Berbagai Cara Mengobati Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Angka kejadian penyakit jantung bawaan (PJB) di Indonesia diperkirakan mencapai 43.200 kasus dari 4,8 juta kelahiran hidup (9 : 1000 kelahiran hidup) setiap tahunnya, berdasarkan data dari Indonesia Heart Association. Ketika bayi didiagnosis mengalami penyakit jantung bawaan saat lahir, dokter biasanya menyarankan berbagai cara untuk mengobati kondisi tersebut. Lantas, apa saja pengobatan yang biasanya direkomendasikan dan seperti apa persiapan ketika anak perlu menjalani operasi jantung bawaan? Yuk. lihat ulasannya berikut ini.

Mengapa anak dengan PJB harus diobati?

masalah paru-paru bayi prematur

Penyakit jantung bawaan (PJB) menunjukkan adanya kelainan pada struktur maupun fungsi jantung dan pembuluh darah sekitarnya. Ini meliputi berbagai kondisi, meliputi bocornya bilik jantung (atrial septal defect dan ventrikular septal defect), atau tidak menutupnya dua pembuluh arteri utama jantung (patent ductus arteriosus).

Kelainan pada struktur jantung ini bisa menyebabkan aliran darah dari jantung ke seluruh jaringan tubuh tidak berjalan lancar. Hal ini bisa menimbulkan gejala mengganggu, seperti napas pendek, tubuh membiru, dan pembengkakan tubuh. Bahkan, menimbulkan komplikasi fatal, mulai dari aritmia hingga gagal jantung kongestif.

Oleh karena itulah, jika dokter akan segera mengevaluasi kesehatan anak dan memutuskan cara mengobati jantung bawaan anak yang tepat sesegera mungkin.

Penyakit jantung bawaan (PJB) biasanya muncul sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Itu sebabnya, para ibu hamil disarankan untuk melakukan deteksi penyakit jantung bawaan sejak dini guna mengetahui kemungkinan adanya kondisi ini pada bayi.

“Jadi ketika sudah lahir, bisa segera dilakukan pengobatan penyakit jantung bawaan. Hal ini juga memungkinkan tumbuh kembang bayi lebih sehat nantinya,” ungkap dr. Winda Azwani, Sp.A(K) ketika ditemui tim Hello Sehat.

Cara mengobati penyakit jantung bawaan pada anak

operasi kanker kulit

Terdapat berbagai cara mengobati kelainan jantung pada anak. Namun, pengobatannya akan disesuaikan dengan jenis penyakit jantung bawaan yang dimiliki anak sekaligus keparahannya. Itulah sebabnya, dr. Winda dan beberapa ahli jantung anak di RSAB Harapan Kita menyebutkan bahwa tidak semua kasus cacat jantung bawaan akan ditangani dengan operasi.

Lebih lengkapnya, mari bahas satu per satu cara mengobati penyakit bawaan yang biasanya direkomendasikan dokter di bawah ini.

1. Minum obat

Dilansir dari situs National Heart, Lung, dan Blood Institute, cacat septum atrium merupakan salah satu jenis kelainan jantung bawaan yang sederhana. Kondisi ini kerap kali tidak membutuhkan operasi perbaikan karena lubang yang terbentuk di bilik atas akan menutup dengan sendirinya seiring waktu.

Begitu juga dengan kondisi patent ductus arteriosus, yakni kondisi tidak menutupnya pembuluh darah arteri jantung setelah bayi dilahirkan. Bukaan yang kecil juga dapat menutup dengan sendirinya sendirinya sehingga termasuk kelainan jantung sederhana yang mungkin tidak memerlukan operasi.

Pada kasus ini dan cacat jantung sederhana lainnya, dokter mungkin hanya akan merekomendasikan perawatan dengan minum obat-obatan.

Anak dengan patent ductus arterious mungkin diresepkan obat seperti paracetamol, indomethacin, atau ibuprofen. Obat ini dapat membantu menutup bukaan pada pembuluh arteri lebih cepat.

Selain obat di atas, pasien juga mungkin diresepkan obat penyakit jantung bawaan lain, seperti:

  • Inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE), yaitu obat untuk melemaskan pembuluh darah.
  • Angiotensin II receptor blockers (ARBs), yaitu obat untuk menangani tekanan darah tinggi dan mencegah gagal jantung.
  • Obat diuretik untuk mencegah pembengkakan tubuh, meredakan stres pada jantung, dan menormalkan denyut jantung.
  • Beta-bloker, yakni obat untuk membantu menurunkan tekanan darah.
  • Beberapa obat-obatan untuk mengobati aritmia.

Pemberian obat akan disesuaikan dengan usia anak, mengingat beberapa obat berisiko menimbulkan efek samping jika diberikan tidak sesuai usia yang ditentukan.

2. Kateterisasi jantung

Kateterisasi jantung dikenal tidak hanya sebagai tes kesehatan jantung, tapi juga menjadi cara untuk mengobati penyakit jantung bawaan yang sederhana. Contohnya, cacat septum atrium dan patent ductus arteriosus yang tidak membaik dengan sendirinya serta adanya kelainan katup jantung.

Sebelum kateterisasi jantung dilakukan, pasien akan diminta melakukan tes diagnostik, meliputi tes darah, tes pencitraan jantung, dan tes stres jantung. Dokter kemudian akan menyuntikan anestesi ke pembuluh darah untuk membuat pasien lebih rileks dan tidak merasakan sakit selama prosedur medis dilakukan.

Kateterisasi jantung ini umumnya baru boleh dilakukan pada bayi dengan berat badan minimal 5.5 kilogram. Prosedur medis ini merupakan cara mengobati penyakit jantung bawaan non-bedah. Artinya, dokter tidak perlu membuat luka sayatan pada dada.

Prosedur medis ini dilakukan dengan bantuan kateter, yakni tabung panjang, tipis, dan fleksibel (menyerupai infus) yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang ada di sekitar lengan, paha atas, pangkal paha, atau leher.

Dokter akan melihat ke monitor khusus yang menampilkan lokasi kateter sekaligus menentukan perawatan lain yang perlu dilakukan guna mengatasi cacat jantung bawaan.

Setelah perawatan selesai dilakukan, dokter mungkin mewajibkan pasien untuk bermalam di rumah sakit. Tujuannya, untuk memantau tekanan darah, sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi, seperti perdarahan dan penggumpalan darah yang berisiko tinggi mengakibatkan stroke.

3. Operasi jantung

Jika bayi atau anak memiliki risiko yang membahayakan, operasi jantung akan dipilih sebagai cara mengobati cacat jantung bawaan. Prosedur ini sebenarnya sudah bisa dilakukan ketika bayi menginjak usia 2 minggu.

Dalam operasi jantung, seorang ahli bedah akan membuat luka sayatan di dada dengan tujuan sebagai berikut:

  • Memperbaiki lubang yang ada pada bilik atas maupun bawah jantung.
  • Mengobati adanya bukaan pada pembuluh darah arteri utama jantung.
  • Memperbaiki cacat kompleks, seperti lokasi pembuluh darah jantung yang tidak sesuai.
  • Memperbaiki atau mengganti katup jantung.
  • Memperlebar pembuluh darah jantung yang menyempit secara abnormal.

Jenis-jenis operasi untuk penyakit jantung bawan

Operasi untuk mengatasi cacat jantung bawaan ini terdiri dari beberapa jenis. Dokter akan membantu mempertimbangkan mana jenis operasi yang sesuai dengan kondisi pasien. Jenis-jenis operasi tersebut, meliputi:

  • Operasi paliatif

Pada bayi yang hanya memiliki satu ventrikel lemah atau terlalu kecil, perlu menjalani operasi paliatif. Tujuannya, untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah.

Persiapan operasi penyakit jantung bawaan pada anak ini tidak berbeda dengan operasi jantung lain, yakni perlu penyuntikan anestesi. Kemudian, dokter bedah akan membuat luka sayatan dan memasang shunt, yaitu sebuah tabung yang menciptakan jalur tambahan bagi darah untuk sampai ke paru-paru dan mendapatkan oksigen.

Shunt jantung akan diambil kembali oleh dokter bedah ketika cacat jantung bawaan sudah diperbaiki sepenuhnya.

  • Operasi dengan alat bantu ventrikel

Cara selanjutnya untuk mengobati penyakit jantung bawaan adalah operasi dengan alat bantu ventrikel (ventricular assist device/VAD). Alat ini bekerja untuk membantu fungsi jantung tetap normal dan digunakan hingga prosedur transplantasi jantung dilakukan.

Persiapan operasi penyakit jantung bawaan pada anak ini dimulai dengan penyuntikan anestesi. Setelahnya, ahli bedah akan membuat sayatan di dada, menghubungkan arteri dan vena jantung ke mesin pintas jantung-paru.

Kemudian, sebuah pompa akan ditempatkan di atas dinding perut dan menghubungkannya ke jantung dengan sebuah selang. Selang lainnya akan disambungkan ke tabung yang terhubungkan ke arteri utama jantung dan alat VAD juga akan disambungkan ke kontrol unit di luar tubuh.

Selanjutnya, mesin pintas akan dimatikan dan VAD dapat bekerja mengambil alih fungsi jantung dalam memompa darah. Komplikasi yang mungkin terjadi dari prosedur ini adalah perdarahan dan penggumpalan darah.

  • Transplantasi jantung

Bayi dan anak yang harus menjalani perawatan ini memiliki cacat jantung bawaan yang kompleks. Prosedur medis ini juga ditujukan bagi mereka yang bergantung dengan ventilator atau menunjukkan gejala gagal jantung parah.

Begitu juga dengan orang dewasa yang sudah menjalani perawatan cacat jantung sederhana, kemungkinan akan menjalani prosedur ini di kemudian hari.

Cara mengobati penyakit jantung bawaan ini merupakan penggantian jantung yang rusak dengan jantung baru dari pendonor. Namun, sebelum operasi transplantasi jantung dilakukan, dokter akan mengamati kecocokan jantung pendonor dengan pasien.

Persiapan operasi penyakit jantung bawaan pada anak ini, diawali dengan penyuntikan anestesi lokal di pembunuh darah. Tabung pernapasan juga akan dipasang dan dihubungkan ke ventilator untuk membantu pasien bernapas.

Selanjutnya, ahli bedah akan membuat luka sayatan di dada, menghubungkan arteri dan vena jantung ke mesin bypass jantung. Arteri dan vena tersebut dengan mesin pintas akan dihubungkan kembali ke jantung pendonor yang sehat.

Operasi transplantasi selesai, luka bedah akan dijahit kembali dan pasien perlu diopname selama 3 minggu di rumah sakit untuk pemulihan dan mengikuti program rehabilitasi jantung.

Tingkat keberhasilan dari cara mengobati penyakit jantung bawaan adalah sekitar 85% pada satu tahun pertama setelah operasi dilakukan. Pada tahun selanjutnya, tingkat kelangsungan hidup akan berkurang sekitar 4-5% per tahunnya.

Meskipun begitu, operasi transplantasi jantung juga memiliki risiko, yakni disfungsi jantung cangkok yang dapat menyebabkan kematian pada bulan pertama setelah operasi.

Perawatan lanjutan penyakit jantung bawaan

“Setelah menjalani pengobatan penyakit jantung bawaan, kondisi kesehatan anak tentu saja akan jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Khususnya bayi dan anak-anak yang mendapatkan penanganan PJB di waktu yang tepat atau sedini mungkin,” jawab dr. Winda.

Ia juga menambahkan bahwa mengobati penyakit jantung bawaan pada anak secepat mungkin akan membantunya perkembangannya dengan baik dan normal selama masa kanak-kanak. Meski begitu, anak tetap membutuhkan perawatan jangka panjang sampai usianya dewasa.

Anak yang telah mendapatkan pengobatan penyakit jantung bawaan, baik operasi maupun non-operasi PJB, harus mendapatkan gizi yang cukup untuk pemulihan lukanya. Ini bisa dilakukan dengan menerapkan diet khusus untuk cacat jantung bawaan.

“Jangan lupa, asupan gizi yang didapatkan anak juga harus baik, karena ada luka bekas di operasi di tubuhnya. Nah, dalam proses penyembuhan luka tersebut butuh asupan protein yang cukup dari makanan hariannya,” tutur dr. Winda.

“Dalam proses penyembuhan luka, anak butuh asupan yang cukup dari makanan hariannya,” ujarnya. “Maka itu, usahakan anak mendapatkan status gizi yang baik. Asupan susu setiap harinya juga tidak boleh terlewatkan, terutama jika pengobatan penyakit jantung bawaan dilakukan saat masih bayi.”

Meski pengobatan penyakit jantung bawaan pada anak sudah selesai, dr. Winda menyarankan agar kesehatan anak tetap dipantau secara rutin ke dokter. Terlebih pada beberapa bulan setelah operasi, kontrol ke dokter setidaknya satu kali sebulan.

“Kalau sudah masuk 6 bulan pasca-operasi, kontrol kesehatan anak bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali. Nah, jadwal cek kesehatan anak lama-lama juga bisa dilakukan selama beberapa kali dalam setahun sebagai perawatan jangka panjangnya,” tutup dr. Winda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . 5 mins read

Obat Herbal untuk Penyakit Jantung Koroner, Aman atau Tidak?

Obat herbal untuk jantung koroner harus dilakukan dengan hati-hati. Apa saja obat herbal untuk penderita jantung koroner dan cara aman mengonsumsinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . 5 mins read

5 Cara Memilih Makanan untuk Penderita Jantung Koroner

Menerapkan pola makan sehat merupakan cara untuk mengatasi penyakit jantung koroner. Apa saja makanan sehat untuk penderita jantung koroner?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Direkomendasikan untuk Anda

kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 7 mins read
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 mins read
gagal jantung akut

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 5 mins read
endokarditis adalah

Endokarditis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 11 mins read