Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Di masa pandemi COVID-19 ini semua orang terus diimbau untuk melakukan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. Selain itu, anjuran yang tidak kalah penting adalah menghindari kerumunan. Pesta pernikahan pada umumnya justru menimbulkan kerumunan karena mengumpulkan banyak orang dari berbagai wilayah yang berbeda. Bagaimana tips menggelar resepsi pernikahan di tengah pandemi?

Seperti apa risiko acara resepsi pernikahan di masa pandemi COVID-19?

pernikahan covid-19

Pandemi COVID-19 menular melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi melalui cipratan cairan (droplet) yang keluar saat bicara, batuk, ataupun bersin. Penyakit akibat infeksi virus SARS-CoV-2 ini juga bisa menular melalui sentuhan dengan permukaan benda yang terkontaminasi lalu memegang wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Dalam keadaan tertentu COVID-19 juga bisa menular melalui udara (airborne), misalnya dalam ruang tertutup yang memiliki sirkulasi udara yang buruk.

Selama pandemi ini, ada beberapa kasus penularan besar (superspreading event ) yang terjadi dalam resepsi pernikahan dan perkumpulan serupa. Contohnya yang terjadi akhir Oktober lalu di Long Island, Amerika Serikat, sebanyak 56 orang terinfeksi dan 300 orang harus karantina setelah menghadiri pesta pernikahan dan pesta ulang tahun. Contoh lainnya adalah pesta pernikahan sederhana di Maine, AS, yang baru-baru ini dikaitkan dengan penularan besar yang menyebabkan 177 sakit.

Di Indonesia, kasus penularan COVID-19 di pesta pernikahan yang dilaksanakan pada masa pandemi ini juga dilaporkan terjadi beberapa kali. Salah satunya acara pernikahan di Sragen, Jawa Tengah, di mana COVID-19 menewaskan salah satu pengantin dan kedua orang tuanya. Padahal pihak kepolisian setempat telah mengonfirmasi sebelumnya bahwa acara hanya berupa ijab kabul yang dihadiri keluarga dekat.

Tingginya risiko penularan besar pada acara pesta pernikahan biasanya disebabkan hal berikut ini:

  • Banyak orang berkumpul dan berdekatan
  • Berkumpul dalam waktu yang lama
  • Sirkulasi udara atau ventilasi ruangan buruk
  • Orang-orang berbicara dan bernyanyi
  • Banyak permukaan yang rentan terkontaminasi dan sering tersentuh

Bagaimana mengurangi risiko penularan saat mengadakan pesta pernikahan? Pernikahan covid-19

Salah satu tips utama adalah selalu ingat menjalankan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Kenakan masker yang sesuai dengan anjuran, yakni masker bedah atau masker kain tiga lapis. Selain itu tetap menjaga jarak dengan orang lain dan bawalah pencuci tangan seperti hand sanitizer ke mana pun Anda pergi.

Berikut beberapa tips lain bagi mereka yang hendak melangsungkan acara resepsi pernikahan di tengah pandemi.

Pesta dengan skala kecil

Pesta pernikahan di masa pandemi lebih baik diselenggarakan dengan skala kecil. Acara sebaiknya cukup dihadiri keluarga dan teman terdekat. Secara umum, semakin kecil skala pestanya maka semakin sedikit tamu dan risiko penularan akan berkurang.

Baik dilangsungkan dalam atau luar ruangan, tetap batasi jumlah pengunjung acara dengan memperhatikan luas area acara pernikahan. Perhatikan juga jarak tempat duduk yang disediakan bagi tamu undangan.

Pesta outdoor atau di luar ruangan

Tempat terbaik untuk menghindari penularan adalah di luar ruangan atau udara terbuka. Hal ini dikarenakan risiko penularan di dalam ruangan sekitar 18 kali lebih tinggi daripada di luar ruangan.

Jika sudah terlanjur memilih di dalam ruangan maka perhatikan sirkulasi udara di dalam ruangan.

Hindari penyajian makanan prasmanan

Dalam panduan penerapan new normal, pemerintah mengimbau bagi restoran untuk tidak menyediakan makanan prasmanan, begitu pun dalam sebuah pesta. Makanan prasmanan berisiko menjadi jalur penularan karena penggunaan peralatan saji, sendok sayur dan centong nasi, yang disentuh oleh hampir semua tamu secara bergantian.

Sediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan

Sebagai antisipasi, sebaiknya sediakan fasilitas ini agar tamu undangan bisa mencuci tangan sebelum maupun sesudah menghadiri resepsi pernikahan. Sediakan juga kebutuhan lain seperti tisu, masker, dan penanda untuk tetap jaga jarak.

Selain itu, WHO juga menganjurkan agar panitia penyelenggara tetap mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan untuk seluruh tamu undangan yang hadir.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ulfa Rahayu Diperbarui 31/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x