backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Panduan Teknik Renang Gaya Kupu-Kupu untuk Pemula

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 24/11/2023

Panduan Teknik Renang Gaya Kupu-Kupu untuk Pemula

Berenang secara umum adalah aktivitas yang menyenangkan. Namun, apabila menyukai tantangan, mendalami macam-macam gaya renang tentu wajib Anda lakukan. Banyak kalangan mengatakan bahwa renang gaya kupu-kupu adalah teknik berenang yang paling sulit.

Lantas, hal apa saja yang perlu Anda kuasai agar bisa melakukan teknik ini dengan benar?

Teknik renang gaya kupu-kupu yang perlu Anda kuasai

Renang gaya kupu-kupu atau butterfly stroke adalah salah satu jenis teknik renang yang paling sulit dikuasai.

Teknik renang gaya kupu-kupu membutuhkan teknik yang akurat sekaligus ritme gerakan tubuh, lengan, dan kaki yang bagus agar bisa dilakukan dengan benar.

Dikutip dari All American Swim, istilah gaya renang ini diambil berdasarkan cara lengan perenang bergerak saat berenang dengan gaya kupu-kupu. Lengan Anda akan melengkung ke atas dan keluar dari air secara bersamaan, tampak seperti sepasang sayap.

Selain kedua lengan mendayung bersamaan, kaki akan terus bergerak menggunakan teknik yang disebut tendangan lumba-lumba atau dolphin kick.

Walaupun terdengar sulit, tetapi bukan berarti berenang gaya kupu-kupu tidak bisa Anda kuasai sama sekali. 

Sebelum terjun ke kolam renang, berikut beberapa penjelasan teknik renang gaya kupu-kupu atau butterfly stroke yang perlu Anda pahami terlebih dahulu.

1. Posisi dan postur tubuh

Posisi dan postur tubuh sangat penting agar gerakan gaya kupu-kupu menjadi efisien.

Saat berada di dalam air, pastikan tubuh Anda tetap rata dalam posisi telungkup. Usahakan posisi tubuh sejajar dan sedekat mungkin dengan permukaan air.

Selain itu, dalam teknik renang ini Anda juga perlu memperhatikan postur dan gerakan tubuh, seperti di bawah ini.

  • Tubuh akan membentuk gerakan gelombang selama berenang dengan gaya kupu-kupu. 
  • Gerakan gelombang akan dimulai dari kepala, kemudian diikuti oleh bagian dada, pinggul, hingga kaki. Hal ini perlu dilakukan secara berirama hingga membentuk satu gelombang berbentuk “S”.
  • Posisi kepala bervariasi, yakni tepat di bawah air saat membuang napas dan dagu menempel pada permukaan air sambil menarik napas.
  • Pastikan saat kepala di bawah air, pinggul terangkat ke permukaan. Sementara itu, saat kepala berada di permukaan air, pinggul yang akan turun ke bawah.

2. Teknik gerakan lengan

belajar berenang

Gerakan lengan gaya kupu-kupu hampir sama seperti teknik renang gaya bebas (freestyle). Bedanya, pada renang gaya kupu-kupu kedua lengan bergerak bersamaan dan terus-menerus. 

Terdapat empat fase utama gerakan lengan dalam teknik renang ini, yakni entry, catch, pull, dan recovery.

  • Entry. Lengan direntangkan ke depan tubuh dan di atas permukaan air. Lalu tangan masuk ke dalam air dengan bagian ibu jari terlebih dahulu. Tangan masuk selebar bahu dengan siku ditekuk dan posisinya sedikit lebih tinggi dari tangan.
  • Catch. Saat memasuki air, pastikan posisi lengan lurus, selebar bahu, dan telapak tangan menghadap ke bawah. Lalu, lakukan gerakan menekan tekan ke bawah dan keluar dengan kedua tangan secara bersamaan.
  • Pull. Tarik tangan ke arah tubuh dalam gerakan setengah lingkaran. Bagian telapak tangan menghadap ke luar dan jaga siku Anda lebih tinggi dari tangan Anda.
  • Recovery. Setelah kedua tangan mencapai paha pada akhir tarikan, sapukan kedua lengan ke atas air secara bersamaan. Lemparkan tangan ke depan ke posisi awal dan ulangi gerakan. 

3. Teknik gerakan kaki

Teknik gerakan kaki pada renang gaya kupu-kupu biasa disebut tendangan lumba-lumba (dolphin kick).

Cara terbaik untuk mempelajari teknik ini adalah membayangkan diri Anda seperti lumba-lumba atau putri duyung yang sedang berenang.

Selama gerakan, kedua kaki harus menyatu dan jari kaki mengarah ke bawah. Anda perlu melakukan tendangan ke bawah secara bersamaan, gerakan renang ini dipercaya efektif mengencangkan otot perut.

Gerakan kaki dalam renang gaya kupu-kupu terbagi ke dalam dua fase, yakni sebagai berikut.

  • Setelah lengan masuk ke dalam air, lakukan tendangan kecil untuk menyeimbangkan posisi tubuh.
  • Saat lengan ke atas permukaan air selama fase recovery, lakukan tendangan besar untuk mendorong tubuh ke depan karena momentum yang hilang selama fase ini.

4. Teknik pernapasan

Pernapasan saat berenang gaya kupu-kupu menjadi tantangan terbesar karena Anda perlu mengatur ritme dan harus diselesaikan dengan cepat.

Ritme yang dapat Anda lakukan untuk menarik dan membuang napas, antara lain sebagai berikut.

  • Tarik napas pada saat dimulainya fase recovery, saat lengan baru saja mulai keluar ke atas permukaan air.
  • Angkat dagu sejajar di atas atau menempel permukaan air sambil melihat lurus ke depan, kemudian tarik napas dengan cepat melalui mulut.
  • Setelah napas terhirup, segera turunkan kepala ke bawah air dan buang napas melalui mulut dan hidung. Kepala harus kembali sebelum lengan memasuki air.

Teknik pernapasan dengan mengangkat dagu dan pandangan lurus ke depan adalah hal dasar dan dikenal sebagai traditional way

Selain itu ada pula tiga teknik lain, yakni water watcher—posisi dagu terangkat dan pandangan ke permukaan air, chin surfer—dagu tepat berada di permukaan air dan pandangan ke depan, dan side breather—posisi kepala miring untuk mengambil napas.

Cara berenang gaya kupu-kupu

  • Lengan Anda akan melengkung ke atas dan keluar dari air secara bersamaan, tampak seperti sepasang sayap.
  • Selain kedua lengan mendayung bersamaan, kaki juga akan terus bergerak menggunakan teknik yang disebut tendangan lumba-lumba atau dolphin kick.

Manfaat renang gaya kupu-kupu

Berenang merupakan latihan fisik yang menyeluruh untuk semua bagian tubuh. Jadi, renang gaya kupu-kupu bisa memberikan manfaat berikut ini.

Renang gaya kupu-kupu jelas bukan untuk pemula, perlu latihan ekstra sebelum Anda benar-benar menguasainya. Pilihlah instruktur berpengalaman untuk mengetahui teknik yang benar dan meminimalisasi risiko cedera.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 24/11/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan