Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pemerintah Indonesia mulai melakukan vaksinasi COVID-19 tahap 2 pada kelompok lansia dan petugas layanan publik Rabu (17/2/2021). Imunisasi dimulai dengan menargetkan 33 juta orang, yakni 16,9 juta untuk petugas pelayanan publik dan 21,5 juta lansia (usia 60 tahun ke atas). 

Kelompok prioritas vaksinasi COVID-19 tahap 2

pelaksanaan vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 tahap pertama telah dilakukan pada kelompok tenaga kesehatan termasuk tenaga kesehatan yang berusia lanjut. Setelah kurang lebih satu bulan berjalan program vaksinasi, 1.120.963 tenaga kesehatan yang mendapat suntikan pertama dan 537.147 telah mendapat suntikan vaksin kedua pada 16 Februari 2021.  

Tidak adanya catatan efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang berarti selama proses vaksinasi tahap pertama membuat pemerintah yakin untuk segera melanjutkan vaksinasi tahap kedua. Pada tahap kedua ini, pemerintah memprioritaskan petugas pelayanan publik dan kelompok lansia berusia 60 tahun ke atas. 

“Kelompok prioritas dalam tahap 2 ini kelompok yang memiliki interaksi dan mobilitas tinggi, sehingga sangat rentan terhadap COVID-19,” kata Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Maxi Rein Rondonuwu, dalam konferensi pers, Senin (15/2/2021).

Sedangkan lansia dinilai sebagai kelompok yang rentan mengalami COVID-19 dengan gejala berat. Oleh karena itu mereka masuk ke dalam kelompok prioritas demi mengurangi tingkat kematian dan kesakitan akibat COVID-19. Dengan begitu diharapkan dapat pula mengurangi beban rumah sakit. 

Berikut kelompok prioritas vaksinasi COVID-19 tahap 2:

  • Kelompok usia lanjut (lansia)
  • Pedagang pasar
  • Tenaga pendidik
  • Tokoh agama
  • Penyuluh agama
  • Wakil rakyat (termasuk ASN dan pejabat pemerintah)
  • Petugas keamanan (trmasuk TNI/Polri)
  • Pekerja pariwisata
  • Pegawai BUMN, BUMD, BPBD, BPJS, kepala perangkat desa.
  • Pekerja transportasi (termasuk petugas stasiun, petugas bandara, petugas pelabuhan, dan juga transportasi online)
  • Atlet
  • Wartawan dan pekerja media

Dalam vaksinasi COVID-19 tahap 2 ini, 70% dari total target vaksinasi akan fokus diberikan di 7 provinsi di wilayah Jawa dan Bali. Sementara sisa 30% akan didistribusikan untuk wilayah lainnya. Alasannya, selain jumlah kasus yang cukup tinggi, tujuh provinsi di Jawa dan Bali ini juga merupakan daerah padat penduduk sehingga laju penularannya pun tinggi.

Sebagai contoh, vaksinasi tahap kedua ini pertama dilakukan kepada 55 ribu pedagang Pasar Tanah Abang Jakarta, Rabu (17/2/2021), dan akan berlangsung selama 6 hari.

Cara pendaftaran

Vaksin COVID-19 komorbid

Pendaftaran peserta vaksinasi akan dilakukan secara kolektif oleh setiap institusinya melalui aplikasi Primary Care (Pcare) atau bisa masuk ke bit.ly/vaksincovidri untuk info lebih lanjut. 

Sedangkan warga lansia yang masuk dalam peserta vaksinasi COVID-19 tahap 2 akan dihimpun oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pendataan tersebut juga akan didukung oleh catatan yang telah ada di BPJS Kesehatan. 

Tempat pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan di fasilitas kesehatan (lebih dari 13.600 faskes), institusi bersangkutan, dan lokasi vaksinasi massal misalnya di pasar untuk pedagang pasar.

“Meskipun imunisasi dilakukan di banyak tempat, namun pemerintah memastikan vaksinasi dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih,” tukas Maxi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

China Gunakan Tes Swab Anal untuk COVID-19, Apa Bedanya dengan Swab Nasofaring?

Swab anal untuk COVID-19 dilakukan dengan memasukan kapas berukuran 3-5 cm ke dalam anus dan memutarnya untuk mengambil sampel feses.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 5 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
digital fatigue

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit