Tips Memulihkan Diri Setelah Operasi Pengangkatan Rahim

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/01/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Operasi pengangkatan rahim atau histerektomi adalah tindakan pengangkatan rahim dari tubuh wanita. Pengangkatan dapat dilakukan pada seluruh atau sebagian rahim, serta dapat disertai pengangkatan ovarium atau leher rahim maupun tidak.

Banyak wanita yang memutuskan untuk melakukan histerektomi untuk mencegah kanker rahim dan indung telur. Untuk Anda yang telah berjuang melakukan histerektomi, berikut panduan pemulihan setelah histerektomi yang bisa Anda coba.

Siapa yang perlu menjalani histerektomi?

Histerektomi perlu dilakukan karena adanya penyakit atau perdarahan rahim yang tidak dapat diatasi dengan cara lain. Misalnya tumor jinak pada rahim yang menimbulkan nyeri dan perdarahan, peranakan turun, endometriosis, perdarahan terus menerus dari vagina, penebalan dinding rahim, dan nyeri kronis di daerah panggul.

Pengangkatan rahim juga sering diperlukan pada kasus kanker rahim, kanker serviks, atau ovarium (indung telur). Histerektomi patut dipertimbangkan jika semua terapi lain tidak berhasil mengatasi penyakit.

Operasi pengangkatan rahim adalah operasi besar yang memerlukan waktu untuk pulih. Pemulihan dari operasi pengangkatan rahim biasanya memakan waktu dua hingga enam minggu.

Bagaimana cara mempercepat pemulihan setelah histerektomi?

Untuk meminimalkan rasa sakit setelah proses histerektomi, Anda membutuhkan waktu pemulihan sekitar 6 minggu. Perhatikan juga hal-hal penting berikut ini untuk mempercepat pemulihan setelah histerektomi.

1. Atasi sembelit

Sembelit setelah histerektomi sangat tidak nyaman dan hal ini harus dicegah. Anda harus tetap terhidrasi dengan baik, kunjungi dokter dan mintalah obat pelunak feses apabila anda mengalami sembelit.

2. Hindari mengangkat benda berat

Dengarkan tubuh Anda, hindari mengangkat beban berat atau kerja manual yang berhubungan dengan mengangkat beban. Tanpa model kerja seperti ini, kemungkinan Anda kembali normal dalam 4-8 minggu.

3. Jangan langsung menyetir

Berkendaraan dengan hati-hati. Berkendaralah dengan perlahan dan selalu kenakan sabuk pengaman. Anda mungkin harus menunggu selama 3-8 minggu sebelum diperbolehkan untuk mengemudi atau membawa kendaraan kembali.

4. Lakukan olahraga yang sesuai

Lakukan latihan yang tepat. Rumah sakit kemungkinan akan menawarkan rekomendasi olahraga yang tepat. Mungkin berupa jalan kaki, berenang. Hindari terlalu olahraga berlebihan. Lakukan olahraga angkat beban ringan (hanya bila diperlukan) dan melakukannya dengan punggung lurus dan lutut ditekuk. Cara ini sangat baik untuk mengurangi risiko pembekuan darah di kaki.

5. Jangan langsung berhubungan seks

Anda sebaiknya tidak melakukan hubungan seks dengan segera setelah histerektomi. Beri tahu pasangan bahwa Anda membutuhkan waktu, tunggulah hingga Anda benar-benar merasa nyaman dan tidak sakit. Mungkin pada awalnya terjadi kekeringan vagina atau hilangnya libido. Tunggulah sekitar 6 minggu sebelum melanjutkan aktivitas seksual normal Anda. Gunakan kondom untuk mencegah penyakit kelamin.

6. Pilih-pilih makanan Anda

Dari segi makanan, disarankan untuk menghindari makanan yang menimbulkan gas seperti kacang-kacangan, buncis, brokoli, kubis dan makanan yang terlalu pedas. Makanan yang kaya protein dan minum banyak cairan sangat dianjurkan karena dapat membantu proses pemulihan.

Pemulihan secara psikologis setelah operasi pengangkatan rahim

Seorang wanita memiliki daya tahan psikologis yang berbeda-beda. Ada wanita merasa dirinya baik-baik saja baik secara fisik maupun psikis. Ada yang merasa kuat namun tetap mengalami guncangan psikis karena histerektomi.

Kehilangan organ yang melambangkan diri wanita mungkin dapat menimbulkan rasa minder, depresi, dan rasa kehilangan mendalam pada wanita yang menjalani pengangkatan payudara, rahim, dan indung telur.

Untuk itu, Anda yang melakukan histerektomi sangat memerlukan dukungan teman dan keluarga. Jika diperlukan, konsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat membantu meringankan beban Anda pasca operasi. Hal ini bisa membantu pemulihan setelah histerektomi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memahami Lebih Jauh Mengenai Stadium Kanker Ovarium

Pengobatan kanker ovarium akan disesuaikan dengan stadium yang dimiliki pasien. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai stadium kanker ovarium.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 20/07/2020 . Waktu baca 7 menit

5 Gejala Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kanker ovarium dapat menimbulkan berbagai gejala yang mungkin di antaranya Anda sepelekan. Memangnya, apa saja ciri-ciri kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 17/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Meskipun ada peluang perkembangan kanker serviks bagi penderita, ternyata ada cara untuk mengelola agar kanker tidak berkembang menjadi komplikasi.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Kanker Serviks, Health Centers 27/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Mungkin Anda ragu ketika hamil dan ingin melakukan tes untuk mendeteksi kanker serviks. Apakah tes IVA saat hamil boleh dilakukan? Simak ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Serviks, Health Centers 20/03/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Aturan dan Jenis Makanan yang Disarankan untuk Pasien Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 5 menit
diagnosis dan cara mendeteksi kanker ovarium

Tes Kesehatan untuk Menegakkan Diagnosis Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit
akibat komplikasi kanker ovarium

Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Penyakit dan Pengobatan Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 6 menit