home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko Kanker Kandung Kemih

Mengenal Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih merupakan satu dari sekian penyakit kanker yang cukup umum terjadi di Indonesia. Dari data Globocan, kasus kanker kandung kemih baru tercatat sebanyak 7.828 sepanjang tahun 2020. Adapun angka kematiannya mencapai 3.885 kasus. Berdasar pada data tersebut, Anda perlu mewaspadai kanker kandung kemih. Adapun mengetahui penyebab dan faktor risiko dari kanker kandung kemih dapat menjadi cara untuk mencegah penyakit tersebut.

Apa penyebab kanker kandung kemih?

Kanker kandung kemih adalah penyakit kanker yang muncul pada area kandung kemih seseorang. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel yang ada kandung kemih tumbuh secara abnormal dan menjadi sel kanker.

Ilmuwan tidak dapat memastikan penyebab tumbuhnya sel kanker. Namun, para ilmuwan berpendapat tumbuhnya sel kanker berkaitan dengan perubahan atau mutasi gen.

Dalam kondisi normal, gen dalam tubuh memberi perintah kepada sel untuk tumbuh, membelah, dan mati pada suatu waktu. Namun, bila mutasi gen terjadi, sel yang seharusnya mati justru tetap tumbuh serta membelah lebih cepat tanpa terkendali. Akibatnya, sel abnormal tersebut menumpuk dan menjadi tumor, serta merusak jaringan sehat di sekitarnya.

ciri-ciri kanker kandung kemih gejala pada wanita

Para ilmuwan menemukan adanya gen yang bermutasi pada penderita kanker kandung kemih. Meski tidak selalu sama, jenis mutasi gen yang kerap terdapat pada penderita kanker kandung kemih, yaitu TP53 atau RB1 serta FGFR dan RAS.

Mutasi gen sebagai penyebab kanker pada kandung kemih tersebut sebagian besar terjadi pada satu waktu kehidupan. Meski demikian, penderita kanker kandung kemih mungkin saja mendapat mutasi gen ini dari orangtua mereka.

Berbagai faktor risiko sebagai penyebab kanker kandung kemih

Penyebab bertumbuhnya sel kanker pada kandung kemih memang tidak dapat dipastikan. Meski demikian, beberapa ilmuwan menemukan berbagai faktor risiko yang mungkin terkait dengan pertumbuhan sel kanker tersebut.

Memiliki faktor risiko ini bukan berarti Anda akan pasti terkena kanker kandung kemih. Sebaliknya, seseorang yang terkena kanker kandung kemih pun belum tentu memiliki faktor risiko. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kandung kemih:

1. Pertambahan usia

Risiko kanker kandung kemih meningkat seiring dengan pertambahan usia. American Cancer Society menyebut sembilan dari sepuluh orang yang menderita kanker kandung kemih berusia lebih dari 55 tahun.

2. Kebiasaan merokok

motivasi berhenti merokok

Merokok seringkali dianggap sebagai penyebab kanker kandung kemih yang sering terjadi. Meski tak selalu pasti, faktanya, seseorang yang merokok tiga kali lebih mungkin terkena kanker kandung kemih ketimbang mereka yang tidak.

Pasalnya, bahan kimia dari asap rokok yang masuk ke dalam tubuh dan kemudian keluar melalui urine dapat merusak lapisan kandung kemih, sehingga menyebabkan kanker.

3. Bekerja di industri bahan kimia

Penggunaan berbagai bahan kimia industri sebagai pewarna, seperti benzidin dan betanaftilamina, dapat menyebabkan kanker kandung kemih.

Oleh karena itu, pekerja industri yang sering terpapar bahan kimia tersebut, seperti produsen cat, tekstil, karet, atau perusahaan percetakan, lebih mungkin mengalami kanker kandung kemih ketimbang yang tidak. Selain itu, pelukis, penata rambut, atau pekerja lain yang terpapar bahan kimia pewarna secara berlebihan juga bisa berisiko.

4. Pemakaian obat herbal

Bahan-bahan herbal dari tumbuhan memang bisa menjadi alternatif pengobatan kanker kandung kemih. Namun, sebaliknya, obat herbal tertentu juga bisa menjadi penyebab kanker kandung kemih. Sebagai contoh, obat atau suplemen herbal yang mengandung aristolochic acid.

5. Minum air yang mengandung arsenik

Anda juga berisiko terkena kanker kandung kemih jika terpapar bahan kimia melalui minuman. Biasanya, ini terjadi jika Anda minum air putih yang mengandung karsinogen sebagai penyebab kanker, terutama arsenik. Adapun arsenik merupakan bahan kimia alami yang berasal dari kerak bumi.

6. Masalah pada kandung kemih

Tak hanya faktor dari luar, kondisi kandung kemih Anda sendiri bisa menjadi penyebab munculnya kanker. Biasanya, risiko kanker meningkat jika Anda memiliki penyakit pada kandung kemih, seperti infeksi saluran kemih dan batu ginjal kronis atau penggunaan kateter di kandung kemih yang terlalu lama.

Tak hanya itu, schistosomiasis, cacat lahir kandung kemih, serta kelainan yang diwariskan dari orangtua, seperti Lynch syndrome, juga bisa menjadi penyebabnya.

Terdapat faktor yang tidak dapat Anda ubah, seperti usia. Meski demikian, sebagian faktor lainnya masih dapat Anda ubah untuk dapat mencegah kanker termasuk kanker kandung kemih pada masa mendatang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x