home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Paracetamol Mengandung Virus Machupo yang Mematikan: Hoax Atau Fakta?

Paracetamol Mengandung Virus Machupo yang Mematikan: Hoax Atau Fakta?

Pernahkah Anda menerima pesan berantai di aplikasi chatting soal obat paracetamol yang mengandung virus mematikan? Ya, akhir-akhir ini memang marak diisukan adanya kandungan virus berbahaya yang disebut Machupo dalam obat paracetamol. Obat paracetamol sendiri adalah pereda nyeri yang dijual bebas tanpa resep dokter. Benarkah kalau obat paracetamol mengandung virus Machupo?

Obat paracetamol seperti apa yang diisukan mengandung virus?

Menurut pesan berantai yang tersebar melalui media sosial serta aplikasi chatting, obat paracetamol yang mengandung virus mematikan adalah paracetamol (juga dikenal sebagai acetaminophen) dengan nomor seri P-500. Nomor seri ini biasanya tercantum dalam kemasan produk dan mengindikasikan dosisnya, yaitu 500 miligram. Disebutkan juga dalam pesan berantai tersebut bahwa obat tersebut keluaran baru, warnanya sangat putih dan permukaannya tampak mengilap.

Obat paracetamol P-500 tersebut dikatakan mengandung patogen (pembawa virus) yang sangat berbahaya, yaitu Machupo. Virus macupo diklaim bisa menginfeksi siapa saja yang mengonsumsinya. Infeksi virus ini dapat menyebabkan kematian. Namun, pesan berantai ini tidak menyertai keterangan ahli, bukti uji klinis, atau penjelasan lebih lanjut yang bisa membenarkan klaimnya.

Benarkah obat paracetamol mengandung virus Machupo?

Tidak, obat paracetamol P-500 tidak mengandung virus Machupo. Dilansir dari situs resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia, paracetamol P-500 telah diperiksa dan diuji keamanan serta mutunya sebelum diedarkan secara bebas di pasar. Setelah melalui uji klinis, BPOM tetap aktif memantau produksi dan distribusi obat ini di pasaran. Berdasarkan evaluasi BPOM, obat paracetamol P-500 dinyatakan aman dan bebas dari virus Machupo.

Sampai saat ini belum ada penelitian atau uji laboratorium dari mana pun yang bisa membuktikan adanya virus Machupo dalam obat paracetamol P-500. Maka, pesan berantai tersebut hanyalah kebohongan belaka (hoax).

Isu paracetamol mengandung virus ini serupa dengan isu makanan kemasan dan pisang yang diimpor dari negara-negara di Amerika Selatan mengandung virus HIV. Isu-isu yang tak didukung oleh bukti ilmiah seperti ini hanya disebarkan untuk menakuti-nakuti orang saja.

Oleh karenanya, Kepala BPOM Penny K. Lukito mengimbau masyarakat untuk membeli obat hanya di apotek atau toko obat yang sudah mengantongi izin dari Dinas Kesehatan setempat. Obat-obatan di apotek resmi atau toko obat berizin pasti telah diuji dan diawasi secara ketat oleh BPOM.

Apa itu virus Machupo?

Virus Machupo pertama kali berjangkit di Bolivia, Amerika Selatan pada awal 1960an. Karena berjangkit di Bolivia, maka penyakit yang disebabkan oleh virus ini dikenal dengan nama demam berdarah Bolivia. Virus Machupo memang menyebabkan demam yang disertai perdarahan. Misalnya perdarahan berupa bintik-bintik merah di kulit, perdarahan gusi, atau mimisan. Selain demam berdarah, gejala lainnya yaitu sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga kejang. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit demam berdarah Bolivia bisa menyebabkan kematian.

Penularan virus Machupo terjadi melalui udara, makanan, dan kontak langsung dengan virus. Virus ini hidup di urin, feses, dan air liur hewan pengerat seperti tikus. Di Bolivia, virus ini berjangkit karena urin atau feses tikus yang mengering tersapu bersama angin sehingga mengontaminasi udara di sekitarnya. Udara tersebut terhirup oleh manusia dan akhirnya menyebar.

Namun, virus ini tidak ditemukan dalam produk obat paracetamol 500 miligram. Pasalnya, obat paracetamol diproduksi dengan standar keamanan dan kebersihan yang sangat ketat. Pabriknya juga senantiasa diawasi oleh berbagai badan kesehatan yang berwenang. Jadi, Anda tak perlu khawatir mengonsumsi obat pereda nyeri ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Paracetamol Oral. http://www.webmd.com/drugs/2/drug-57595/paracetamol-oral/details Diakses pada 16 Maret 2017.

Klarifikasi Badan POM Terkait Beredarnya Isu Produk Obat Parasetamol yang Mengandung Virus Berbahaya. http://www.pom.go.id/mobile/index.php/view/klarifikasi/45/KLARIFIKASI-BADAN-POM-TERKAIT-BEREDARNYA-ISU–PRODUK-OBAT-PARASETAMOL-YANG-MENGANDUNG-VIRUS-BERBAHAYA.html Diakses pada 16 Maret 2017.

Machupo. https://web.stanford.edu/group/virus/arena/2005/MachupoVirus.htm Diakses pada 16 Maret 2017.

Treatment of Bolivian Hemorrhagic Fever with Intravenous Ribavirin. cid.oxfordjournals.org/content/24/4/718.full.pdf Diakses pada 16 Maret 2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 16/03/2017
x