duduk yang disertai dengan kurangnya aktivitas fisik juga bisa mengakibatkan obesitas, otot melemah, kepadatan tulang berkurang, dan menurunnya konsentrasi serta fungsi kognitif otak. Bila gaya hidup Anda sehari-hari juga tidak sehat, misalnya Anda merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan, terlalu lama duduk juga bisa mengakibatkan kematian.

Manfaat menggerakkan kaki saat duduk

Sayangnya, sebagian orang memang tidak punya pilihan selain duduk di balik meja kerja sepanjang hari. Bila Anda memang sering duduk seharian, ada satu cara untuk mencegah segala bahaya yang mungkin terjadi akibat kelamaan duduk. Ya, caranya adalah menggerakkan kaki saat duduk.

Menurut sebuah penelitian terbaru yang dilakukan para ahli di University of Missouri School of Medicine, sengaja menggerakkan kaki saat duduk mampu melancarkan peredaran darah dan melindungi kesehatan arteri, terutama di bagian kaki. Peredaran darah yang lancar merupakan kunci dari pencegahan berbagai penyakit, misalnya penyakit arteri perifer.

1. Mencegah penyakit arteri perifer

Penyakit arteri perifer disebabkan oleh penumpukan plak dalam arteri. Penumpukan plak ini menyebabkan arteri jadi menyempit. Akibatnya, darah tidak bisa mengalir ke bagian tubuh tertentu, khususnya tungkai (mulai dari pangkal paha hingga ujung telapak kaki). Gejalanya antara lain rasa nyeri atau kram pada kaki, terutama saat Anda bangkit dari tempat duduk dan berjalan.

Berdasarkan pengamatan para ahli dalam American Journal of Physiology’s Heart and Circulatory Physiology, menggerakkan kaki saat duduk mampu memicu peredaran darah menuju tungkai bagian bawah karena adanya aktivitas otot. Karena otot jadi lebih aktif dan aliran darah lebih deras, terjadi gesekan yang cukup intens pada arteri. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya penumpukan plak.   

2. Membakar kalori

Penelitian lain oleh American Association for the Advancement of Science dalam jurnal Science menguak bahwa menggerakkan kaki sambil duduk bisa membantu membakar kalori. Gerakan kaki sederhana ini memang tentu tidak cukup untuk menggantikan olahraga serta aktivitas fisik yang dibutuhkan tubuh. Namun, jika Anda cukup sering melakukannya, dalam sehari Anda bisa membakar hingga 350 kalori atau setara dengan sepiring gado-gado sayur.

Pembakaran kalori bisa mencegah obesitas, penyakit jantung, dan diabetes. Jadi daripada hanya duduk manis saja seharian, menggerakkan kaki merupakan pilihan yang lebih menyehatkan.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Oatmeal bukan hanya lezat, tapi juga penuh serat., mengenyangkan, dan cocok untuk Anda yang sedang berdiet. Simak 7 resep oatmeal berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Resep Sehat, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit