Perlukah Pelindung Wajah (Face Shield) Digunakan Sehari-hari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Dengan pelonggaran PSBB, sebagian masyarakat mulai kembali menjalani aktivitas harian mereka dengan pedoman new normal COVID-19. Salah satu hal yang mungkin cukup baru selain memakai masker adalah penggunaan face shield. Apa itu face shield dan siapa saja yang sebenarnya benar-benar butuh menggunakan ini?

Apa itu face shield?

perawat covid-19 indonesia

Selain masker, alat pelindung lainnya yang digunakan untuk mencegah penularan COVID-19 adalah face shield. Face shield adalah pelindung wajah yang terbuat dari plastik bening dan kaku untuk menutupi wajah hingga memanjang ke bawah dagu penggunanya. 

Anda mungkin sering melihat face shield pada tenaga kesehatan, bahkan sebelum pandemi COVID-19 dimulai. Normalnya, pelindung wajah ini termasuk bagian dari Alat Pelindung Diri (APD) yang dipakai oleh dokter gigi karena memeriksa mulut dalam jarak dekat. 

Sementara itu, dokter, perawat, dan petugas laboratorium menggunakan alat pelindung ini bersamaan dengan masker agar tidak terkontaminasi darah atau zat lain di udara. 

Sejak pandemi COVID-19 dimulai dengan penyebaran yang cukup tinggi membuat sebagian orang memilih untuk menggunakan face shield serta masker. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran penyakit lewat droplet (cipratan air liur).

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,314,634

Confirmed

1,121,411

Recovered

35,518

Death
Distribution Map

Kelebihan face shield

sumber: International Business Times

Setiap orang yang menggunakan face shield tentu ingin melindungi diri dari infeksi virus. Untungnya, alat pelindung wajah ini tidak terlalu langka seperti ketersediaan masker pada saat awal pandemi COVID-19 dimulai. 

Maka dari itu, Anda mungkin akan lebih sering melihat orang memakai face shield beserta masker saat bepergian ke tempat-tempat umum. Lantas, apa saja kelebihan pelindung wajah satu ini hingga membuatnya cukup populer di masyarakat awam?

Menurut artikel di Journal of the American Medical Association, pelindung wajah dengan plastik bening ini menawarkan beberapa keunggulan, yaitu:

  • dapat digunakan kembali tanpa batas waktu yang ditentukan
  • lebih mudah dibersihkan dengan sabun dan air atau desinfektan biasa
  • melindungi jalur masuk infeksi virus, yaitu mulut, hidung, dan mata
  • mencegah penggunanya menyentuh wajah 
  • mengurangi risiko terhirupnya virus pernapasan yang tersebar lewat droplet

new normal covid-19

Sejauh ini belum ada penelitian yang menganalisis efek atau manfaat dari penggunaan face shield pada orang yang mengalami gejala COVID-19. Mulai dari bersin, batuk, atau mereka yang terkena virus tanpa menunjukkan gejala apa pun. 

Walaupun demikian, persentase efektivitas orang yang menggunakan face shield berkisar antara 68 hingga 96 persen. Maka dari itu, ada kemungkinan dengan menambahkan face shield sebagai upaya perlindungan diri selain memakai masker bisa lebih efektif. 

Face shield bukan pengganti masker

Walaupun menggunakan face shield menawarkan kelebihan yang tidak ada pada masker, bukan berarti Anda melepas masker dan menggantinya dengan pelindung wajah. 

Penyebaran virus COVID-19 sebagian besar terjadi lewat droplet. Namun, desain pelindung wajah memiliki kekurangan, yaitu terdapat celah antara face shield dan wajah. Akibatnya, risiko penularan pun masih tetap ada meskipun sudah menggunakan face shield

Sementara itu, masker tidak menyisakan celah seperti face shield karena menempel langsung ke hidung dan mulut. Oleh karena itu, Anda tidak dapat mengandalkan face shield saja, melainkan memakainya sebagai pelindung tambahan setelah masker. 

Pada situasi tertentu, face shield dapat dipakai bersamaan dengan masker. Dengan memakai face shield, Anda dapat melindungi mata dari droplet yang mungkin terkontaminasi oleh virus. Pelindung wajah juga membantu mencegah agar masker tidak cepat basah. 

Siapa saja yang butuh menggunakan face shield?

efek covid-19 terhadap kondisi lingkungan

Imbauan memakai masker saat bepergian telah dilaksanakan sejak pandemi COVID-19 dimulai, terutama untuk menghindari penularan virus di kendaraan umum.

Walaupun demikian, ada beberapa kondisi ketika penggunaan masker mungkin tidak praktis, sehingga menggunakan face shield pun menjadi perlindungan tambahan. 

Di beberapa negara yang sudah mulai terlihat berhasil meratakan kurva pandemi, terutama Singapura, menyarankan pemakaian face shield pada kelompok tertentu. Berikut ini kelompok masyarakat yang mungkin butuh memakai pelindung wajah ketika bepergian atau berada di tempat umum. 

  • Anak berusia dua belas tahun ke bawah karena kesulitan mengenakan masker
  • Orang dengan penyakit pernapasan yang menyulitkan mereka memakai masker
  • Pekerja yang sering berbicara di suatu kelompok, seperti guru atau dosen

Ketiga kelompok di atas membutuhkan face shield karena berbagai alasan. Pertama, kesulitan mengenakan masker dalam jangka waktu yang lama hingga bisa menyebabkan sesak napas.

Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Simak Panduan ‘New Normal’ dari BPOM Ini

Kedua, bagi mereka yang bekerja dengan berbicara kepada sekelompok orang banyak mungkin akan kesulitan menggunakan masker. Maka dari itu, pelindung wajah menjadi alternatif asalkan mereka dapat menjaga jarak dengan orang lain dan tetap berada di tempat mereka berbicara. 

Menggunakan masker dan face shield adalah salah satu upaya mencegah penularan COVID-19, terutama saat bepergian dan berada di luar rumah.

Namun, masyarakat tetap disarankan tetap berada di rumah dan bepergian ke luar hanya untuk keperluan mendesak agar dapat berkontribusi dalam mengurangi angka kasus COVID-19.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit