Penyebaran Virus COVID-19 Diduga Bisa Terjadi Melalui Pipa Toilet

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Proses penularan COVID-19 secara jelasnya masih menjadi objek penelitian. Namun setelah ditemukannya dua kasus pasien yang positif terinfeksi COVID-19 di sebuah apartemen di Hong Kong beberapa bulan lalu, muncul dugaan bahwa penyebaran virus tersebut bisa terjadi melalui pipa saluran air yang ada di toilet.

Benarkah demikian? Simak penjelasannya di bawah berikut ini.

Awal dugaan penyebaran COVID-19 melalui pipa air

penyebaran covid-19 melalui pipa air

Pada tanggal 11 Februari 2020, lebih dari 100 warga yang tinggal di daerah Tsing Yi, Hong Kong, telah dievakuasi dan dikarantina. Tindakan itu dilakukan setelah seorang wanita yang berusia 62 tahun menjadi orang kedua yang positif terinfeksi COVID-19 di gedung apartemen Hong Mei House.

Wanita tersebut tinggal 10 lantai di bawah penghuni pertama yang terinfeksi. Karena kedua pasien tersebut tidak pernah berkomunikasi atau melakukan kontak kulit sebelumnya, muncullah dugaan bahwa bisa saja penyebaran COVID-19 terjadi lewat infrastruktur bangunan seperti pipa air.

Terlebih lagi, menurut laporan, kedua pasien tinggal di blok vertikal yang sama. Ini berarti, kedua pasien berbagi jaringan pipa toilet yang sama. Pipa air di dalam kamar mandi tempat tinggal wanita yang menjadi pasien juga tidak tertutup.

Dugaan skema penularan virus di antara kedua pasien memang belum pasti dan masih membutuhkan penyelidikan lanjutan. Namun, terjadinya penyebaran COVID-19 melalui pipa saluran air bukanlah hal yang tidak mungkin. Bahkan, penyelidikan tentang penyebaran virus melalui pipa juga pernah dilakukan saat virus SARS merebak pada 2003 silam.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,314,634

Confirmed

1,121,411

Recovered

35,518

Death
Distribution Map

Skema penyebaran virus melalui pipa saluran air

novel coronavirus 2019 adalah virus corona

Sebelum merebaknya penyebaran virus COVID-19, penyelidikan yang dilakukan di sebuah apartemen bernama Amoy Gardens menemukan kemungkinan besar penularan virus SARS yang diakibatkan oleh bocornya pipa air di toilet.

Hal itu bisa terjadi karena virus corona jenis SARS dapat masuk ke dalam feses maupun kotoran lainnya. Pipa-pipa yang membawa limbah tersebut dibangun tertutup dan terpisah.

Ketika pipa mengalami kebocoran, maka tetesan tersebut akan membuat orang-orang terpapar. Nantinya, sisa kotoran yang mengandung virus tersebut bisa menjadi aerosol yang akan menyebar ke udara di sekitarnya.

Penyebab lainnya adalah rusaknya pipa U yang ada pada saluran air di kloset atau wastafel. Biasanya saluran di toilet memiliki pipa berbentuk U yang berfungsi untuk menahan air yang akan menghalangi mikroba dan bakteri yang keluar dari tinja. Bentuk ini juga mencegah agar bakteri dalam pipa tidak akan keluar dan mencemari toilet.

Pipa ini terhubung ke pipa pembuangan yang akan menyapu limbah dari toilet, wastafel, dan saluran air lainnya. Pipa pembuangan harus memiliki ventilasi untuk memastikan gas dan bau dari saluran terbawa keluar. Pipa ventilasi juga akan memberi tekanan yang membuat limbah terus mengalir.

Sedangkan dalam kasus penularan SARS di Amoy Gardens, pipa U yang terhubung pada saluran dalam keadaan kosong sehingga pipa tidak bisa membuang feses.

Akibatnya, gas dan kotoran yang tidak terbuang bisa tertahan pada pipa U dan membuatnya masuk ke dalam hunian serta menyebarkan virus.

Penyebaran virus melalui pipa saluran air menjadi keprihatinan

dampak toilet kotor

Memang, kasus penyebaran virus COVID-19 dan SARS melalui pipa saluran air tidak serta merta bisa disamakan. Penularan dengan cara ini pun bukanlah hal yang umum terjadi. Cara penularan COVID-19 yang paling umum adalah melalui tetesan atau partikel yang dihasilkan ketika seseorang batuk atau bersin.

Namun, keadaan pipa sanitasi yang rusak juga bisa menambah kemungkinan seseorang untuk terinfeksi. Keadaan pipa yang tidak memadai sudah menjadi salah satu kontributor penyebaran SARS di gedung-gedung perumahan di Hong Kong.

Oleh sebab itu, pemeliharaan dengan meninjau serta memperbarui standar dalam praktik bangunan dan sistem pembuangan kotoran sangat penting dilakukan.

Para masyarakat diharapkan untuk mempertimbangkan faktor-faktor kebersihan lingkungan serta memilih desain yang sesuai dengan standar supaya dapat mengendalikan penularan virus penyakit.

Terlebih kamar mandi merupakan salah satu tempat yang menjadi pusat berkumpulnya berbagai jenis kuman. Kuman tersebut juga tersebar di beberapa bagian di kamar mandi seperti permukaan wastafel dan kloset. Mungkin Anda masih bisa melakukan pencegahan dengan membersihkan kamar mandi secara berkala.

Bagaimana Sabun Membunuh COVID-19 dan Kuman-Kuman Jahat

Lain lagi jika Anda pergi ke toilet umum, tidak ada yang bisa menjamin bahwa toilet sudah benar-benar bersih dan bebas dari kuman. Berikut adalah beberapa langkah untuk berjaga-jaga supaya bisa meminimalisasi terkena penyakit menular:

  • Cuci tangan dengan benar setiap sebelum dan setelah selesai dari kamar mandi.
  • Lapisi tangan dengan tisu ketika mematikan keran, membuka pintu, dan menyentuh tombol penyiram toilet.
  • Bersihkan sejenak dudukan toilet dengan tisu dan lapisi dengan tisu yang baru
  • Gunakan pengering tangan dengan tidak menempelkan tangan pada jaring mesin pengering karena malah akan membuat tangan terkontaminasi.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

China Gunakan Tes Swab Anal untuk COVID-19, Apa Bedanya dengan Swab Nasofaring?

Swab anal untuk COVID-19 dilakukan dengan memasukan kapas berukuran 3-5 cm ke dalam anus dan memutarnya untuk mengambil sampel feses.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 5 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit