Penggunaan material asbes, misalnya untuk atap atau dinding rumah, bisa meningkatkan risiko penyakit kanker yang disebut mesothelioma. Walaupun kasusnya terbilang langka, kanker ini bersifat agresif dan sering kali berakibat fatal.
Penggunaan material asbes, misalnya untuk atap atau dinding rumah, bisa meningkatkan risiko penyakit kanker yang disebut mesothelioma. Walaupun kasusnya terbilang langka, kanker ini bersifat agresif dan sering kali berakibat fatal.

Mesothelioma adalah penyakit kanker yang terbentuk pada mesothelium, yakni selaput tipis yang melapisi berbagai organ dalam tubuh.
Kanker ini paling sering menyerang selaput paru-paru. Namun, jenis kanker ini terkadang juga dapat berkembang pada lapisan yang menyelimuti perut, jantung, dan testis.
Kanker mesothelium kerap kali tidak terdiagnosis hingga stadium lanjut sehingga sulit diobati.
Penyakit kronis ini juga tidak menunjukkan gejala spesifik dan cenderung menyerupai masalah kesehatan lainnya, seperti infeksi paru atau pneumonia.
Mayoritas kasus penyakit kanker ini terjadi pada orang-orang berusia 60 hingga 80 tahun. Meski jarang, mesothelioma juga dapat terjadi pada orang dengan usia yang lebih muda.
Berdasarkan lokasi berkembangnya sel kanker, mesothelioma bisa dibedakan ke dalam beberapa jenis berikut ini.

Kanker mesothelium pada stadium awal umumnya tidak bergejala. Penyakit ini baru menimbulkan gejala spesifik seiring dengan pertumbuhan sel dan jaringan kanker di dalam tubuh.
Gejala mesothelioma bergantung pada tempat awal berkembangnya sel kanker. Sebagai gambaran, berikut adalah gejala kanker mesothelioma pleura.
Kanker mesothelium juga paling sering menyerang selaput rongga perut atau peritoneum dengan tanda dan gejala berupa:
Tanda dan gejala jenis mesothelioma lain tidak begitu spesifik karena penyakit kronis ini jarang terjadi.
Mesothelioma perikardium yang memengaruhi lapisan pelindung jantung kemungkinan dapat menyebabkan nyeri dada dan kesulitan bernapas.
Sementara itu, mesothelioma testis mungkin pertama kali terdeteksi sebagai pembengkakan atau benjolan pada buah zakar.
Pada orang dewasa, penyebab utama mesothelioma adalah paparan asbes atau asbestos. Sekitar 70–80% pengidap kanker ini memiliki riwayat paparan asbes dalam jangka panjang.
Dikutip dari laman Cancer Council, dibutuhkan waktu antara 20 hingga 60 tahun sejak Anda terpapar asbestos hingga sel kanker dapat berkembang.
Selain asbes, paparan mineral serupa seperti silika dan erionit juga berkaitan dengan kemunculan penyakit kanker ini.
Para peneliti juga menyelidiki apakah gen turut berkontribusi terhadap risiko kanker ini. Pasalnya, hanya sejumlah kecil orang yang terpapar asbes yang akhirnya mengalami mesothelioma.
Selain itu, paparan zat kimia, infeksi virus, atau terapi radiasi (radioterapi) juga berkaitan dengan penyebab kanker mesothelium, terutama pada anak-anak.
Beberapa faktor risiko kanker mesothelium adalah sebagai berikut.

Jika Anda memiliki tanda dan gejala yang dicurigai sebagai kanker mesothelium, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari keberadaan benjolan di dalam tubuh.
Dokter mungkin meminta Anda untuk menjalani tes pencitraan seperti rontgen atau CT scan untuk mendeteksi pertumbuhan tumor ganas pada dada dan rongga perut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter dapat melakukan tes medis lanjutan seperti berikut ini.
Artikel terkait
Mesothelioma termasuk salah satu jenis kanker yang agresif dan cenderung sulit untuk diobati.
Adapun, pengobatan kanker ini bertujuan untuk meredakan gejala dan memperpanjang angka harapan hidup pasien dibarengi pola hidup sehat untuk kanker.
Dokter akan menentukan metode pengobatan yang tepat, tergantung pada lokasi pertumbuhan sel kanker, stadium kanker, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Berikut adalah beberapa metode pengobatan kanker mesothelium yang umumnya dilakukan.
Obat-obatan yang dipakai pada kemoterapi akan menghancurkan sel-sel kanker. Kemoterapi bertujuan untuk mengecilkan kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Radioterapi atau terapi radiasi menggunakan sinar energi tinggi untuk membunuh sel kanker. Terapi ini membantu meredakan gejala, seperti nyeri akibat pertumbuhan tumor.
Dalam kasus mesothelioma, jenis pengobatan kanker ini dapat diberikan setelah kemoterapi atau operasi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa.

Kurang dari 33% pengidap mesothelioma pleura bisa menjalani operasi. Pasalnya, tindakan operasi hanya dapat dilakukan untuk kanker dengan stadium awal.
Operasi dilakukan untuk mengangkat kanker sebanyak mungkin. Ini dapat berupa prosedur untuk mengangkat pleura, paru-paru, dan jaringan di sekitarnya yang terkena kanker.
Terapi multimodalitas adalah pendekatan dalam pengobatan kanker yang menggabungkan beberapa metode, seperti pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi.
Prosedur ini dirancang untuk mengurangi ukuran tumor, mengendalikan penyebaran kanker, dan membantu memperpanjang harapan hidup pasien.
Dalam beberapa kasus, tim medis akan membicarakan tentang perawatan paliatif. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan meringankan gejala kanker.
Perawatan paliatif berfokus pada pada kenyamanan dan dukungan emosional untuk membantu pasien dan keluarga menghadapi tantangan yang muncul selama perjalanan penyakit.
Mengurangi paparan asbes, baik itu di rumah atau di tempat kerja, menjadi langkah yang paling mungkin dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya mesothelioma.
Berikut ini adalah beberapa cara mencegah kanker mesothelium yang perlu Anda perhatikan.
Deteksi dini adalah kunci penting untuk meningkatkan peluang pulih dari kanker mesothelium.
Jika Anda memiliki riwayat paparan asbes dan mengalami gejala yang dicurigai sebagai kanker, konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Mesothelioma. (2024). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved August 30, 2024, from https://www.cdc.gov/mesothelioma/about/index.html
Mesothelioma. (2023). Cancer Research UK. Retrieved August 30, 2024, from https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/mesothelioma
Mesothelioma. (2023). Cancer Council. Retrieved August 30, 2024, from https://cancer.org.au/cancer-information/types-of-cancer/mesothelioma
Mesothelioma. (2022). Mayo Clinic. Retrieved August 30, 2024, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mesothelioma/symptoms-causes/syc-20375022
Mesothelioma: Types, causes, symptoms & treatment. (2022). Cleveland Clinic. Retrieved August 30, 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22432-mesothelioma
Zhu, W., Liu, J., Li, Y., Shi, Z., & Wei, S. (2023). Global, regional, and national trends in mesothelioma burden from 1990 to 2019 and the predictions for the next two decades. SSM – population health, 23, 101441. https://doi.org/10.1016/j.ssmph.2023.101441
Carbone, M., Gazdar, A., & Butel, J. S. (2020). SV40 and human mesothelioma. Translational lung cancer research, 9(Suppl 1), S47–S59. https://doi.org/10.21037/tlcr.2020.02.03
Versi Terbaru
05/09/2024
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro