Awas, Ini Serangkaian Gejala Cacingan yang Bisa Dialami Orang Dewasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ternyata, tidak hanya anak-anak yang bisa mengalami cacingan. Orang dewasa pun masih bisa mengalami infeksi cacing. Sudah tahu apa saja gejala cacingan pada orang dewasa? Baca terus artikel ini agar dapat mewaspadai berbagai gejala cacingan pada orang dewasa, berdasarkan jenis cacing yang masuk ke dalam tubuh.

Sebenarnya, apa itu cacingan?

Cacingan adalah penyakit infeksi parasit cacing yang tinggal dalam usus manusia. Cacing yang menetap di usus ini akan bertahan hidup dengan mengambil sari-sari makanan yang masuk ke usus.

Jenis cacing yang bisa menginfeksi tubuh manusia sangat beragam, mulai dari cacing gelang, cacing pita, hingga cacing tambang.

Cacing yang menginfeksi tubuh manusia tak hanya menyebabkan gangguan pencernaan, tetapi juga penyakit kulit. Cacing penyebabnya bisa jadi berbeda, begitu pula dengan gejala yang muncul.

Agar Anda memiliki gambaran lebih jelas tentang ciri-ciri penyakit cacingan pada orang dewasa, simak terus penjelasannya berikut ini.

Gejala cacingan akibat cacing gelang

Cacing askariasis, alias cacing gelang, adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides. Ascaris termasuk parasit dalam tubuh manusia dari jenis roundworms. Cacing ini seringnya berada pada lingkungan yang tidak bersih dan tinggal di wilayah yang beriklim hangat.

Infeksi awal dari cacing ini biasanya tidak ada gejalanya. Gejala akan muncul seiring pertumbuhan cacing yang semakin berkembang. Terdapat dua gejala yang dapat terjadi, tergantung ke bagian tubuh mana cacing itu menginfeksi. Organ tubuh yang biasa diserang adalah paru-paru dan usus.

Menurut laman Mayo Clinic, gejala yang akan muncul saat terjadi infeksi cacing gelang di paru-paru, yaitu:

  • Batuk
  • Napas terasa sesak atau semakin pendek
  • Mengi (napas berbunyi)
  • Gejala-gejala lainnya yang menyerupai pneumonia

Sementara itu, gejala yang akan muncul saat cacing ini menyerang bagian usus, adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Perut terasa tidak nyaman
  • Penurunan berat badan
  • Selera makan menurun
  • Penyumbatan usus sehingga perut bisa terasa nyeri dan terjadi muntah parah

Gejala cacingan akibat cacing tambang

Cacing tambang termasuk parasit jenis hookworm yang akan masuk ke dalam tubuh manusia dalam bentuk telur atau larva. Telur atau larva cacing ini biasanya berada pada tempat yang terkontaminasi feses berisi telur cacing.

Kebiasaan bertelanjang kaki (nyeker) dan menginjak-tempat-tempat terkontaminasi akan sangat memudahkan larva atau telur cacing tambang masuk ke kulit.

Saat masuk pertama kali menembus kulit, larva cacing akan menyebabkan gatal dan ruam. Setelah gatal dan ruam, seseorang yang terinfeksi akan mengalami diare, pertanda parasit ini mulau bertumbuh dalam usus.

Gejala cacing tambahng lain pada orang dewasa yang akan muncul adalah:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan
  • Anemia
  • Demam
  • Perut nyeri
  • Ada darah ketika buang air besar

Ciri-ciri cacingan akibat cacing kremi

Cacing kremi merupakan cacing yang berukuran sangat kecil, pipih, berwarna putih yang akan menginfeksi bagian sistem pencernaan manusia. Cacing kremi termasuk dalam kelompok parasit pinworm.

Orang dewasa memang lebih jarang mengalami infeksi cacing kremi. Orang dewasa yang paling berisiko mengalami infeksi cacing kremi adalah anggota keluarga atau perawat yang mengurus anak yang sedang terinfeksi cacing kremi. Jika perawat anak ini terkontaminasi cacing kremi, ia berisiko juga menularkan cacing ini pada pasangannya saat berhubungan seksual.

Gejala-gejala cacing kremi yang perlu diwaspadai antara lain adalah:

  • Sering gatal di bagian anus. Rasa gatal terasa amat kuat, terutama di malam hari. Ini karena pada malam hari, spesies betina cacing ini akan menetaskan telur-telurnya di bagian anus.
  • Tidur gelisah sebab bagian rektum (anus) terasa tidak nyaman
  • Nyeri, ruam, atau iritasi di kulit sekitar anus
  • Adanya cacing kremi di feses
  • Ditemukan cacing di daerah anus

Gejala cacingan akibat cacing pita

Cacing pita adalah salah satu jenis parasit dari kelompok tapeworm. Cacing pita akan menginfeksi usus manusia. Cacing ini tidak dapat hidup bebas di alam dan membutuhkan inang untuk hidup, yakni di tubuh binatang atau tubuh manusia.

Biasanya telur cacing ini memasuki tubuh manusia karena makan daging mentah atau setengah matang. Namun, infeksi juga bisa terjadi akibat kontak antara manusia dengan feses binatang dan air yang sudah tercemar.

Saat awal cacing pita masuk ke dalam tubuh manusia, tidak ada gejala cacingan yang muncul. Meski demikian, lama-lama pertumbuhan telur cacing di dalam tubuh akan menimbulkan berbagai gejala, seperti:

  • Sakit perut
  • Muntah dan mual
  • Merasa lemas
  • Diare
  • Penurunan berat badan
  • Perubahan selera makan
  • Kesulitan tidur, diduga akibat gejala-gejalanya
  • Pusing
  • Bisa kejang pada kasus yang parah
  • Kekurangan vitamin B12 pada beberapa kasus

Gejala cacingan akibat cacing cambuk

Cacing cambuk, salah satu jenis parasit dari kelompok whipworm, seringnya terdapat di lingkungan beriklim hangat dan lembap yang tidak bersih. Tanah di wilayah ini berisiko terkontaminasi dengan feses.

Jika orang pada wilayah tersebut mengonsumsi buah dan sayur yang masih terkontaminasi tanah, risiko cacing untuk masuk ke tubuh sangat besar. Itu sebabnya, pastikan Anda mencuci bersih, mengupas, atau memasak buah dan sayur hingga matang.

Pada awalnya, orang yang terinfeksi ringan biasanya tidak mengalami gejala atau tanda apa pun. Secara umum, gejala Anda terinfeksi cacing cambuk, antara lain:

  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Berat badan turun secara tidak terduga

Apabila tidak ditangani, kondisi ini bisa bertambah parah. Orang yang mengalami infeksi berat karena cacing ini akan mengalami gangguan buang air besar. Beberapa gejala yang muncul jika gejala infeksi cacing cambuk memburuk, antara lain:

  • BAB terasa sakit
  • Feses bercampur lendir, air, dan darah
  • Feses berbau tajam, tidak seperti biasanya

Bila Anda mengalami gejala-gejala yang sudah dijabarkan di atas atau Anda mencurigai gejala cacingan, sebaiknya segera periksa ke dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan obat cacingan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Deteksi penyakit sedini mungkin bisa membantu pengobatan agar ampuh sekaligus mencegah komplikasi dari infeksi cacing.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit