Virus Corona Menyebar di Permukaan Benda Rumah Sakit dalam 10 Jam

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

COVID-19 menular dari manusia ke manusia melalui droplet (cipratan air liur) dari orang yang sudah terinfeksi. Karena beratnya, droplet berisi virus hanya mampu bertahan beberapa detik di udara sebelum jatuh ke permukaan, ia tidak terbang terbawa udara.

Namun penelitian terbaru menemukan, DNA virus corona bisa bergerak dan menyebar di bangsal rumah sakit dalam waktu 10 jam. Apakah DNA virus yang menyebar dan menempel ke benda-benda di rumah sakit bisa menginfeksi orang yang berkontak dengannya?

Bagaimana virus corona bertahan di permukaan benda?

covid-19 di rumah sakit, virus corona menyebar tertular penyakit di rumah sakit infeksi nosokomial

SARS-CoV-2, virus corona penyebab COVID-19 menular melalui droplet atau cipratan air liur yang keluar saat orang yang terinfeksi bersin, batuk, atau bicara.

Para ahli percaya droplet ini tidak dapat bergerak lebih dari 1 sampai 2 meter di udara. Karena itu kita diimbau untuk menjaga jarak fisik (physical distancing) saat berada di luar rumah untuk menghindari penularan.

Selain penularan secara langsung dari orang ke orang, SARS-CoV-2 juga bisa menginfeksi orang dari sentuhan dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus. Saat menyentuh benda yang terkontaminasi virus lalu menyentuh wajah, virus tersebut berpotensi masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir mata, hidung, atau mulut. 

Laporan di jurnal New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 dapat bertahan pada stainless steel dan plastik hingga 3 hari. Artinya selama itu, virus masih berpotensi menginfeksi orang yang menyentuhnya.

Tapi segala sesuatu mengenai virus corona penyebab COVID-19 ini masih terus diteliti, studi-studi terbaru bisa melengkapi atau membantah penelitian terdahulu.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,347,026

Confirmed

1,160,863

Recovered

36,518

Death
Distribution Map

DNA virus corona menyebar di rumah sakit dalam 10 jam

Risiko pelonggaran psbb corona virus rumah sakit

Dari penelitian terbaru, diketahui bahwa DNA virus corona bisa mengontaminasi hampir separuh dari permukaan-permukaan benda di rumah sakit.

Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari University College Hospital dan Great Ormond Street Hospital. Mereka melakukan uji coba dengan menggunakan virus SARS-CoV-2 buatan yang sudah tidak berbahaya untuk manusia. 

Peneliti menempatkan 1,15 miliar virus corona buatan tersebut di permukaan-permukaan benda di ruang isolasi anak di rumah sakit. Pada malam hari, peneliti mengambil sampel dari permukaan benda di ruangan-ruangan di seberang ruang isolasi tersebut. 

Dari hasil analisis, virus corona tersebut bisa bergerak keluar dari ruang isolasi dan mengontaminasi hampir separuh dari permukaan-permukaan benda di rumah sakit.

WHO Mengonfirmasi Virus COVID-19 Bertahan di Udara (Airborne)

Dalam 10 jam pertama, ada 41% dari sampel terdeteksi mengandung DNA virus. Permukaan-permukaan benda yang terkontaminasi termasuk tempat tidur, pegangan pintu, serta buku-buku dan mainan anak-anak di ruang tunggu. 

Dari penelitian ini para peneliti menyampaikan bahwa percikan droplet dari orang yang terinfeksi bisa menyebar ke lebih dari satu ruangan.

“Virus mengontaminasi satu permukaan benda lalu disebarkan ke tempat lain dari sentuhan-sentuhan pasien, petugas medis, maupun pengunjung,” kata Elaine Cloutman-Green, salah satu penelitian dan ilmuwan kesehatan terkemuka di Great Ormond Street Hospital.

Dari penelitian ini, Anda diharapkan untuk tidak ke rumah sakit bila tidak diperlukan. Kalau ingin menjenguk, bisa secara virtual menggunakan gadget. Ada juga waktu-waktu yang tepat kapan harus periksa ke dokter di rumah sakit saat COVID-19.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit