Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Di masa pandemi COVID-19 ini semua orang terus diimbau untuk melakukan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. Selain itu, anjuran yang tidak kalah penting adalah menghindari kerumunan. Pesta pernikahan pada umumnya justru menimbulkan kerumunan karena mengumpulkan banyak orang dari berbagai wilayah yang berbeda. Bagaimana tips menggelar resepsi pernikahan di tengah pandemi? 

Seperti apa risiko acara resepsi pernikahan di masa pandemi COVID-19?

pernikahan covid-19

Pandemi COVID-19 menular melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi melalui cipratan cairan (droplet) yang keluar saat bicara, batuk, ataupun bersin. Penyakit akibat infeksi virus SARS-CoV-2 ini juga bisa menular melalui sentuhan dengan permukaan benda yang terkontaminasi lalu memegang wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Dalam keadaan tertentu COVID-19 juga bisa menular melalui udara (airborne), misalnya dalam ruang tertutup yang memiliki sirkulasi udara yang buruk. 

Selama pandemi ini, ada beberapa kasus penularan besar (superspreading event ) yang terjadi dalam resepsi pernikahan dan perkumpulan serupa. Contohnya yang terjadi akhir Oktober lalu di Long Island, Amerika Serikat, sebanyak 56 orang terinfeksi dan 300 orang harus karantina setelah menghadiri pesta pernikahan dan pesta ulang tahun. Contoh lainnya adalah pesta pernikahan sederhana di Maine, AS, yang baru-baru ini dikaitkan dengan penularan besar yang menyebabkan 177 sakit. 

Di Indonesia, kasus penularan COVID-19 di pesta pernikahan yang dilaksanakan pada masa pandemi ini juga dilaporkan terjadi beberapa kali. Salah satunya acara pernikahan di Sragen, Jawa Tengah, di mana COVID-19 menewaskan salah satu pengantin dan kedua orang tuanya. Padahal pihak kepolisian setempat telah mengonfirmasi sebelumnya bahwa acara hanya berupa ijab kabul yang dihadiri keluarga dekat. 

Tingginya risiko penularan besar pada acara pesta pernikahan biasanya disebabkan hal berikut ini:

  • Banyak orang berkumpul dan berdekatan
  • Berkumpul dalam waktu yang lama
  • Sirkulasi udara atau ventilasi ruangan buruk
  • Orang-orang berbicara dan bernyanyi 
  • Banyak permukaan yang rentan terkontaminasi dan sering tersentuh

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

999,256

Confirmed

809,488

Recovered

28,138

Death
Distribution Map

Bagaimana mengurangi risiko penularan saat mengadakan pesta pernikahan? Pernikahan covid-19

Salah satu tips utama adalah selalu ingat menjalankan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Kenakan masker yang sesuai dengan anjuran, yakni masker bedah atau masker kain tiga lapis. Selain itu tetap menjaga jarak dengan orang lain dan bawalah pencuci tangan seperti hand sanitizer ke mana pun Anda pergi. 

Berikut beberapa tips lain bagi mereka yang hendak melangsungkan acara resepsi pernikahan di tengah pandemi.

Pesta dengan skala kecil

Pesta pernikahan di masa pandemi lebih baik diselenggarakan dengan skala kecil. Acara sebaiknya cukup dihadiri keluarga dan teman terdekat. Secara umum, semakin kecil skala pestanya maka semakin sedikit tamu dan risiko penularan akan berkurang. 

Baik dilangsungkan dalam atau luar ruangan, tetap batasi jumlah pengunjung acara dengan memperhatikan luas area acara pernikahan. Perhatikan juga jarak tempat duduk yang disediakan bagi tamu undangan.

Pesta outdoor atau di luar ruangan

Tempat terbaik untuk menghindari penularan adalah di luar ruangan atau udara terbuka. Hal ini dikarenakan risiko penularan di dalam ruangan sekitar 18 kali lebih tinggi daripada di luar ruangan. 

Jika sudah terlanjur memilih di dalam ruangan maka perhatikan sirkulasi udara di dalam ruangan.

Hindari penyajian makanan prasmanan

Dalam panduan penerapan new normal, pemerintah mengimbau bagi restoran untuk tidak menyediakan makanan prasmanan, begitu pun dalam sebuah pesta. Makanan prasmanan berisiko menjadi jalur penularan karena penggunaan peralatan saji, sendok sayur dan centong nasi, yang disentuh oleh hampir semua tamu secara bergantian.

Sediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan  

Sebagai antisipasi, sebaiknya sediakan fasilitas ini agar tamu undangan bisa mencuci tangan sebelum maupun sesudah menghadiri resepsi pernikahan. Sediakan juga kebutuhan lain seperti tisu, masker, dan penanda untuk tetap jaga jarak.

Selain itu, WHO juga menganjurkan agar panitia penyelenggara tetap mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan untuk seluruh tamu undangan yang hadir.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China sedang diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Bagaimana perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Parosmia, Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap

Pasien COVID-19 melaporkan gejala baru yang disebut parosmia, yakni mencium bau amis ikan dan beberapa bau tidak sedap lain yang tidak sesuai kenyataan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Semua tentang Vaksin COVID-19: Keamanan, Efek Samping, dan Lainnya

Berikut beberapa informasi umum seputar vaksin COVID-19, keamanan, efek samping, dan pelaksanaan imunisasinya di Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Vaksin COVID-19 Tidak Mencegah Penularan, Masyarakat Masih Harus Menerapkan 3M

Para ahli mengingatkan, berjalannya vaksinasi COVID-19 tidak serta merta mencegah penularan dan membuat bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin pasien covid-19

Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
donor plasma konvalesen

Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
psikotik covid-19

Infeksi COVID-19 Bisa Menyebabkan Gejala Psikotik Seperti Delusi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
jamu covid-19

Potensi Jamu dan Obat Tradisional dalam Penanganan COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit