WHO: COVID-19 Akan Jadi Penyakit Endemi, Apa Artinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan perihal kemungkinan COVID-19 yang tidak akan hilang dan akan berubah menjadi penyakit endemi. Apa maksudnya?

Bagaimana COVID-19 menjadi penyakit endemi?

COVID-19 penyakit endemi

COVID-19, penyakit akibat virus SARS-CoV-2 menyebar dari China ke seluruh dunia. Penyebaran yang meluas ke seluruh negara di seluruh benua di dunia membuat WHO menyatakan COVID-19 sebagai pandemi global sejak Maret lalu.

Pandemi adalah penyebaran penyakit baru yang mempengaruhi banyak orang. Menurut WHO, sebuah wabah penyakit bisa dikatakan pandemi jika telah ke banyak negara di beberapa benua. Hal ini terjadi dengan COVID-19.

Pandemi COVID-19 saat ini sudah menyebar ke seluruh benua di dunia kecuali Antartika. Angka penularannya yang belum memperlihatkan penurunan membuat beberapa ahli membuat beberapa skenario bagaimana pandemi ini berakhir.

Ketua tim darurat kesehatan WHO Michael Ryan menyatakan kemungkinan COVID-19 tidak akan benar-benar hilang dan bisa menjadi penyakit endemi di masyarakat.

“Virus ini mungkin tidak akan pernah hilang dan kemungkinan akan menjadi salah satu penyakit endemi di masyarakat,” kata Dr. Ryan dalam konferensi pers WHO, Rabu (13/5).

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

882,418

Confirmed

718,696

Recovered

25,484

Death
Distribution Map

Apa itu endemi?

Endemi adalah penyakit yang biasanya mewabah di suatu wilayah tertentu. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), endemi mengacu pada kehadiran suatu wabah penyakit terus menerus pada populasi di bentang geografis tertentu, seperti satu wilayah, negara, atau benua.

Penyakit yang termasuk endemi antara lain malaria dan demam berdarah dengue (DBD) yang setiap tahun masih ada kasus yang terdaftar di beberapa daerah.

Malaria diketahui umumnya berada di daerah hangat dekat dengan garis khatulistiwa, itulah sebabnya pelancong yang berniat mengunjungi daerah tersebut memerlukan obat pencegahan. Indonesia merupakan negara endemi penyakit malaria terutama di wilayah provinsi Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Kemungkinan pandemi COVID-19 berubah menjadi endemi

akhir pandemi covid-19

Hingga kini vaksin belum ditemukan dan masa depan berakhirnya COVID-19 belum bisa diprediksi dengan tepat.

Pernyataan WHO bahwa COVID-19 akan menjadi penyakit endemi tersebut dimaksudkan untuk mengajak masyarakat agar lebih realistis melihat skenario perjalanan pandemi ini.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Center for Infectious Disease Research and Policy (CIDRAP), pandemi COVID-19 ini kemungkinan muncul dalam beberapa gelombang ledakan kasus.

Itu berarti setelah ada penurunan jumlah penambahan kasus positif, kemungkinan ada gelombang kedua COVID-19 dalam beberapa waktu. Mengacu studi tersebut, kemungkinan akan butuh waktu lama untuk menghentikan penularan COVID-19.

Ahli epidemiologi Universitas Padjajaran dr. Panji Hadisoemarto juga menyatakan adanya kemungkinan wabah COVID-19 akan menjadi endemi.

New Normal Akibat Pandemi COVID-19 dan Efek Psikologisnya

Untuk penyakit yang sifatnya akut dan menular itu selalu ada outbreak, ada wabah kecil atau ledakan kasus. Katakanlah demam berdarah, itu selalu ada ledakan kasus setiap tahun ada, setiap 5 tahun ada, cuma seringnya jumlah segitu-segitu saja, itu yang kita sebut kondisi endemi,” kata dr. Panji kepada Hello Sehat.

“Sebetulnya kondisi seperti ini bisa terjadi. Secara natural bisa terjadi pada COVID-19 juga, tapi bisa terjadi dalam jangka waktu berapa lama saya nggak tahu karena belum simulasikan,” jelasnya.

Kemungkinan COVID-19 benar-benar hilang dan tidak menjadi penyakit endemi adalah jika telah ditemukan vaksin untuk menangkal penularannya. Vaksin COVID-19 ini harus sangat efektif dan tersedia untuk diimunisasikan ke semua orang.

Sampai saat ini belum ada yang berhasil membuat vaksin COVID-19. Beberapa negara masih dalam proses uji klinis sedangkan Indonesia baru memulai meneliti vaksin COVID-19 sendiri.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin COVID-19 Tidak Mencegah Penularan, Masyarakat Masih Harus Menerapkan 3M

Para ahli mengingatkan, berjalannya vaksinasi COVID-19 tidak serta merta mencegah penularan dan membuat bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal GeNose, Alat Deteksi COVID-19 dari Embusan Napas

UGM mengembangkan GeNose, teknologi untuk mendeteksi COVID-19 dengan cepat melalui embusan napas. Bagaimana cara kerjanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 28 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mutasi Baru Virus SARS-CoV-2 Penyebab COVID-19 dari Inggris, Berbahayakah?

Inggris mengumumkan telah mengidentifikasi adanya mutasi baru dari virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang diduga menjadi jenis yang lebih mudah menular.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 27 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Adakah Hubungan antara Mendengkur dan Infeksi COVID-19?

Masalah tidur seringkali dikaitkan dengan penyakit berat baik fisik maupun mental, sebuah studi terbaru mengaitkan mendengkur dengan gejala COVID-19 berat.

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 24 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jamu covid-19

Potensi Jamu dan Obat Tradisional dalam Penanganan COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Keamanan Vaksin COVID-19

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
parosmia covid-19

Parosmia, Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
keamanan vaksin covid-19

Semua tentang Vaksin COVID-19: Keamanan, Efek Samping, dan Lainnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 29 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit