home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Gaya Hidup Sehat untuk Pasien Penyakit Arteri Koroner

Gaya Hidup Sehat untuk Pasien Penyakit Arteri Koroner

Penyakit arteri jantung koroner adalah salah satu penyakit jantung yang umum menyerang masyarakat di Indonesia. Penyakit ini terjadi ketika arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung mengeras dan menyempit karena penumpukan kolesterol. Seiring waktu, penyakit bisa melemahkan otot jantung dan menyebabkan gagal jantung. Sebelum hal ini terjadi, pasien yang memiliki penyakit arteri koroner harus melakukan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat.

Perubahan gaya hidup untuk pasien penyakit arteri koroner

Prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Bahkan, WHO juga menunjukkan bahwa penyakit ini telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar.

Tingginya prevalensi penyakit jantung disebabkan oleh kebiasaan yang tidak sehat, seperti merokok dan melakukan pola makan yang tidak seimbang. Dilaporkan 50% dari penderita penyakit berpotensi mengalami henti jantung mendadak.

Padahal, penyakit masih bisa dikendalikan bila pasien berhenti melakukan kebiasaan-kebiasaan yang buruk bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa perubahan gaya hidup yang penting dilakukan bagi para pasien dengan penyakit arteri koroner.

1. Konsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang

Salah satu hal yang paling penting adalah mengubah pola makan menjadi lebih sehat. Seperti yang kita ketahui, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi akan lemak jenuh dan kolesterol dapat meningkatkan risiko penyakit arteri koroner.

Oleh karena itu, buatlah satu porsi makanan Anda menjadi kaya nutrisi dengan menambahkan sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, susu rendah lemak, kacang-kacangan, dan makanan lain yang mengandung lemak baik seperti ikan dan minyak nabati.

Mengurangi asupan makanan berkolesterol LDL dapat membantu meningkatkan aliran darah ke jantung dengan mengurangi jumlah plak di arteri Anda. Agar lebih mudah, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli gizi untuk merencanakan menu makan yang tepat.

2. Tingkatkan aktivitas fisik

Penelitian menunjukkan bahwa rutin beraktivitas fisik selama 150 menit setiap minggunya dapat membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, dan menjaga berat badan agar tetap berada pada angka yang normal.

Aktivitas fisik tak melulu harus melakukan olahraga yang berat. Anda juga bisa menjadi lebih aktif dengan banyak berjalan kaki dan melakukan pekerjaan rumah.

Namun ingat, aktivitas fisik pada penderita arteri koroner harus dilakukan dengan berhati-hati. Oleh karena itu, konsultasikan dahulu kepada dokter untuk memastikan apakah Anda boleh berolahraga saat punya penyakit jantung ini.

3. Berhenti merokok

Merokok adalah salah satu penyebab utama dari berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung. Berhenti merokok menjadi salah satu perubahan gaya hidup yang paling penting dilakukan bila Anda ingin penyakit arteri koroner tetap terkendali.

Merokok dapat merusak jantung, pembuluh darah serta jaringan paru-paru Anda. kebiasaan ini juga bisa mengurangi jumlah oksigen dalam darah serta memaksa jantung untuk berdetak lebih cepat.

Berhenti melakukan kebiasaan yang sudah dilakukan sejak lama memang sangat sulit. Namun, ini bukan berarti tak mungkin. Bila perlu, konsultasikan masalah Anda dengan dokter atau terapi untuk membantu Anda berhenti merokok.

Menjadi perokok pasif pun tak kalah berbahaya. Bagi Anda yang tidak merokok, jauhkan diri dari paparan asap rokok sebisa mungkin.

4. Kurangi asupan alkohol

Kelebihan alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Terlalu banyak konsumsi alkohol juga sebabkan penyakit jantung, seperti aterosklerosis, penumpukan lemak dalam arteri jantung, dan aritmia. Alkohol juga bisa menimbulkan reaksi dengan obat-obatan tertentu.

Oleh karena itu, kurangi atau berhentilah konsumsi minuman beralkohol. Perubahan gaya hidup ini dapat membantu mengurangi gejala nyeri dada yang kerap terjadi pada penyakit arteri koroner.

5. Kendalikan tingkat stres

Perubahan gaya hidup yang dilakukan tentunya tak hanya terbatas pada kebiasaan yang mempengaruhi kondisi fisik, tetapi juga kondisi mental Anda.

Beberapa penelitian telah menunjukkan risiko penyakit jantung koroner bisa berhubungan dengan tingkat stres yang Anda miliki.

Hal ini mungkin terjadi, sebab stres dapat membuat orang-orang cenderung melakukan kebiasaan yang berdampak buruk pada kesehatan, seperti makan berlebihan, merokok, atau minum alkohol. Hormon adrenalin yang keluar saat stres juga dapat meningkatkan tekanan darah.

Agar gejala arteri koroner tetap terkendali, kurangi tingkat stres Anda dengan melakukan meditasi, yoga, atau berkonsultasi dengan psikolog bila perlu.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lifestyle Changes for Heart Attack Prevention. (2015). American Heart Association. Retrieved 24 November 2021, from https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/life-after-a-heart-attack/lifestyle-changes-for-heart-attack-prevention

Lifestyle Changes to Manage Coronary Artery Disease (CAD). (2018). Winchester Hospital. Retrieved 24 November 2021, from https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=20289

Brinks, J., Fowler, A., Franklin, B. A., & Dulai, J. (2016). Lifestyle Modification in Secondary Prevention: Beyond Pharmacotherapy. American journal of lifestyle medicine, 11(2), 137–152. Retrieved 24 November 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 06/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.