home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Selain memperbanyak tes untuk pengujian virus COVID-19, para ahli mengimbau pemerintah lebih cermat dalam pelacakan kontak atau contact tracing. Hal ini bertujuan agar para ahli dapat melacak penyebaran virus dan menekan angka kasus COVID-19. Lantas, apa itu pelacakan kontak dan mengapa penting dilakukan?

Pelacakan kontak (contact tracing) kasus COVID-19

berpikir positif pandemi covid-19

Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), contact tracing atau pelacakan kontak adalah proses mengidentifikasi dan mengelola pasien yang terinfeksi penyakit. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan selanjutnya.

Pada kasus COVID-19, pelacakan kontak merupakan bagian yang cukup penting guna menekan angka kasus. Selain itu, metode ini sangat dibutuhkan mengingat vaksin untuk mencegah virus corona masih belum ditemukan.

Umumnya, pelacakan kontak dimulai ketika seseorang didiagnosa positif terkena virus SARS-CoV-2. Metode ini juga dapat dilakukan pada kasus-kasus orang yang dicurigai, termasuk ketika seseorang mengalami gejala COVID-19, seperti demam dan sesak napas.

Tenaga kesehatan atau relawan yang sudah terlatih akan mewawancarai orang tersebut via telepon. Hal ini bertujuan untuk membantu mereka mengingat kembali, siapa saja yang pernah berkontak langsung dengan mereka dan ke mana saja mereka pergi.

Kontak dekat dan langsung umumnya diartikan sebagai orang yang berada dalam jarak sekitar 2-3 meter dari pasien positif COVID-19 dan beberapa kondisi di bawah ini.

  • Tinggal di rumah yang sama.
  • Durasi kontak terjadi selama lebih dari 15 menit.
  • Terjadi 48 jam sebelum pasien didiagnosa positif hingga imbauan isolasi.
  • Berada di ruangan yang tertutup, seperti ruang tunggu rumah sakit.
  • Menaiki pesawat dalam jarak kurang dari dua meter.

Setelah wawancara selesai, orang yang diwawancarai akan diminta untuk menjaga jarak dengan orang lain dan mungkin menjalani karantina di rumah. Apabila dari kontak yang diuji terdapat kasus baru, proses pelacakan kontak pun berlanjut.

Bagaimana pelacakan kontak menekan penyebaran COVID-19?

Walaupun pelacakan kontak memiliki proses yang cukup panjang, angka penyebaran kasus COVID-19 bisa diperlambat dengan cara ini. Mengapa demikian?

Apabila pelacakan kontak berhasil menemukan pasien-pasien positif yang tidak terdeteksi sebelumnya, penyebaran penyakit pun bisa dihentikan. Pasalnya, metode ini membantu mengendalikan wabah, terutama penyakit yang baru ditemukan, sebelum menyebar secara masif.

Contact tracing memang terdengar lebih efektif jika dilakukan sejak awal dan akan membuat perbedaan yang cukup besar di beberapa negara.

Kapan Pandemi COVID-19 akan Berakhir?

Sebagai contoh, Korea Selatan merespons pandemi COVID-19 cukup cepat dengan memperbanyak pengujian virus hingga melakukan pelacakan kontak dengan baik. Hasilnya, penyebaran kasus di Korea Selatan pun dapat ditekan dengan baik.

Pelacakan kontak dan memastikan mereka tidak berinteraksi dengan orang lain penting agar penyebaran tidak meluas. Apabila pemerintah di sebuah wilayah tidak dapat mengisolasi pasien dan physical distancing kerap diabaikan, penyebaran COVID-19 bisa menyebar dengan cepat.

Pada akhirnya, data yang dikumpulkan dari contact tracing membantu ahli epidemiologi menganalisis suatu penyakit dan bagaimana penularannya di populasi tertentu. Cara ini juga membantu menjaga masyarakat agar lebih aman dari wabah penyakit dan menekan angka tingkat kematian hingga pandemi ini benar-benar hilang.

Keterbatasan pelacakan kontak COVID-19

wna positif covid-19 indonesia

Melacak penyebaran kasus COVID-19 memang tidak mudah, sehingga diperlukan pelacakan kontak yang dibarengi dengan tes swab COVID-19. Metode ini juga akan bekerja dengan efektif, terutama pada tingkat infeksi yang cukup rendah di wilayah yang sudah mengambil langkah lockdown.

Pelacakan kontak ada kalanya tidak terlihat efektif, seperti yang terjadi di tengah pandemi COVID-19 yang telah menyebar secara luas. Negara dengan populasi tinggi mungkin akan sulit menekan angka penyebaran virus jika tidak diiringi dengan kontribusi masyarakat dalam pencegahannya.

Terlebih lagi ketika negara tersebut kekurangan staf terlatih atau sukarelawan yang mau melacak penyebaran kasus dan ketersediaan alat uji yang kurang.

Di sisi lain, tidak sedikit pula orang tanpa gejala (OTG) dapat menularkan virus tanpa mereka sadari. Hal ini yang membuat pelacakan kontak untuk pandemi COVID-19 menjadi lebih sulit dan terbatas.

Walaupun demikian, contact tracing masih menyumbangkan kontribusi yang cukup besar dalam memperlambat laju kasus COVID-19. Metode ini juga cukup diandalkan hingga obat atau vaksin ditemukan untuk mengobati dan mencegah penularan virus.

Kontribusi masyarakat sangat membantu

COVID-19 memicu diabetes orang sehat pria pakai masker

Keterbatasan pelacakan kontak demi menekan angka kasus COVID-19 bisa ditanggulangi lewat kontribusi aktif dari masyarakat. Pemerintah sudah seharusnya melibatkan komunitas atau kepala daerah memberitahu masyarakat bagaimana mengurangi risiko penularan virus.

Selain itu, contact tracing mungkin juga akan membuat masyarakat dipantau sehari-hari dan bersedia melaporkan gejala COVID-19 dengan segera. Masyarakat juga setidaknya bersedia untuk menjalani karantina setidak 14 hari atau isolasi ketika memperlihatkan gejala.

Dengan ikut berkontribusi dalam pelacakan kontak, Anda juga ikut membantu mengendalikan penyebaran virus lokal. Kelompok orang yang berisiko pun lebih terlindungi dan pembatasan pergerakan, seperti tinggal di rumah pun dapat dilonggarkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Case Investigation and Contact Tracing: Part of Multipronged Approach to Fight the COVID-19 Pandemic. (2020). CDC. Retrieved 25 June 2020, from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/php/principles-contact-tracing.html

Contact tracing in the context of COVID-19. (2020). World Health Organization [PDF File]. Retrieved 25 June 2020, from https://www.who.int/publications/i/item/contact-tracing-in-the-context-of-covid-19

Contact tracing for COVID-19. (2020). Ministry of Health New Zealand. Retrieved 25 June 2020, from https://www.health.govt.nz/our-work/diseases-and-conditions/covid-19-novel-coronavirus/covid-19-health-advice-general-public/contact-tracing-covid-19

Feil, L. (2020). The ever-growing importance of contact tracing. UT Health Austin. Retrieved 25 June 2020, from https://uthealthaustin.org/blog/the-importance-of-contact-tracing

Foto Penulis
Ditulis oleh Nabila Azmi pada 02/07/2020
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x