Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Situasi COVID-19 Varian Omicron di Indonesia

Situasi COVID-19 Varian Omicron di Indonesia

Varian Omicron, mutasi dari virus COVID-19, dikhawatirkan dapat menguasai dunia dan menyebabkan lonjakan kasus seperti varian Delta yang sudah banyak menyebar. Lantas, seperti apa varian COVID-19 yang satu ini? Bagaimana situasi varian Omicron di Indonesia?

Sekilas tentang varian Omicron

Omicron adalah varian baru dari mutasi virus COVID-19. Virus dengan strain B.1.1.529 ini pertama kali diidentifikasi oleh World Health Organization pada 14 November 2021 di Botswana, Afrika Selatan.

Pada 26 November 2021, WHO kemudian mengklasifikasikan varian Omicron ke dalam Varian of Concern (VOC). Artinya, varian ini memiliki karakter yang perlu diwaspadai seperti halnya varian Delta.

Varian ini diketahui jauh lebih mudah menular dibanding varian aslinya. Namun apakah penularannya lebih cepat dari varian Delta masih belum diketahui. Menurut CDC, orang yang terinfeksi varian Omicron tetap bisa menularkannya ke orang lain meski telah divaksin dan tak bergejala.

Kematian akibat varian Omicron pertama kali dilaporkan di Inggris pada 13 Desember 2021. Pasien meninggal akibat varian ini mungkin terjadi juga di negara lain namun belum terdeteksi.

Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan bahwa varian Omicron telah menginfeksi 200 ribu orang per harinya dan menjadi varian paling dominan di Inggris hanya dalam kurun waktu 48 jam. Sebelum adanya pasien tewas, 10 orang masuk rumah sakit akibat varian ini meskipun telah mendapat 2 dosis vaksin.

Meski begitu belum dapat diketahui apakah varian ini menimbulkan gejala yang lebih berat dan lebih mematikan atau tidak. Namun varian ini bisa menimbulkan reinfeksi atau infeksi ulang meskipun sebelumnya pernah positif COVID-19 atau telah mendapat 2 dosis vaksin.

Untuk pencegahan dan mengurangi gejala, vaksinasi tetap menjadi pilihan paling ampuh yang bisa dilakukan. Kemunculan varian ini membuat WHO mendorong pelaksanaan vaksin booster seluas-luasnya.

Apakah varian Omicron sudah terdeteksi di Indonesia?

Pada Kamis (16/12), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan temuan kasus pertama varian Omicron di Indonesia.

Kasus pertama Omicron ini terdeteksi pada seorang petugas kebersihan berinisial N yang bekerja di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Padahal ia diketahui belum pernah berpergian ke luar negeri sama sekali.

“Kementerian Kesehatan telah mendeteksi seorang pasien terkonfirmasi Omicron pada tanggal 15 Desember, data-datanya sudah kita konfirmasikan ke GISAID dan telah dikonfirmasi kembali dari GISAID bahwa memang data ini data sequencing Omicron,” kata Menkes dalam keterangan pers perkembangan pandemi COVID-19.

Selain kasus terkonfirmasi, Kementerian Kesehatan juga mengidentifikasi adanya 5 kasus probable Omicron. Saat ini kasus tersebut sedang diperiksa secara khusus.

“Dengan pemeriksaan khusus SGTF, kita mendeteksi 5 kasus probable Omicron, 2 kasus warga Indonesia yang baru balik dari Inggris dan AS dan 3 lainnya WNA dari Tiongkok yang ke Manado dan sekarang dikarantina di Manado,” tutur Menkes Budi.

Dilansir Tempo, Tonang Dwi Ardyanto, epidemiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) mengatakan kemungkinan varian Omicron sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak dua pekan lalu.

Kasusnya sulit terdeteksi sebab sebagian besar kasus Omicron menghasilkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Inilah yang membuat banyak orang tidak melaporkannya.

Selain itu, jumlah tes PCR di Indonesia masih di bawah ambang batas ideal. Rata-rata tes yang dilaporkan mencapai angka antara 180-2020 ribu per hari. Akan tetapi, angka tersebut didominasi oleh tes antigen.

Sedangkan, tes PCR sendiri hanya memakan sekitar 15% dari total tes yang telah terlaksana. Menurut data, 40-50% dari jumlah PCR berasal dari Jakarta.

Omicron bisa terdeteksi melalui antigen, tapi tes ini baru bisa menunjukkan hasil yang positif bila jumlah virusnya tinggi. Maka dari itu, dibutuhkan tes PCR untuk benar-benar mendeteksi keberadaan varian ini.

Untuk berjaga-jaga, pemerintah berencana memperketat pintu masuk ke Indonesia. Terhitung mulai tanggal 29 November 2021, pemerintah menangguhkan penerbitan visa dan kedatangan warga negara asing dari beberapa negara termasuk Afrika Selatan, Botswana, Namibia, dan Hong Kong.

Pemerintah juga telah memperpanjang karantina wajib untuk kedatangan dari luar negeri, dari tujuh hari menjadi 10 hari.

Tetap jalani protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi

Meski termasuk dalam varian yang harus diwaspadai, belum diketahui dengan jelas apakah Omicron dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah bila dibandingkan dengan varian lain termasuk Delta.

Belum ada juga informasi yang menunjukkan perbedaan gejala yang signifikan pada varian Omicron dari varian lainnya.

Namun, semua varian COVID-19 tetap memiliki kemungkinan untuk menimbulkan gejala yang parah atau kematian, khususnya pada orang-orang yang berisiko. Jadi, Anda harus tetap melakukan segala langkah pencegahan.

Salah satu pencegahan agar terhindari dari COVID-19 yang utama adalah dengan mendapatkan vaksinasi COVID-19. Vaksin dapat membantu memperlambat penularan, mencegah penyakit parah, kemungkinan rawat inap, dan kematian.

Kemudian jalani juga protokol kesehatan dengan memakai masker di tempat umum dan di dalam ruangan pada area yang ditempati banyak orang, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta menghindari bepergian ke luar kota atau ke luar negeri bila tidak perlu.

Anda juga perlu melakukan tes secara berkala. Tes dapat memastikan apabila Anda terinfeksi virus atau tidak. Anda bisa melakukan tes di rumah sakit atau klinik terdekat.


Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Update on Omicron. (2021). World Health Organization. Retrieved 7 December 2021, from https://www.who.int/news/item/28-11-2021-update-on-omicron

Omicron Variant: What You Need to Know. (2021). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 7 December 2021, from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/variants/omicron-variant.html

New Regulation With Regards to COVID-19 Variant Omicron. (2021). Embassy of The Republic of Indonesia. Retrieved 7 December 2021, from https://kemlu.go.id/wellington/en/news/17622/new-regulation-with-regards-to-covid-19-variant-omicron

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 17/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa