Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cegah Kematian, Kenali Gejala Rabies pada Manusia dari Awal!

Cegah Kematian, Kenali Gejala Rabies pada Manusia dari Awal!

Rabies adalah penyakit infeksi virus yang menular dari hewan, salah satu cara penularannya adalah melalui gigitan. Namun, gejala penyakit rabies pada manusia tidak langsung muncul begitu Anda tergigit. Inilah sebabnya banyak yang tidak mewaspadai bahaya penyakit ini. Padahal infeksi virus rabies secara perlahan bisa menyebabkan gangguan pada sistem saraf. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui berbagai ciri-ciri dan gejala penyakit rabies pada manusia.

Gejala penyakit rabies pada manusia

Virus rabies dapat mempengaruhi hewan liar dan hewan peliharaan. Sebagian besar kasus rabies pada manusia, 90% diantaranya disebabkan oleh gigitan hewan peliharaan.

Lebih dari 95% kematian manusia akibat virus tersebut terjadi di Asia dan Afrika, terutama di lingkungan pedesaan terpencil yang mana dialami oleh anak-anak berusia 5-14 tahun.

Anjing adalah sumber utama penular penyakit ini. Selain itu, penularan melalui gigitan kelelawar juga menjadi penyebab kematian terbesar di Australia dan Eropa Barat.

Tidak hanya melalui gigitan, penularan rabies pada manusia bisa terjadi melalui cakaran atau bersentuhan dengan air liur hewan yang terinfeksi.

Setelah tergigit hewan terinfeksi atau terpapar virus rabies, Anda memang tidak langsung mengalami gejala. Pasalnya, virus rabies membutuhkan waktu untuk mencapai otak atau sistem saraf dan mulai menginfeksi.

Inilah mengapa, ciri-ciri utama rabies yang memengaruhi sistem saraf mungkin baru muncul setelah berbulan-bulan Anda tertular.

Menurut CDC, berikut adalah tahapan perkembangan gejala rabies pada manusia yang perlu diwaspadai.

1. Masa inkubasi infeksi virus rabies

Masa inkubasi adalah waktu di antara penularan virus sampai munculnya gejala awal rabies. Pada periode ini, Anda biasanya tidak merasakan keluhan apapun.

Masa inkubasi rabies bisa berlangsung selama 2-3 bulan. Dalam beberapa kasus, masa inkubasi bisa juga terjadi selama 1 minggu setelah penularan.

Masa inkubasi ini memang bervariasi, tergantung dari bagian mana virus masuk ke dalam tubuh. Semakin dekat titik penularan, maka semakin cepat masa inkubasinya.

Jika Anda tergigit anjing terinfeksi rabies pada bagian tubuh yang dekat dengan otak, masa inkubasi virus rabies akan lebih pendek. Namun, faktor seperti tipe virus rabies yang menginfeksi dan kondisi kekebalan tubuh juga memengaruhi lamanya masa inkubasi.

2. Gejala awal infeksi rabies

Pada tahap awal infeksi, penyakit rabies belum menunjukkan ciri-ciri gangguan pada sistem saraf. Gejala awal rabies umumnya serupa dengan penyakit infeksi kebanyakan yang meliputi:

  • Demam mencapai 38 derajat Celcius atau lebih
  • Sakit kepala
  • Kecemasan
  • Merasa tubuh tidak sehat secara keseluruhan
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Mual disertai muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Gatal, nyeri, dan sensasi terbakar di area luka rabies
  • Kesemutan atau mati rasa di area luka rabies

Gejala awal ini berlangsung akut atau sementara selama 2 hingga 10 hari. Seiring dengan berjalannya waktu, infeksi akan semakin berkembang menyebabkan gejala rabies bertambah parah.

3. Gejala rabies lanjutan

gejala kejang karena gangguan mental

Gejala rabies lanjutan atau klinis menunjukkan ciri-ciri gangguan neurologis. Artinya, virus telah lebih lanjut menginfeksi sistem saraf sehingga menyebabkan peradangan otak (ensefalitis).

Pada tahap ini, gejala lebih kentara dan tingkat keparahannya semakin berat. Gangguan yang dialami biasanya mencakup perubahan perilaku yang ekstrem dan tidak menentu, seperti lebih hiperaktif, agresif hingga berhalusinasi.

Inilah dampak yang disebabkan oleh rabies ketika telah menyerang otak dan sistem saraf:

  • Merasa kebingungan, resah, dan gelisah
  • Lebih agresif dan hiperaktif
  • Kejang otot dan kelumpuhan mungkin terjadi
  • Bernapas cepat terkadang kesulitan bernapas
  • Memproduksi lebih banyak air liur
  • Takut dengan air (hydrophobia)
  • Takut cahaya (photophobia)
  • Kesulitan menelan
  • Berhalusinasi
  • Bermimpi buruk dan insomnia
  • Ereksi permanen pada pria

Semakin lama, penderita bisa mengalami kesulitan bernapas yang cukup parah hingga hiperventilasi, sebagaimana orang yang mengalami serangan panik.

Pada beberapa kasus, gejala lanjutan rabies bisa berkembang secara perlahan sampai akhirnya menyebabkan kelumpuhan. Kelumpuhan awalnya dialami pada bagian yang terluka dan menyebar ke bagian tubuh lain di sekitarnya. Kondisi ini dikenal juga dengan rabies paralisis.

4. Koma dan kematian

Setelah gejala klinis muncul, penyakit rabies biasanya sudah tergolong fatal. Gejala rabies paralisis yang terus bertambah parah dapat menyebabkan penderitanya berisiko mengalami koma.

Sayangnya, koma akibat rabies seringkali berujung pada kematian hanya dalam hitungan jam, kecuali penderitanya terhubung dengan alat bantu pernapasan (ventilator). Kematian biasanya terjadi dari hari ke-4 hingga hari ke-7 setelah koma mulai berlangsung.

Tertular virus rabies, kapan harus ke dokter?

Apabila Anda melakukan kontak dengan hewan liar atau hewan peliharaan yang menunjukkan ciri-ciri rabies, terutama sampai tergigit, segeralah cari pertolongan medis. Jangan menunda sampai gejala muncul.

Penanganan rabies perlu segera dilakukan sejak awal sekalipun belum menunjukkan gejala apapun.Mengobati sedari awal sebelum gejala muncul justru dapat mencegah akibat fatal dari penyakit ini.

Pengobatan medis yang dilakukan tergantung dari penularan virus rabies sendiri. Untuk kasus gigitan yang menyebabkan luka, dokter akan melakukan post-exposure prophylaxis (PEP).

Cara mengobati rabies ini bertujuan mencegah virus masuk ke dalam sistem saraf pusat dan menyebabkan infeksi. PEP ini biasanya terdiri dari pengobatan luka, penyuntikkan vaksin rabies atau pemberian globulin imun.

Gejala rabies pada manusia berkembang secara bertahap. Apabila gejala telah menunjukkan gangguan neurologis, penyakit ini bisa berakibat fatal. Namun, bahaya dari rabies ini bisa dicegah dengan pengobatan medis yang dilakukan sesegera mungkin.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WHO. (2020). Rabies. Retrieved 3 December 2020, from https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/rabies

CDC. (2020). Rabies. Retrieved 3 December 2020, from https://www.cdc.gov/rabies/index.html

Mayo Clinic. (2020). Rabies – Symptoms and causes. Retrieved 3 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rabies/symptoms-causes/syc-20351821

Mayo Clinic. (2020). Rabies – Diagnosis and treatment. Retrieved 3 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rabies/diagnosis-treatment/drc-20351826

NHS-UK. (2017). Rabies. Retrieved 3 December 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/rabies/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adinda Rudystina Diperbarui 08/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan