backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Infeksi Cacing Cambuk

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 18/06/2024

Infeksi Cacing Cambuk

Selektif dalam memilih makanan tidak hanya dilakukan untuk menjaga asupan gizi Anda. Kesalahan dalam memilih makanan bisa menimbulkan berbagai penyakit, salah satunya adalah infeksi cacing cambuk alias trikuriasis.

Trikuriasis merupakan salah satu jenis penyakit cacingan. Kondisi ini paling sering ditemukan pada anak-anak dan membutuhkan penanganan yang tepat supaya tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih membahayakan.

Apa itu trikuriasis?

Trikuriasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing cambuk atau Trichuris trichiura.

Menurut laman Centers for Disease Control and Prevention, T. trichiura menempati urutan ketiga dalam daftar jenis cacing yang paling sering menginfeksi manusia, khususnya di daerah tropis seperti Indonesia.

Cacing ini biasanya menginfeksi ketika masih dalam bentuk telur yang ditemukan di makanan, tanah, atau benda lain yang terkontaminasi. 

Setelah telur cacing menempel ke tangan, mereka akan tertelan dan menetas di usus kecil. Larva tersebut kemudian akan berkembang menjadi cacing dewasa dan berkembangbak di usus besar.

Masa pertumbuhan telur sampai menjadi cacing dewasa yang bisa berkembangbiak bisa mencapai 30–90 hari. Jadi, Anda mungkin tidak langsung terinfeksi ketika mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Sebagian besar kasus infeksi cacing T. trichiura menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sakit perut dan diare.

Namun, ketika perkembangbiakan cacing sudah tidak terkendali, infeksi ini bisa menyebabkan kondisi yang lebih buruk, seperti perdarahan pada usus dan anemia.

Tanda dan gejala infeksi cacing cambuk

mencegah anak cacingan

Infeksi cacing cambuk sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, kondisi ini juga bisa menyebabkan sakit perut, penurunan nafsu makan, dan diare.

Pada tahap lanjutan, infeksi cacing Trichuris trichiura bisa menimbulkan berbagai gejala cacingan sebagai berikut.

  • Penurunan berat badan.
  • Perdarahan pada usus.
  • Anemia.
  • Prolaps rektum atau menonjolnya rektum (bagian bawah usus besar) ke anus.
  • Gejala umum dari infeksi cacing cambuk memang menyerupai kondisi lain dengan penyebab yang berbeda.

    Dengan begitu, untuk mencegah infeksi semakin memburuk, segeralah pergi ke dokter jika Anda merasakan gejalanya.

    Apa yang menyebabkan manusia terinfeksi cacing cambuk?

    Cacing cambuk yang menjadi penyebab trikuriasis hidup di tanah. Infeksi berawal dari makanan atau air yang terkontaminasi oleh tanah yang mengandung telur cacing tersebut.

    Selain ada pada makanan dan air, feses seseorang yang terinfeksi cacing ini juga mengandung larva cacing yang siap berkembang.

    Dengan demikian, pastikan Anda memiliki saluran sanitasi yang baik di rumah sehingga risiko pencemaran ke sumber air dan makanan bisa diminimalkan.

    Infeksi cacing cambuk memang bisa terjadi pada siapa saja, tetapi anak-anak dinilai sebagai kelompok yang paling rentan.

    Pasalnya, anak-anak mungkin terkontaminasi telur cacing saat makan, minum, atau mengelap area mulutnya tanpa mencuci tangan.

    Maka dari itu, penting untuk mengajarkan cara menjaga kebersihan sedini mungkin. Biasakan anak-anak untuk mencuci tangan selepas bermain di luar rumah.

    Komplikasi infeksi cacing cambuk

    Tak hanya gangguan pencernaan, infeksi cacing cambuk bisa menyebabkan penyakit yang lebih parah, khususnya pada anak-anak. Berikut adalah beberapa bentuk komplikasi tersebut.

    • Anemia: terjadi karena cacing cambuk bisa menempel pada mukosa dinding usus untuk mengisap darah dan menyebabkan perdarahan.
    • Kurang gizi: cacing cambuk berkembang biak dengan menyerap nutrisi dalam makanan Anda. Alhasil, keberadaannya bisa menyebabkan kurang gizi, khususnya zat besi.
    • Gangguan perkembangan kognitif: kekurangan gizi pada anak-anak yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan gangguan perkembangan kognitif.
    • Sindrom disentri: infeksi usus parah yang bisa menyebabkan komplikasi berat, seperti sepsis, kerusakan usus, hingga abses hati. Sejauh ini, sindrom disentri karena cacing cambuk hanya ditemukan pada anak-anak.

    Cara mengatasi trikuriasis

    Obat pertama yang biasa diberikan untuk mengatasi trikuriasis adalah mebendazole. Mebendazole biasanya diresepkan dalam dosis 100 mg sebanyak dua kali sehari selama tiga hari.

    Jika mebendazole tidak bekerja dengan baik, dokter bisa memberikan albendazole atau ivermectin sebagai alternatif. Albendazole diberikan dalam dosis 200–400 mg, dua kali sehari selama tiga hari.

    Sementara itu, ivermectin diberikan sebanyak 200 mcg/kg/hari selama tiga hari. Selalu ikuti saran pengobatan dari dokter untuk mendapatkan hasil terbaik.

    Pencegahan trikuriasis

    Langkah pertama untuk mencegah infeksi cacing Trichuris trichiura adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Anda bisa memulainya dengan membiasakan beberapa hal berikut.

    • Jangan pernah minum air mentah atau air yang sumbernya tidak tepercaya.
    • Biasakan cuci tangan sebelum dan setelah makan. Ajarkan anak Anda hal serupa.
    • Gunting kuku secara teratur.
    • Biasakan cuci tangan setelah beraktivitas di luar.
    • Usahakan untuk memiliki saluran sanitasi yang baik.

    Jika Anda masih memiliki kebingungan terkait trikuriasis, jangan ragu untuk menanyakannya ke dokter.

    Kesimpulan

    • Trikuriasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing cambuk atau Trichuris trichiura.
    • Gejala trikuriasis adalah sakit perut, penurunan nafsu makan, dan diare. Pada tahap lanjutan, infeksi ini bisa menyebabkan perdarahan pada usus.
    • Infeksi cacing cambuk bisa menyebabkan komplikasi berupa anemia, kurang gizi, hingga sindrom disentri.
    • Untuk mengatasi trikuriasis, dokter bisa meresepkan obat mebendazole, albendazole, atau ivermectin.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 18/06/2024

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan