Paracetamol Mengandung Virus Machupo yang Mematikan: Hoax Atau Fakta?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda menerima pesan berantai di aplikasi chatting soal obat paracetamol yang mengandung virus mematikan? Ya, akhir-akhir ini memang marak diisukan adanya kandungan virus berbahaya yang disebut Machupo dalam obat paracetamol. Obat paracetamol sendiri adalah pereda nyeri yang dijual bebas tanpa resep dokter. Benarkah kalau obat paracetamol mengandung virus Machupo?

Obat paracetamol seperti apa yang diisukan mengandung virus?

Menurut pesan berantai yang tersebar melalui media sosial serta aplikasi chatting, obat paracetamol yang mengandung virus mematikan adalah paracetamol (juga dikenal sebagai acetaminophen) dengan nomor seri P-500. Nomor seri ini biasanya tercantum dalam kemasan produk dan mengindikasikan dosisnya, yaitu 500 miligram. Disebutkan juga dalam pesan berantai tersebut bahwa obat tersebut keluaran baru, warnanya sangat putih dan permukaannya tampak mengilap.  

Obat paracetamol P-500 tersebut dikatakan mengandung patogen (pembawa virus) yang sangat berbahaya, yaitu Machupo. Virus macupo diklaim bisa menginfeksi siapa saja yang mengonsumsinya. Infeksi virus ini dapat menyebabkan kematian. Namun, pesan berantai ini tidak menyertai keterangan ahli, bukti uji klinis, atau penjelasan lebih lanjut yang bisa membenarkan klaimnya.

Benarkah obat paracetamol mengandung virus Machupo?

Tidak, obat paracetamol P-500 tidak mengandung virus Machupo. Dilansir dari situs resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia, paracetamol P-500 telah diperiksa dan diuji keamanan serta mutunya sebelum diedarkan secara bebas di pasar. Setelah melalui uji klinis, BPOM tetap aktif memantau produksi dan distribusi obat ini di pasaran. Berdasarkan evaluasi BPOM, obat paracetamol P-500 dinyatakan aman dan bebas dari virus Machupo.

Sampai saat ini belum ada penelitian atau uji laboratorium dari mana pun yang bisa membuktikan adanya virus Machupo dalam obat paracetamol P-500. Maka, pesan berantai tersebut hanyalah kebohongan belaka (hoax).

Isu paracetamol mengandung virus ini serupa dengan isu makanan kemasan dan pisang yang diimpor dari negara-negara di Amerika Selatan mengandung virus HIV. Isu-isu yang tak didukung oleh bukti ilmiah seperti ini hanya disebarkan untuk menakuti-nakuti orang saja.

Oleh karenanya, Kepala BPOM Penny K. Lukito mengimbau masyarakat untuk membeli obat hanya di apotek atau toko obat yang sudah mengantongi izin dari Dinas Kesehatan setempat. Obat-obatan di apotek resmi atau toko obat berizin pasti telah diuji dan diawasi secara ketat oleh BPOM.

Apa itu virus Machupo?

Virus Machupo pertama kali berjangkit di Bolivia, Amerika Selatan pada awal 1960an. Karena berjangkit di Bolivia, maka penyakit yang disebabkan oleh virus ini dikenal dengan nama demam berdarah Bolivia. Virus Machupo memang menyebabkan demam yang disertai perdarahan. Misalnya perdarahan berupa bintik-bintik merah di kulit, perdarahan gusi, atau mimisan. Selain demam berdarah, gejala lainnya yaitu sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga kejang. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit demam berdarah Bolivia bisa menyebabkan kematian.

Penularan virus Machupo terjadi melalui udara, makanan, dan kontak langsung dengan virus. Virus ini hidup di urin, feses, dan air liur hewan pengerat seperti tikus. Di Bolivia, virus ini berjangkit karena urin atau feses tikus yang mengering tersapu bersama angin sehingga mengontaminasi udara di sekitarnya. Udara tersebut terhirup oleh manusia dan akhirnya menyebar.

Namun, virus ini tidak ditemukan dalam produk obat paracetamol 500 miligram. Pasalnya, obat paracetamol diproduksi dengan standar keamanan dan kebersihan yang sangat ketat. Pabriknya juga senantiasa diawasi oleh berbagai badan kesehatan yang berwenang. Jadi, Anda tak perlu khawatir mengonsumsi obat pereda nyeri ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Anda bisa mencium bau badan atau wangi parfum yang dipakai orang lain dengan mudah. Tapi kenapa, ya, kita tidak bisa mencium bau badan sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
manfaat minyak kutus kutus

Benarkah Minyak Kutus Kutus Baik untuk Kesehatan? Cek Faktanya di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit