Udara yang Anda hirup dapat membawa agen penyebab infeksi yang berbahaya bagi tubuh. Salah satunya adalah spora jamur yang bisa menyebabkan penyakit histoplasmosis. Ketahui lebih dalam mengenai penyakit infeksi jamur ini dalam pembahasan berikut.
Udara yang Anda hirup dapat membawa agen penyebab infeksi yang berbahaya bagi tubuh. Salah satunya adalah spora jamur yang bisa menyebabkan penyakit histoplasmosis. Ketahui lebih dalam mengenai penyakit infeksi jamur ini dalam pembahasan berikut.

Histoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh spora jamur Histoplasma capsulatum yang paling sering ditemukan dalam kotoran unggas dan kelelawar.
Penyakit ini biasanya menyebar saat spora jamur tercampur dengan udara dan terhirup selama aktivitas pembersihan atau pembongkaran.
Tanah yang tercemar kotoran burung atau kelelawar juga berisiko menyebarkan histoplasmosis sehingga petani, pekerja konstruksi, dan pekerja lapangan bisa tertular penyakit ini.
Kebanyakan orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala. Namun, bagi bayi dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, penyakit infeksi ini bisa menjadi serius.
Histoplasmosis sering dialami oleh pasien dengan sistem imun yang lemah, seperti pasien HIV/AIDS.
Risiko penyakit ini meningkat bila pasien HIV/AIDS tidak memperoleh terapi antiretroviral (ART) yang memadai atau tinggal di daerah dengan fasilitas kesehatan yang kurang memadai.
Berdasarkan tingkat keparahannya, penyakit infeksi ini terbagi menjadi dua jenis, yakni akut dan kronis.
Histoplasmosis akut umumnya bersifat ringan. Orang yang terinfeksi mungkin tidak mengalami gejala apa pun atau hanya mengalami gejala ringkat dalam jangka waktu yang singkat.
Meskipun relatif langka, histoplasmosis kronis atau jangka panjang bisa menyebar ke seluruh tubuh. Hal inilah yang membuatnya bisa mengancam jiwa bila tidak diobati.

Bentuk paling ringan dari penyakit yang menular melalui udara ini umumnya tidak menimbulkan tanda atau gejala apa pun. Akan tetapi, infeksi yang parah dapat mengancam nyawa.
Pada umumnya, ciri-ciri infeksi histoplasmosis muncul dalam 3–17 hari setelah seseorang terpapar spora jamur.
Beberapa gejala infeksi parasit jamur yang umumnya muncul yakni:
Orang yang mempunyai penyakit paru-paru lebih berisiko untuk terkena histoplasmosis kronis.
Gejala histoplasmosis kronis bisa berupa penurunan berat badan dan batuk berdarah yang terkadang mirip dengan gejala tuberkulosis (TBC).
Bayi dan pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah berisiko mengalami kondisi parah yang disebut histoplasmosis mewabah (disseminated histoplasmosis).
Penyakit infeksi jamur ini bisa memengaruhi hampir setiap bagian tubuh, termasuk mulut, hati, kulit, sistem saraf pusat, dan kelenjar adrenal.
Artikel terkait

Infeksi histoplasmosis disebabkan oleh spora jamur Histoplasma capsulatum (H. capsulatum).
Spora ini bisa melayang ke udara dari kotoran dan bahan lain yang terkontaminasi oleh kotoran unggas atau kelelawar. Itu sebabnya, histoplasmosis juga termasuk penyakit zoonosis.
Jamur penyebab penyakit ini tumbuh dengan subur di kandang ayam dan merpati, lumbung tua, taman, atau gua yang banyak terdapat burung dan kelelawar.
Penyakit ini bukan merupakan penyakit yang dapat menular dari satu manusia ke manusia lainnya.
Semua orang bisa terinfeksi jamur Histoplasma capsulatum. Akan tetapi, kemungkinan untuk terkena penyakit ini meningkat seiring dengan jumlah spora jamur yang dihirup.
Beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena infeksi ini adlaah sebagai berikut.
Beberapa komplikasi yang terkait dengan infeksi Histoplasma capsulatum adalah sebagai berikut.
Histoplasmosis bisa merusak paru-paru hingga kantong udara (alveolus) mulai terisi cairan. Ini mencegah pertukaran udara yang baik sehingga mengurangi kadar oksigen dalam darah.
Komplikasi lainnya adalah perikarditis atau peradangan pada perikardium, yaitu kantong yang menyelimuti jantung.
Saat cairan dalam perikardium meningkat, hal ini bisa memengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah secara efisien.
Infeksi jamur Histoplasma capsulatum berisiko merusak kelenjar adrenal. Kelenjar ini bertugas memproduksi hormon yang memberikan instruksi kepada hampir setiap organ dan jaringan tubuh.
Pada beberapa kasus, histoplasmosis dapat menyebabkan meningitis atau peradangan pada selaput yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang.

Diagnosis penyakit ini mungkin agak rumit, tergantung pada area tubuh mana yang terinfeksi.
Tes medis biasanya tidak diperlukan untuk kasus yang bersifat ringan. Namun, hal ini sangat berguna untuk mendukung pengobatan pada kasus infeksi yang berat.
Dokter dapat menyarankan tes medis untuk mencari bukti penyakit ini dari sampel:
Di samping itu, dokter juga bisa melakukan tes pencitraan berupa rontgen dada atau CT scan untuk menemukan kerusakan organ dalam akibat infeksi H. capsulatum.
Pengobatan mungkin tidak diperlukan bila Anda terkena histoplasmosis yang tergolong ringan.
Namun, bila gejalanya parah atau Anda mengalami infeksi yang sifatnya kronis atau mewabah, dokter dapat meresepkan satu atau beberapa jenis obat antijamur.
Beberapa jenis obat antijamur yang mungkin dokter resepkan yaitu itraconazole, ketoconazole, atau amphotericin B.
Obat ini bisa tersedia dalam bentuk tablet, suntik, atau infus. Anda mungkin perlu menggunakannya selama tiga bulan hingga satu tahun, tergantung tingkat keparahan infeksi.
Untuk Anda yang berisiko tinggi terpapar spora jamur Histoplasma capsulatum, berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan yang sebaiknya dilakukan.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih baik.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Histoplasmosis. (n.d.). American Lung Association. Retrieved June 26, 2024, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/histoplasmosis
Histoplasmosis. (2022). Mayo Clinic. Retrieved June 26, 2024, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/histoplasmosis/symptoms-causes/syc-20373495
Histoplasmosis: Causes, symptoms, diagnosis & treatment. (2023). Cleveland Clinic. Retrieved June 26, 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24811-histoplasmosis
Akram, S.M., & Koirala, J. (2023). Histoplasmosis. StatPearls. Retrieved June 26, 2024, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448185/
Franklin, A. D., Larson, L., Rauseo, A. M., Rutjanawech, S., Hendrix, M. J., Powderly, W. G., & Spec, A. (2021). A comparison of presentations and outcomes of histoplasmosis across patients with varying immune status. Medical mycology, myaa112. Advance online publication. https://doi.org/10.1093/mmy/myaa112
Versi Terbaru
01/07/2024
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro