Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pilihan Pengobatan Infeksi Virus Zika, dari Obat Medis hingga Alami

Pilihan Pengobatan Infeksi Virus Zika, dari Obat Medis hingga Alami

Infeksi virus Zika berasal dari gigitan nyamuk Aedes, yaitu jenis nyamuk yang juga menjadi carrier (pembawa) untuk virus penyebab demam berdarah dan chikungunya. Menurut WHO, hanya 1 dari 4 orang terinfeksi yang menunjukkan gejala dan sedikit di antaranya mengalami komplikasi. Meskipun begitu, saat mengalami gejala akibat infeksi Zika, Anda tetap perlu melakukan pengobatan, terutama bagi ibu hamil. Seperti apa upaya pengobatan yang tepat?

Macam-macam pengobatan infeksi Zika

Sebenarnya, tidak ada pengobatan khusus untuk mengatasi infeksi virus Zika. Infeksi virus Zika terkadang bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali. Bahkan sekali pun muncul, gejalanya cenderung ringan.

Akan tetapi, menurut U.S National Library of Medicine, gejala penyakit ini bisa lebih serius pada ibu hamil.

Penyakit ini pun berisiko menyebabkan kecacatan saat bayi dilahirkan, bahkan bisa mengarah pada komplikasi kehamilan seperti keguguran dan lahir prematur.

Oleh karena itu, ibu hamil yang terinfeksi virus Zika perlu segera mendapatkan pengobatan medis.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi gejala akibat infeksi virus Zika, baik perawatan di rumah maupun pengobatan medis.

1. Perbanyak istirahat

pola tidur yang baik

Selama sakit, janganlah memaksakan diri untuk beraktivitas seperti biasa, apalagi melakukan pekerjaan berat.

Tubuh Anda memerlukan energi lebih untuk memerangi infeksi virus. Oleh karena itu, beristirahatlah sampai benar-benar pulih.

Pastikan Anda mencukupi waktu tidur 7-8 jam dalam sehari. Tidur dapat menjadi pengobatan alami untuk infeksi Zika karena membantu menjaga keseimbangan sistem imun.

Selain itu, tidur dapat meningkatkan aktivitas asam alfa-lipoat, yaitu antioksidan yang mempercepat pemulihan tubuh saat sakit.

Anda bisa beristirahat total setidaknya 1 hari. Setelah kembali fit, barulah Anda boleh kembali beraktivitas seperti biasa.

2. Menambah asupan cairan

fakta air mineral

Infeksi virus Zika bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan sehingga Anda rentan mengalami dehidrasi.

Oleh karena itu, perbanyaklah konsumsi air putih untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh sehingga lebih mudah melawan infeksi virus.

Tak melulu air putih, Anda bisa mengonsumsi sumber cairan lain seperti jus, sup kaldu, teh herbal, atau ramuan obat alami dari air jahe hangat, madu, dan lemon.

Berbagai sumber cairan ini bahkan memberikan gizi tambahan seperti vitamin dan zat antiradang yang dapat membantu pemulihan.

Selain itu, hindarilah minuman yang mengandung gula tinggi, alkohol, dan kafein selama Anda sakit.

3. Minum obat-obatan

obat BAB berdarah

Sementara untuk meredakan demam serta nyeri pada otot dan sendi, Anda bisa minum obat over-the-counter (OTC) seperti paracetamol (acetaminophen). Obat ini dapat diperoleh di apotek tanpa resep dokter.

Usahakan untuk menghindari konsumsi obat-obatan pengencer darah seperti aspirin, begitu pun dengan ibuprofen dan obat non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDS) lainnya.

Lakukan hal ini sampai penyakit benar-benar terkendali dan risiko mengalami perdarahan berkurang.

Jika infeksi Zika menyebabkan perdarahan di pembuluh darah, pengobatan ini bisa memperparah kondisi tersebut dan berisiko menyebabkan komplikasi serius.

4. Hindari gigitan nyamuk

nyamuk malaria penyebab malaria

Penularan virus Zika umumnya terjadi melalui gigitan nyamuk. Oleh karena itu, Anda perlu menghindari gigitan nyamuk di lingkungan sekitar untuk mencegah infeksi berulang.

Hingga saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi virus Zika. Para peneliti masih terus mengembangkan vaksin sekaligus metode pengobatan untuk infeksi Zika.

Untungnya, beberapa cara seperti di bawah ini bisa Anda lakukan untuk menangkal gigitan nyamuk pembawa virus.

  • Memasang kelambu di sekitar tempat tidur sehingga bisa terbebas dari gigitan nyamuk selama tidur.
  • Mengenakan pakaian panjang yang menutupi lengan dan kaki.
  • Mengoleskan lotion antiserangga yang mengandung DEET (N, N-diethyl-meta-toluamide). Sebaiknya dioleskan setelah tabir surya. Untuk ibu hamil dan menyusui disarankan memilih produk yang mengandung DEET kurang daru 50%.
  • Menggunakan obat nyamuk semprot atau bakar untuk membasmi nyamuk di ruangan.
  • Menjaga kebersihan rumah terutama di tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti bak air atau kolam.

Meskipun umumnya gejala akibat infeksi Zika tidak terlalu serius, Anda perlu segera menjalani pengobatan medis saat gejala yang dialami bertambah parah.

Pada anak-anak dan orang dewasa, penyakit ini bisa memicu terjadinya penyakit saraf, myelitis, dan sindrom Guillain-Barré.

Selama terinfeksi, Anda sebaiknya juga melakukan langkah pencegahan penularan Zika, seperti menunda melakukan hubungan seksual dengan pasangan dan menggunakan peralatan makan dan minum sendiri.

Dengan begitu, Anda tidak menyebarkan virus pada anggota keluarga dan orang lain.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

da Silva, S., Oliveira Silva Martins, D., & Jardim, A. (2018). A Review of the Ongoing Research on Zika Virus Treatment. Viruses, 10(5), 255. doi: 10.3390/v10050255

Gorshkov, K., Shiryaev, S., Fertel, S., Lin, Y., Huang, C., & Pinto, A. et al. (2019). Zika Virus: Origins, Pathological Action, and Treatment Strategies. Frontiers In Microbiology, 9. doi: 10.3389/fmicb.2018.03252

WHO. (2018). Zika virus. Retrieved 4 June 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/zika-virus

CDC. (2014). Treatment for Zika Virus. Retrieved 4 June 2021, from https://www.cdc.gov/zika/symptoms/treatment.html

U.S. National Library of Medicine. (2021). Zika Virus: MedlinePlus. Retrieved 4 June 2021, from https://medlineplus.gov/zikavirus.html

NHS. (2017). Zika virus. Retrieved 4 June 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/zika/

Mayo Clinic. (2021). Zika virus – Diagnosis and treatment. Retrieved 4 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/zika-virus/diagnosis-treatment/drc-20353645#:~:text=There%20is%20no%20specific%20treatment,relieve%20joint%20pain%20and%20fever.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.