5 Tips Menghindari Cedera Kepala Saat Main Sepakbola

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Cedera kepala merupakan salah satu risiko yang harus dihadapi saat melakukan olahraga kontak, seperti sepakbola. Cedera kepala sendiri dapat berkisar antara cedera yang ringan, seperti memar atau lecet pada kepala, hingga yang berat seperti gegar otak dan keretakan pada tengkorak yang dapat berakibat fatal.

Salah satu kasus cedera kepala yang terkenal di dunia persepakbolaan adalah cedera kepala yang dialami oleh Petr Cech pada tahun 2006. Cech mengalami tabrakan dengan salah satu pemain lawan. Kejadian ini mengakibatkan keretakan pada tengkorak (fractured skull) yang hampir merenggut nyawanya.

Bagaimana cara menghindari cedera kepala saat main sepakbola?

Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk menghindari cedera kepala saat bersepakbola.

1. Menggunakan alat pelindung

Bila Anda penggemar sepakbola Inggris, Anda pasti familiar dengan Petr Cech yang selalu memakai helm di tiap pertandingan. Sejak cedera yang dialaminya, dokter melarang Cech untuk bertanding tanpa helm.

petr cech cedera kepala

Banyak penelitian menunjukkan bahwa helm dan headgear dapat mengurangi efek benturan di kepala. Terlebih lagi, menurut Delaney et al, penjaga gawang adalah pemain dengan risiko cedera kepala paling tinggi. Maka tidak heran bila dokter bersikeras agar Cech selalu mengenai helm saat bertanding demi menghindari cedera kepala berulang.

Anda juga dapat menggunakan mouthguard atau pelindung mulut untuk mencegah cedera pada wajah dan rahang.

2. Hindari teknik bermain yang membahayakan diri

Meskipun sudah menggunakan alat pelindung, bukan berarti Anda 100% terbebas dari risiko cedera kepala. Menggunakan teknik yang membahayakan diri tetap dapat membuat Anda berisiko untuk mengalami cedera kepala.

Ini perlu ditekankan pada anak dan remaja terutama bagi mereka yang baru mulai bersepakbola. Bagi pemula, sebaiknya hindari menyundul terlalu sering. Teruslah berlatih untuk melakukan teknik dan timing menyundul yang baik agar tidak membahayakan diri sendiri dan pemain lain. Sebaiknya latihan dilakukan di bawah pengawasan pelatih dan dalam situasi yang aman terkendali.

3. Hindari bermain menggunakan kekerasan

Bermain agresif bukanlah hal yang dilarang dalam sepakbola. Justru sifat kompetitif dan agresif merupakan salah satu hal yang membuat sepakbola menarik. Namun tindakan kekerasan harus selalu dihindari karena dapat menyebabkan cedera kepala dan cedera lainnya.

4. Menggunakan ukuran bola yang sesuai dengan usia

Ukuran bola yang sesuai dengan ukuran tubuh pemain akan memudahkan pemain dalam mengontrol bola. Bila ukuran bola terlalu besar, maka pemain akan kesulitan mengontrol bola sehingga berisiko untuk cedera. Berikut adalah ukuran bola yang sesuai dengan usia.

  • Bola no. 3: anak di bawah 10 tahun
  • Bola no. 4: anak usia 10-14 tahun
  • Bola no. 5: untuk anak usia di atas 14 tahun

5. Lapisi tiang gawang dengan bantalan, dan tambatkan tiang gawang ke tanah

Tidak hanya akibat benturan antar pemain, cedera kepala juga dapat terjadi ketika kepala membentur tiang gawang. Untuk itu, sebaiknya tiang gawang dilapisi oleh bantalan empuk agar Anda dapat bermain dengan aman.

Tiang gawang portable sebaiknya ditambatkan ke tanah untuk menghindari kemungkinan tiang gawang rubuh dan menimpa pemain.

Selain trik-trik di atas, F-MARC (FIFA Medical Assessment and Research Centre) sendiri menyarankan untuk memperketat peraturan permainan sebagai upaya membatasi kontak antara anggota gerak bagian atas dan kepala. Selalu perhatikan keselamatan Anda saat berolahraga demi olahraga yang menyenangkan dan prestasi yang maksimal.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?
Sumber

Artikel dari ahli dr. Tania Savitri

Mencegah dan Mengobati Nyeri Tulang Kering Akibat Lari

Anda yang hobi olahraga lari pasti pernah mengalami nyeri pada tulang kering. Kondisi ini dinamakan shin splints. Bagaimana mencegah dan mengatasinya?

Ditulis oleh: dr. Tania Savitri
shin splints nyeri tulang kering
Cedera Olahraga, Kebugaran 28 April 2017

Kenapa Wajib Pakai Sepatu yang Tepat Saat Berolahraga?

Sepatu olahraga bukan hanya untuk gaya saja. Berbeda jenis olahraganya, berbeda pula sepatu yang dibutuhkan. Apa akibatnya kalau sembarang memilih sepatu?

Ditulis oleh: dr. Tania Savitri
sepatu olahraga

4 Cara Mencegah Nyeri Perut Atas Saat Berolahraga

Saat berolahraga atau sekadar jogging, Anda mungkin pernah merasakan nyeri menusuk di perut atas bagian samping. Apa penyebabnya dan bagaimana mencegahnya?

Ditulis oleh: dr. Tania Savitri
kram nyeri perut atas samping saat olahraga

Yang juga perlu Anda baca

Yuk, Ketahui Manfaat dan Gerakan Senam Jantung Sehat

Ingin jantung selalu sehat? Cobalah untuk mencoba senam jantung sehat. Yuk, lihat manfaat sekaligus panduan gerakan-gerakannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Olahraga Pagi atau Olahraga Malam, Mana yang Lebih Baik?

Ada yang suka berolahraga setelah bangun pagi, ada juga yang lebih senang olahraga pulang kantor. Sebetulnya, lebih baik olahraga pagi atau malam?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Olahraga Lainnya, Kebugaran 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Olahraga adalah cara mendapatkan berat badan ideal yang paling efektif. Namun dari semua jenis, mana yang lebih manjur: olahraga kardio atau angkat beban?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Olahraga Kardio, Kebugaran 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tortikolis

Tortikolosis membuat leher penderitanya mengalami kecondongan untuk miring ke satu sisi. Bisakah penyakit ini disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 27 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
minum kopi sebelum olahraga

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit