2 Jenis Pemanasan yang Wajib Dilakukan Sebelum Lari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Meski terlihat mudah, tapi berlari bukan sekadar cuma angkat kaki dan melintas super cepat di atas tanah. Banyak hal yang bisa terjadi jika Anda tidak melakukan pemanasan sebelum lari. Nyeri di sisi perut atau cepat lelah adalah contoh konsekuensi yang paling umum jika Anda tidak melakukan pemanasan sebelum lari. Begini cara yang benar melakukan pemanasan sebelum lari untuk menghindari cedera saat berlari.

Apa saja pemanasan sebelum lari yang bisa dilakukan?

Berjalan

Jalan kaki merupakan pemanasan termudah yang bisa Anda pikirkan. Berjalan mengharuskan tubuh untuk berfungsi serupa dengan lari, tetapi hanya dengan kekuatan otot yang lebih rendah. Berjalan dengan perlahan mempercepat denyut jantung, mengaktifkan otot, meningkatkan suhu tubuh, dan melancarkan aliran darah Anda. Berjalan adalah cara yang cukup baik untuk memulai lari, terutama bagi para pelari yang belum lama sembuh dari cedera. Berjalan selama 3 sampai 5 menit dengan santai sembari menerapkan latihan pernapasan yang tepat sebelum lari merupakan pemanasan terbaik untuk tubuh Anda.

Peregangan

Peregangan (atau peregangan dinamik) paling banyak menggunakan gerakan kaki sebagai cara pemanasan. Ada banyak latihan yang menggunakan kaki, dan berikut adalah beberapa dari yang utama:

  • Hacky-sack: tekuk lutut kanan dan angkat kaki kanan ke atas menuju dada. Sentuhkan tangan kiri Anda ke bagian dalam telapak kaki kanan dengan menjaga punggung tetap lurus. Lakukan ini sebanyak 10 kali untuk setiap sisi.
  • High-knee step: tekuk lutut kanan dan jaga sudutnya sebesar 90 derajat. Lakukan ini sebanyak 10 kali untuk setiap sisi dan Anda bisa menambahkan jogging bolak-balik sepanjang beberapa meter.
  • Butt kick: ayunkan kaki ke belakang kuat-kuat sehingga tumit menyentuh paha belakang. Lakukan sebanyak 10 kali untuk setiap sisi dan ingatlah untuk menjaga postur tetap tegak. Anda bisa mengombinasikan latihan ini dengan high-knee step, misalnya dengan melakukan setengah dari masing-masing gerakan.
  • Stork stretch: tekuk lutut ke belakang sampai tumit hampir menyentuh paha belakang, dan kemudian gunakan tangan Anda untuk menahannya di tempat selama 10 hitungan. Lakukan 3 sampai 5 kali untuk setiap sisi. Namun, ingatlah untuk tidak terlalu menekan kaki ke belakang, melainkan hanya meregangkannya sampai Anda merasakan tarikannya, dan bukan rasa nyeri atau ketidaknyamanan.
  • Calf-raises: paha memainkan peran penting saat lari karena otot paha sering berkontraksi ketika kaki Anda terangkat dari permukaan tanah. Mulailah dengan jinjit pada jemari kaki dan kemudian turunkan tumit secara perlahan. Anda akan merasakan tarikan pada paha. Tahan posisi ini selama beberapa saat dan ulangi kembali. Anda bisa menggunakan tangga dengan berdiri di ujungnya; Anda bisa berpegangan pada pegangan tangga jika diperlukan.

Ada banyak pemanasan sebelum lari lainnya selain cara-cara di atas. Yang manapun itu, pemanasan yang baik akan membuat Anda lebih berenergi dan memberikan tubuh kesempatan untuk bersiap diri melawan medan berat. Pemanasan sebelum lari yang benar juga mempersiapkan tubuh Anda untuk masuk ke dalam mode “bertempur” yang memotivasi diri Anda untuk menyelesaikan rute lari Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Berapa Banyak Kalori yang Berhasil Saya Bakar Saat Berolahraga?

Ingin tahu berapa banyak kalori yang berhasil kamu bakar dalam sehari? Efektifkah olahraga yang kamu pilih untuk membakar kalori? Cek selengkapnya.

Mau Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Berapa Lama Waktu Jogging agar Kalori Terbakar Optimal?

Jogging adalah olahraga yang praktis dan juga murah. Lantas, jika ingin efektif bakar lemak berapa lama waktu jogging yang dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Olahraga Kardio, Kebugaran 26 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gerakan olahraga melatih kelenturan tubuh

10 Gerakan Olahraga Untuk Meraih Kelenturan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Perbedaan mual tanda hamil dan maag

5 Perbedaan Mual Hamil dan Maag yang Perlu Diperhatikan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit kaki pada lansia

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit