home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Jenis Olahraga Lari dan Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Mengenal Jenis Olahraga Lari dan Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Lari merupakan salah satu olahraga yang murah dan mudah Anda lakukan. Walaupun begitu, olahraga ini bukan hanya sekadar memakai sepatu lari dan angkat kaki terus berlari. Jika Anda ingin menjadi seorang pelari yang baik, Anda harus memahami terlebih dahulu berbagai jenis olahraga lari, baik yang dipertandingkan atau sekadan menjadi rutinitas seperti berikut ini.

Cabang olahraga lari dalam atletik

<a href=

Atletik sebagai cabang olahraga tertua di dunia umum dipertandingkan dalam turnamen olahraga antarnegara, seperti Olimpiade, Asian Games, atau SEA Games. Lari merupakan salah satu nomor pertandingan yang cukup bergengsi pada atletik.

Lari dalam turnamen atletik menggabungkan beberapa elemen penting, seperti kecepatan, ketahanan tubuh, dan ketangkasan. Dikutip dari Worlds Athletics, ada lima cabang olahraga lari dalam atletik yang terbagi sebagai berikut ini.

  • Lari jarak pendek. Teknik lari sprint sangat mengutamakan kecepatan seorang atlet untuk menempuh jarak pendek, mulai dari 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.
  • Lari jarak menengah dan jauh. Teknik lari ini tidak hanya mengutamakan kecepatan, tapi juga stamina dan daya tahan tubuh. Cabang lari ini terbagi dalam jarak 800 meter, 1.500 meter, 5.000 meter, 10.000 meter, dan halang rintang (steeplechase) 3.000 meter.
  • Lari estafet. Variasi lari jarak pendek yang mempertandingkan sejumlah tim yang terdiri dari empat pelari yang membawa tongkat untuk terus berpindah hingga garis finis. Lari ini terbagi dalam dua jarak, yakni 4×100 meter dan 4×400 meter.
  • Lari gawang. Variasi lari jarak pendek yang juga memadukan ketangkasan pelari untuk melewati gawang dengan jumlah dan ketinggian tertentu. Cabang lari ini terbagi dalam tiga nomor, yakni 110 meter putra, 100 meter putri, dan 400 meter.
  • Lari maraton. Cabang olahraga lari yang menempuh jarak terjauh, yakni 42,195 km untuk full-marathon dan 21,0975 km untuk half-marathon.

Berbagai jenis olahraga lari yang umum sebagai rutinitas

macam-macam olahraga lari

Sejumlah olahraga lari juga bermanfaat untuk meningkatkan performa olahraga Anda, mulai dari tingkatan paling rendah bagi pemula hingga yang tingkatan cukup menantang bagi Anda yang sudah terbiasa beraktivitas fisik.

Berikut adalah macam-macam olahraga lari yang paling umum dan bisa Anda jadikan sebagai rutinitas untuk meningkatkan kebugaran tubuh.

1. Lari pemulihan (recovery run)

Lari pemulihan mengacu pada jenis lari jarak pendek dan kecepatan rendah. Jenis ini biasanya digunakan sebagai bagian latihan setelah latihan fisik yang intensif. Untuk lari pemulihan, Anda harus membiarkan tubuh pulih dari kelelahan akibat aktivitas, seperti lari jangka panjang sebelumnya. Jadi, Anda bisa lari sepelan mungkin dalam jenis olahraga lari ini.

2. Lari dasar (base run)

Lari dasar tidak memerlukan jarak yang jauh. Anda bisa lari dengan rute sedang-sedang saja dengan kecepatan senyaman mungkin. Jenis olahraga lari ini sebenarnya tidak menantang, namun lebih bermanfaat sebagai latihan daya tahan. Anda harus teratur menambahkannya ke dalam rutinitas latihan untuk meningkatkan performa lari secara bertahap.

3. Lari jangka panjang (long run)

Sesuai namanya, lari jangka panjang harus menghabiskan waktu yang lama, minimal cukup lama untuk membuat tubuh Anda merasa lelah. Lari jangka panjang bertujuan membangun daya tahan murni Anda. Jarak lari yang akan Anda tempuh, tergantung pada kondisi dan mungkin bisa berubah sesuai meningkatkan ketahanan tubuh.

4. Lari progresif (progression run)

Dalam lari progresif, Anda mulai berlari dengan kecepatan yang senyaman mungkin, kemudian berkembang ke kecepatan yang lebih tinggi. Lari progresif lebih sulit daripada lari dasar dan dirancang untuk terus mendorong sejauh mana batas kemampuan tubuh Anda.

5. Fartlek

Fartlek berasal dari istilah bahasa Swedia yang berarti “permainan cepat”, yang mengharuskan Anda untuk menggabungkan lari dasar dengan kecepatan dan jarak yang bervariasi. Jenis lari ini adalah olahraga yang baik untuk melatih tubuh melawan kelelahan yang timbul saat lari dengan kecepatan yang lebih tinggi, terutama ketika Anda baru memulai latihan.

6. Hill repeats

Saat berlatih hill repeats, yang perlu Anda lakukan adalah lari ke atas bukit secepat mungkin, lari turun kembali, dan ulangi proses ini. Jumlah pengulangan lari tidaklah sama, namun harus tetap mempertimbangkan kondisi fisik dan pengalaman Anda. Hill repeats bermanfaat dalam membangun kekuatan dan kecepatan, tetapi hanya boleh dilakukan setelah terbiasa lari.

7. Lari bertempo (tempo run)

Dalam lari bertempo, Anda diharuskan untuk lari secepat mungkin dalam waktu 1 jam jika Anda merupakan pelari profesional, dan 20 menit jika Anda merupakan pemula. Jenis olahraga lari ini akan membantu Anda meningkatkan kecepatan dalam lari jarak jauh atau maraton, sekaligus menjaga kecepatan dalam jarak waktu yang lebih lama.

8. Lari interval (interval run)

Lari interval merupakan kombinasi dari lari pelan dan lari cepat, dengan menggabungkannya dengan lari pemulihan atau jogging. Jenis lari ini bisa bersifat singkat atau lama, sesuai dengan kebutuhan Anda. Berlatih lari interval secara rutin baik untuk meningkatkan performa lari dan daya tahan Anda secara keseluruhan.

Untuk menjadi pelari yang lebih baik, Anda harus melatih diri dengan berbagai jenis olahraga lari, dan tidak hanya fokus pada satu jenis saja. Beberapa jenis lari bisa melelahkan, tetapi semua berperan penting terhadap peningkatan performa olahraga.

Anda juga perlu mengimbangi aktivitas fisik dengan asupan makanan bernutrisi sehat dan seimbang. Lakukanlah gaya hidup sehat, seperti berhenti merokok dan minum alkohol agar Anda bisa merasakan manfaat kesehatannya secara optimal.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Running 101: 8 Basic Types of Runs. Everyday Health. (2016). Retrieved 2 October 2016, from https://www.everydayhealth.com/fitness/running-101-basic-types-of-runs.aspx

Luff, C., & Honerkamp, J. (2016). Learning How to Run Hill Repeats Has Many Benefits. Verywell Fit. Retrieved 2 October 2016, from https://www.verywellfit.com/how-to-run-hill-repeats-2911890

Tempo Runs. Runner’s World. Retrieved 2 October 2016, from https://www.runnersworld.com/tempo-run/

What Is Fartlek Training?. Australian Fitness Academy. (2019). Retrieved 21 May 2021, from https://www.fitnesseducation.edu.au/blog/fitness/what-is-fartlek-training/

Our Sport. World Athletics. Retrieved 21 May 2021, from https://www.worldathletics.org/our-sport

Lee, D. C., Brellenthin, A. G., Thompson, P. D., Sui, X., Lee, I. M., & Lavie, C. J. (2017). Running as a Key Lifestyle Medicine for Longevity. Progress in cardiovascular diseases, 60(1), 45–55. https://doi.org/10.1016/j.pcad.2017.03.005

Foto Penulis
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi pada 08/07/2017
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x