backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Histoplasmosis

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

Histoplasmosis

Udara yang Anda hirup dapat membawa agen penyebab infeksi yang berbahaya bagi tubuh. Salah satunya adalah spora jamur yang bisa menyebabkan penyakit histoplasmosis. Ketahui lebih dalam mengenai penyakit infeksi jamur ini dalam pembahasan berikut.

Apa itu penyakit histoplasmosis?

Histoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh spora jamur Histoplasma capsulatum yang paling sering ditemukan dalam kotoran unggas dan kelelawar.

Penyakit ini biasanya menyebar saat spora jamur tercampur dengan udara dan terhirup selama aktivitas pembersihan atau pembongkaran.

Tanah yang tercemar kotoran burung atau kelelawar juga berisiko menyebarkan histoplasmosis sehingga petani, pekerja konstruksi, dan pekerja lapangan bisa tertular penyakit ini. 

Kebanyakan orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala. Namun, bagi bayi dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, penyakit infeksi ini bisa menjadi serius. 

Histoplasmosis sering dialami oleh pasien dengan sistem imun yang lemah, seperti pasien HIV/AIDS. 

Risiko penyakit ini meningkat bila pasien HIV/AIDS tidak memperoleh terapi antiretroviral (ART) yang memadai atau tinggal di daerah dengan fasilitas kesehatan yang kurang memadai.

Jenis histoplasmosis

Berdasarkan tingkat keparahannya, penyakit infeksi ini terbagi menjadi dua jenis, yakni akut dan kronis.

1. Histoplasmosis akut

Histoplasmosis akut umumnya bersifat ringan. Orang yang terinfeksi mungkin tidak mengalami gejala apa pun atau hanya mengalami gejala ringkat dalam jangka waktu yang singkat.

2. Histoplasmosis kronis

Meskipun relatif langka, histoplasmosis kronis atau jangka panjang bisa menyebar ke seluruh tubuh. Hal inilah yang membuatnya bisa mengancam jiwa bila tidak diobati.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit ini terbilang umum dan dapat menyerang orang-orang dari kelompok usia berapa pun. Dikutip dari Cleveland Clinic, diperkirakan sekitar 75% orang dewasa yang tinggal di daerah yang banyak terdapat H. capsulatum pernah terinfeksi meski tidak menunjukkan gejala apa pun.

Tanda dan gejala histoplasmosis

infeksi jamur histoplasma capsulatum

Bentuk paling ringan dari penyakit yang menular melalui udara ini umumnya tidak menimbulkan tanda atau gejala apa pun. Akan tetapi, infeksi yang parah dapat mengancam nyawa.

Pada umumnya, ciri-ciri infeksi histoplasmosis muncul dalam 3–17 hari setelah seseorang terpapar spora jamur.

Beberapa gejala infeksi parasit jamur yang umumnya muncul yakni:

  • demam,
  • menggigil,
  • sakit kepala,
  • nyeri otot,
  • batuk kering, 
  • kelelahan, dan
  • dada tidak nyaman.
  • Orang yang mempunyai penyakit paru-paru lebih berisiko untuk terkena histoplasmosis kronis.

    Gejala histoplasmosis kronis bisa berupa penurunan berat badan dan batuk berdarah yang terkadang mirip dengan gejala tuberkulosis (TBC).

    Bayi dan pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah berisiko mengalami kondisi parah yang disebut histoplasmosis mewabah (disseminated histoplasmosis).

    Penyakit infeksi jamur ini bisa memengaruhi hampir setiap bagian tubuh, termasuk mulut, hati, kulit, sistem saraf pusat, dan kelenjar adrenal.

    Artikel terkait

    Penyebab histoplasmosis

    panas demam suhu tinggi penyakit infeksi bakteri Leptospirosis

    Infeksi histoplasmosis disebabkan oleh spora jamur Histoplasma capsulatum (H. capsulatum).

    Spora ini bisa melayang ke udara dari kotoran dan bahan lain yang terkontaminasi oleh kotoran unggas atau kelelawar. Itu sebabnya, histoplasmosis juga termasuk penyakit zoonosis.

    Jamur penyebab penyakit ini tumbuh dengan subur di kandang ayam dan merpati, lumbung tua, taman, atau gua yang banyak terdapat burung dan kelelawar.

    Penyakit ini bukan merupakan penyakit yang dapat menular dari satu manusia ke manusia lainnya.

    Faktor risiko histoplasmosis

    Semua orang bisa terinfeksi jamur Histoplasma capsulatum. Akan tetapi, kemungkinan untuk terkena penyakit ini meningkat seiring dengan jumlah spora jamur yang dihirup.

    Beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena infeksi ini adlaah sebagai berikut.

    • Usia. Bayi, anak-anak, dan lansia mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah sehingga lebih mungkin untuk mengalami gejala yang parah.
    • Pekerjaan tertentu. Beberapa orang dengan profesi tertentu berisiko tinggi untuk terpapar spora jamur, seperti petani, peternak unggas, tukang bangunan, tukang kebun, dan penjelajah gua.
    • Kondisi medis tertentu. Selain pasien HIV/AIDS, orang-orang yang sedang menjalani kemoterapi atau minum obat kortikosteroid dan imunosupresan lebih mungkin terinfeksi.

    Komplikasi histoplasmosis

    Beberapa komplikasi yang terkait dengan infeksi Histoplasma capsulatum adalah sebagai berikut.

    1. Sindrom gangguan pernapasan akut

    Histoplasmosis bisa merusak paru-paru hingga kantong udara (alveolus) mulai terisi cairan. Ini mencegah pertukaran udara yang baik sehingga mengurangi kadar oksigen dalam darah.

    2. Masalah jantung

    Komplikasi lainnya adalah perikarditis atau peradangan pada perikardium, yaitu kantong yang menyelimuti jantung.

    Saat cairan dalam perikardium meningkat, hal ini bisa memengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah secara efisien.

    3. Insufisiensi adrenal

    Infeksi jamur Histoplasma capsulatum berisiko merusak kelenjar adrenal. Kelenjar ini bertugas memproduksi hormon yang memberikan instruksi kepada hampir setiap organ dan jaringan tubuh.

    4. Meningitis

    Pada beberapa kasus, histoplasmosis dapat menyebabkan meningitis atau peradangan pada selaput yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang.

    Diagnosis histoplasmosis

    dokter spesialis ortopedi dan traumatologi

    Diagnosis penyakit ini mungkin agak rumit, tergantung pada area tubuh mana yang terinfeksi.

    Tes medis biasanya tidak diperlukan untuk kasus yang bersifat ringan. Namun, hal ini sangat berguna untuk mendukung pengobatan pada kasus infeksi yang berat.

    Dokter dapat menyarankan tes medis untuk mencari bukti penyakit ini dari sampel:

    • cairan paru-paru,
    • darah atau urine (air kencing),
    • jaringan paru dari biopsi, dan
    • sumsum tulang.

    Di samping itu, dokter juga bisa melakukan tes pencitraan berupa rontgen dada atau CT scan untuk menemukan kerusakan organ dalam akibat infeksi H. capsulatum.

    Pengobatan histoplasmosis

    Pengobatan mungkin tidak diperlukan bila Anda terkena histoplasmosis yang tergolong ringan.

    Namun, bila gejalanya parah atau Anda mengalami infeksi yang sifatnya kronis atau mewabah, dokter dapat meresepkan satu atau beberapa jenis obat antijamur.

    Beberapa jenis obat antijamur yang mungkin dokter resepkan yaitu itraconazole, ketoconazole, atau amphotericin B.

    Obat ini bisa tersedia dalam bentuk tablet, suntik, atau infus. Anda mungkin perlu menggunakannya selama tiga bulan hingga satu tahun, tergantung tingkat keparahan infeksi.

    Pencegahan histoplasmosis

    Untuk Anda yang berisiko tinggi terpapar spora jamur Histoplasma capsulatum, berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan yang sebaiknya dilakukan.

    • Jangan mendatangi lokasi konstruksi bangunan, menjelajah gua, dan memelihara unggas bila Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau terganggu.
    • Sebelum bekerja dan menggali tanah, semprot udara secara menyeluruh dengan air untuk mengurangi risiko paparan spora.
    • Kenakan masker respirator N95 untuk menyaring udara yang dihirup saat berkunjung ke tempat yang berisiko tinggi.

    Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih baik.

    Kesimpulan

    • Histoplasmosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh spora jamur Histoplasma capsulatum.
    • Spora jamur ini paling sering ditemukan dalam kotoran unggas dan kelelawar dan bisa menyebar melalui udara selama aktivitas tertentu.
    • Infeksi ini dapat diatasi dengan obat antijamur, seperti itraconazole, ketoconazole, atau amphotericin B, yang diberikan dalam durasi tertentu tergantung keparahannya.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan