Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Virus Corona Menyebar di Permukaan Benda Rumah Sakit dalam 10 Jam

Virus Corona Menyebar di Permukaan Benda Rumah Sakit dalam 10 Jam

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

COVID-19 menular dari manusia ke manusia melalui droplet (cipratan air liur) dari orang yang sudah terinfeksi. Karena beratnya, droplet berisi virus hanya mampu bertahan beberapa detik di udara sebelum jatuh ke permukaan, ia tidak terbang terbawa udara.

Namun penelitian terbaru menemukan, DNA virus corona bisa bergerak dan menyebar di bangsal rumah sakit dalam waktu 10 jam. Apakah DNA virus yang menyebar dan menempel ke benda-benda di rumah sakit bisa menginfeksi orang yang berkontak dengannya?

Bagaimana virus corona bertahan di permukaan benda?

covid-19 di rumah sakit, virus corona menyebar tertular penyakit di rumah sakit infeksi nosokomial

SARS-CoV-2, virus corona penyebab COVID-19 menular melalui droplet atau cipratan air liur yang keluar saat orang yang terinfeksi bersin, batuk, atau bicara.

Para ahli percaya droplet ini tidak dapat bergerak lebih dari 1 sampai 2 meter di udara. Karena itu kita diimbau untuk menjaga jarak fisik (physical distancing) saat berada di luar rumah untuk menghindari penularan.

Selain penularan secara langsung dari orang ke orang, SARS-CoV-2 juga bisa menginfeksi orang dari sentuhan dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus. Saat menyentuh benda yang terkontaminasi virus lalu menyentuh wajah, virus tersebut berpotensi masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir mata, hidung, atau mulut.

Laporan di jurnal New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 dapat bertahan pada stainless steel dan plastik hingga 3 hari. Artinya selama itu, virus masih berpotensi menginfeksi orang yang menyentuhnya.

Tapi segala sesuatu mengenai virus corona penyebab COVID-19 ini masih terus diteliti, studi-studi terbaru bisa melengkapi atau membantah penelitian terdahulu.

DNA virus corona menyebar di rumah sakit dalam 10 jam

Risiko pelonggaran psbb corona virus rumah sakit

Dari penelitian terbaru, diketahui bahwa DNA virus corona bisa mengontaminasi hampir separuh dari permukaan-permukaan benda di rumah sakit.

Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari University College Hospital dan Great Ormond Street Hospital. Mereka melakukan uji coba dengan menggunakan virus SARS-CoV-2 buatan yang sudah tidak berbahaya untuk manusia.

Peneliti menempatkan 1,15 miliar virus corona buatan tersebut di permukaan-permukaan benda di ruang isolasi anak di rumah sakit. Pada malam hari, peneliti mengambil sampel dari permukaan benda di ruangan-ruangan di seberang ruang isolasi tersebut.

Dari hasil analisis, virus corona tersebut bisa bergerak keluar dari ruang isolasi dan mengontaminasi hampir separuh dari permukaan-permukaan benda di rumah sakit.

Droplet Pasien COVID-19 Bertahan di Udara, WHO Imbau Petugas Medis

Dalam 10 jam pertama, ada 41% dari sampel terdeteksi mengandung DNA virus. Permukaan-permukaan benda yang terkontaminasi termasuk tempat tidur, pegangan pintu, serta buku-buku dan mainan anak-anak di ruang tunggu.

Dari penelitian ini para peneliti menyampaikan bahwa percikan droplet dari orang yang terinfeksi bisa menyebar ke lebih dari satu ruangan.

“Virus mengontaminasi satu permukaan benda lalu disebarkan ke tempat lain dari sentuhan-sentuhan pasien, petugas medis, maupun pengunjung,” kata Elaine Cloutman-Green, salah satu penelitian dan ilmuwan kesehatan terkemuka di Great Ormond Street Hospital.

Dari penelitian ini, Anda diharapkan untuk tidak ke rumah sakit bila tidak diperlukan. Kalau ingin menjenguk, bisa secara virtual menggunakan gadget. Ada juga waktu-waktu yang tepat kapan harus periksa ke dokter di rumah sakit saat COVID-19.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • University College London. (2020, June 8). Virus DNA spread across surfaces in hospital ward over 10 hours. ScienceDaily. Retrieved June 16, 2020 from www.sciencedaily.com/releases/2020/06/200608092951.htm
  • Rawlinson S et al., COVID-19 pandemic e let’s not forget surfaces, Journal of Hospital Infection, https://doi.org/ 10.1016/j.jhin.2020.05.022
  • Coronavirus Transmission: How Does the 2019 Coronavirus Spread?. (2020). Retrieved June 16, 2020, from https://www.healthline.com/health/coronavirus-transmission#from-person-to-person
  • van Doremalen, N., Bushmaker, T., Morris, D., Holbrook, M., Gamble, A., & Williamson, B. et al. (2020). Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1. New England Journal Of Medicine, 382(16), 1564-1567. doi: 10.1056/nejmc2004973
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ulfa Rahayu Diperbarui 31/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x